WAKIL Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menjelaskan, alasan instansinya menerapkan pelatihan dasar militer atau latsarmil bagi calon manajer koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP).
Menurut Donny, latsarmil sejatinya ditujukan untuk membuat karakter calon manajer KDMP lebih baik dan disiplin. "Jangan sampai nanti manajer ini tidak bisa melaksanakan tugas, tidak bisa memimpin anak buah," kata Donny di Kompleks DPR, MPR, dan DPD pada Rabu, 1 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Donny mengatakan latsarmil juga ditujukan untuk setidaknya membuat calon manajer KDMP disiplin akan waktu hingga mampu menjalin kerja sama dan koordinasi secara baik dengan berbagai instansi lain. Apalagi, dia mengklaim, dalam kondisi saat ini banyak kementerian maupun korporasi yang mengirimkan pegawai-pegawainya untuk memperoleh pelatihan militer dalam rangka membentuk karakter yang disiplin.
Menurut Donny, para pegawai tersebut menjalani latsarmil dengan menerapkan pola kehidupan di barak, mulai dari di pusat pendidikan TNI, Rindam, maupun pusat bela negara Kementerian Pertahanan. "Jadi, nilai-nilai itu yang ingin didapatkan. Tentunya kan direktur atau pimpinan instansi akan senang jika punya pegawai yang disiplin, punya integritas tinggi, dan sebagainya," ucapnya.
Pelaksanaan latsarmil bagi calon manajer kopdes dan pengelola desa nelayan merah putih menjadi sorotan setelah ada lima peserta yang meninggal. Mereka yang meninggal adalah Nola Dya Sari, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.
Setelah ada kejadian itu, Kemenhan selaku penyelenggara mengubah nomenklatur hingga materi pelatihan bagi para calon manajer. Latsarmil diubah menjadi latihan bela negara dan manajerial.
.png)










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)



