6 Fakta Aliansi Mekkah, Persatuan antara Raja Militer Eropa, Sultan Minyak dan Pemilik Senjata Nuklir

6 hours ago 1

loading...

Aliansi Mekkah menjadi persatuan antara raja militer Eropa, Sultan Minyak dan pemilik senjata nuklir. Foto/X/@Saudi_Gazette

MEKKAH - Arab Saudi , Pakistan, dan Turki telah menandatangani pakta pertahanan bersama di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Kesepakatan yang disebut sebagai Perjanjian Pencegahan Bersama Mekkah ini ditandatangani di kota suci Mekkah, Arab Saudi, pada hari Jumat oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

6 Fakta Aliansi Mekkah, Persatuan antara Raja Militer Eropa, Sultan Minyak dan Pemilik Senjata Nuklir

1. Melawan Segala Bentuk Agresi

Pakta ini bertujuan untuk memberikan pencegahan kolektif terhadap segala bentuk agresi dengan menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya, demikian pernyataan bersama para pihak terkait.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa kesepakatan pertahanan bersama yang ditandatangani tersebut "berlandaskan pada hubungan sejarah yang telah lama terjalin di antara ketiga negara, didasarkan pada ikatan persaudaraan dan solidaritas Islam yang kuat yang menyatukan mereka, serta dibangun di atas kepentingan strategis bersama dan kerja sama pertahanan yang telah lama ada."

Kesepakatan ini mencerminkan "komitmen bersama ketiga negara untuk semakin memperkuat keamanan kolektif serta mendorong perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan maupun di luar kawasan, demi mewujudkan masa depan yang aman dan sejahtera," tambah pernyataan tersebut. Kesepakatan ini tercapai sehari setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang didampingi oleh panglima militer yang berpengaruh Asim Munir, tiba di Arab Saudi dan menunaikan ibadah umrah di Mekkah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga bertolak ke Arab Saudi pada hari Jumat untuk bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

2. Israel Makin Agresif, Iran Tak Terkalahkan

Kesepakatan pertahanan antara Ankara, Riyadh, dan Islamabad ini telah dipersiapkan sejak beberapa waktu lalu. Negosiasi dimulai tak lama setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 dan dimulainya genosida oleh Israel di Gaza, serta semakin intensif di tengah perang yang sedang berlangsung antara AS dan Israel melawan Iran.

Meskipun Turki dan Pakistan sejauh ini tidak terdampak langsung oleh ketegangan di kawasan tersebut, Arab Saudi—yang menampung aset dan infrastruktur militer AS—telah menjadi sasaran serangan Iran dan sekutunya, kelompok Houthi di Yaman. Teheran juga telah menyerang negara-negara Teluk lainnya serta Yordania, yang juga menampung aset militer AS.

Namun, ketiga negara tersebut sangat mengkhawatirkan dampak dari perang Iran serta pengaruh—dan serangan—Israel yang kian meluas di kawasan itu. Israel telah menduduki sekitar seperlima wilayah Lebanon dengan dalih menargetkan basis-basis kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, yang juga didukung oleh Iran. Sementara itu, kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak dituduh melancarkan serangan pesawat nirawak (drone) ke Arab Saudi, dan mereka sendiri juga telah menjadi sasaran serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Melaporkan dari Ankara, Turki, koresponden Al Jazeera Resul Serdar mengatakan bahwa menurut para pejabat setempat, eskalasi ketegangan regional memang telah mendorong negara-negara tersebut untuk bersatu.

"Situasi pasca-7 Oktober telah mengubah kawasan ini secara drastis, terutama akibat tindakan dan ekspansionisme Israel. Kini, terdapat pula krisis di Selat Hormuz dan serangan yang terus berlanjut terhadap Iran, serta respons Iran terhadap negara-negara di kawasan tersebut," ujarnya.

"Jadi, ada berbagai faktor kebutuhan yang saling bertemu dan mendesak ketiga negara besar ini untuk bersatu serta menandatangani perjanjian yang mengikat ini," tambahnya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online