Abu Vulkanik Bisa Ancam Mobil, Perhatikan 5 Langkah Wajib Ini

6 hours ago 9

Selular.ID – Abu vulkanik ternyata bukan hanya mengganggu jarak pandang pengemudi, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi kendaraan hingga kualitas udara yang dihirup di dalam kabin.

Karena itu, pengendara yang terpaksa melintasi wilayah terdampak tidak cukup hanya menutup kaca mobil dan menyalakan AC.

GAC Indonesia mengingatkan pengguna kendaraan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara di tengah paparan abu vulkanik dan debu.

Selain mengurangi visibilitas, partikel yang berterbangan di udara dapat masuk ke sistem kendaraan dan memengaruhi kualitas udara kabin.

Baca juga:

Hal pertama yang harus menjadi pertimbangan justru bukan kondisi mobil, melainkan apakah perjalanan memang aman dilakukan.

Pengemudi disarankan memantau informasi aktivitas vulkanik dan mengikuti arahan pihak berwenang. Jika situasinya tidak memungkinkan, perjalanan sebaiknya ditunda.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Jangan Anggap Remeh Abu Vulkanik

Ketika jarak pandang menurun, pengendara harus mengurangi kecepatan dan memperlebar jarak dengan kendaraan di depan.

Kondisi jalan juga perlu lebih diperhatikan karena paparan abu dan debu membuat situasi perjalanan lebih sulit diprediksi.

Namun ada ancaman lain yang tidak terlihat langsung, yakni partikel halus di udara yang berpotensi masuk ke dalam kabin.

GAC menyarankan pengemudi menyesuaikan pengaturan sirkulasi udara dengan kondisi lingkungan untuk mengurangi masuknya udara luar secara berlebihan.

Filter kabin dan sistem pendingin udara atau AC juga harus diperiksa secara berkala agar tetap bekerja optimal.

PM2.5 Cabin Filter Jadi Benteng Udara Kabin

Pada kendaraan AION, GAC membekali PM2.5 Cabin Filter yang dirancang membantu menyaring partikel halus sebelum udara bersirkulasi di dalam kabin.

PM2.5 merupakan Particulate Matter berukuran hingga 2,5 mikrometer. Partikel tersebut dapat berasal dari debu halus, asap kendaraan dan material lain yang terdapat di udara.

Filter tersebut dirancang membantu menangkap partikel berukuran kecil sehingga dapat mendukung kualitas udara lebih bersih di kabin, terutama ketika mobil berada di lingkungan dengan tingkat debu atau partikulat tinggi.

Meski begitu, filter kabin bukan “tameng sakti” yang membuat mobil aman menerobos wilayah berbahaya.

GAC secara khusus mengingatkan pengguna tidak mengandalkan fitur kendaraan apabila kondisi lingkungan sudah tidak aman untuk dilalui.

5 Hal yang Harus Dilakukan Pengendara

GAC merangkum lima langkah penting ketika kendaraan menghadapi paparan abu vulkanik.

Pertama, pantau kondisi aktivitas vulkanik dan arahan otoritas sebelum melakukan perjalanan.

Kedua, kurangi kecepatan serta jaga jarak aman jika visibilitas menurun.

Ketiga, atur sirkulasi udara kabin sesuai kondisi lingkungan.

Keempat, pastikan filter kabin dan AC dalam kondisi baik agar sistem filtrasi bekerja optimal.

Langkah kelima tidak kalah penting: jangan membiarkan abu vulkanik terus menempel pada kendaraan setelah perjalanan.

GAC menyarankan kendaraan dibersihkan setelah melewati area dengan paparan abu atau debu tinggi.

Pemeriksaan kendaraan juga dapat dilakukan apabila diperlukan karena partikel dapat menempel pada permukaan eksterior maupun bagian kendaraan lainnya.

Teknologi seperti PM2.5 Cabin Filter memang dapat membantu menjaga kenyamanan kabin.

Namun GAC menegaskan keselamatan tetap bergantung pada keputusan pengemudi.

Jika kondisi lingkungan sudah terlalu berbahaya, menunda perjalanan dan mengikuti arahan pihak berwenang tetap menjadi pilihan utama, secanggih apa pun fitur yang dimiliki kendaraan.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online