16 Pesawat AS Hancur dan Lumpuh dalam Perang Iran, Citra Superpower Amerika Remuk

1 hour ago 1

loading...

Sekitar 16 pesawat AS hancur dan lumpuh dalam perang Iran, meremukkan citra AS sebagai negara superpower. Foto/US CENTCOM

JAKARTA - Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran telah mengguncang asumsi dalam peperangan udara. Sejak awal konflik sekitar sebulan yang lalu, pada 28 Februari, jet Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS, sejalan dengan rekan-rekan Israel mereka, telah melakukan beberapa kampanye pengeboman terhadap Teheran.

Angkatan Udara Iran sendiri, yang terdiri dari berbagai macam model AS dan Rusia lama dan baru, hampir seluruhnya telah dihancurkan. Namun, terlepas dari kekuatan gabungan Angkatan Udara AS-Israel, bukan berarti mereka sepenuhnya tak terkalahkan.

Baca Juga: Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 AS

Dari tanggal 28 Februari hingga saat penulisan berita ini, setidaknya 16 pesawat militer AS hancur dan lumpuh, termasuk drone MQ-9 Reaper dan jet tempur. Militer AS juga menderita kerusakan pada aset berbasis darat seperti radar untuk sistem pertahanan THAAD, karena kombinasi serangan Iran dan insiden operasional.

Pada Kamis lalu, Iran mengeklaim telah menembak jatuh jet tempur F/A-18 Angkatan Udara AS, meskipun klaim ini dengan cepat ditepis Pentagon melalui Komando Pusat atau CENTCOM.

Kehilangan lebih dari selusin pesawat melampaui kerugian yang diderita AS dalam kampanye udara skala besar sebelumnya melawan Libya dan Irak.

Namun, perlu dicatat bahwa ini mungkin karena AS melakukan serangan jauh lebih banyak daripada yang pernah dilakukan dalam operasi sebelumnya, seperti yang dikatakan seorang pakar kepada Bloomberg, Kamis (26/3/2026). Oleh karena itu, SINDONews telah menyusun daftar semua kerugian dan kerusakan yang dikonfirmasi pada jet Angkatan Udara AS dan aset berbasis darat dalam perang, yang sekarang memasuki bulan pertamanya, seperti di bawah ini:

1. Jet Tempur Siluman F-35 AS Terkena Tembakan Darat Iran

Lockheed Martin F-35 Lightning II adalah keluarga pesawat tempur siluman supersonik bermesin tunggal dan satu tempat duduk buatan Amerika. Salah satu pesawat tempur paling canggih dan mahal yang pernah dibuat, Lightning II, yang harganya bisa mencapai USD120 juta per unit, hingga saat ini dipuji sebagai mesin perang yang hampir tak terkalahkan, mampu menjatuhkan musuh mana pun sambil tetap tidak terdeteksi.

Namun, persepsi ini telah mendapat pukulan telak. Pada 19 Maret, CNN melaporkan bahwa sebuah pesawat tempur F-35 Angkatan Udara AS terpaksa melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara AS di Timur Tengah setelah terkena tembakan yang diyakini berasal dari Iran, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Pendaratan darurat tersebut kemudian dikonfirmasi oleh CENTCOM, dengan juru bicaranya; Kapten Tim Hawkins, menyatakan bahwa jet tempur siluman generasi kelima tersebut sedang menjalankan misi tempur di atas Iran ketika terpaksa melakukan pendaratan darurat. "Pesawat mendarat dengan selamat, dan pilot dalam kondisi stabil," kata Hawkins. "Insiden ini sedang diselidiki," katanya lagi.

Meskipun AS belum mengonfirmasi apakah kerusakan yang dialami F-35 disebabkan oleh tembakan darat Iran atau tidak, Bloomberg melaporkan bahwa kemungkinan besar penyebabnya adalah baterai rudal permukaan-ke-udara 358 berpemandu inframerah yang dioperasikan Iran, yang memiliki peluncur kecil dan portabel. Rudal yang ditembakkan sistem ini dapat menghantam target pada ketinggian hingga 25.000 kaki dan, karena tidak memiliki radar, pesawat tidak akan mendapat peringatan bahwa mereka sedang dilacak.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online