Analisis Strategi Kurniawan Dwi Yulianto saat Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Jepang di Piala Asia U-17 2026: Kelemahan Terekspos Lawan

4 hours ago 1

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, tercatat melakukan sejumlah perubahan yang cukup signifikan saat anak asuhnya tumbang dari Jepang U-17 pada laga terakhir Grup B Piala Asia U-17 2026.

Sayangnya, Timnas Indonesia U-17 tak bisa membendung superioritas Jepang U-17 saat berjumpa dalam duel yang berlangsung di Lapangan A King Abdullah Sports City Training Stadium, Jeddah, Selasa (12/5/2026) malam WIB.

Skuad Garuda Muda takluk dengan skor 1-3. Tiga gol skuad Samurai Biru dicetak oleh Ryoma Tsuneyoshi (28’), Takeshi Wada (59’), dan Arata Okamoto (71’). Sedangkan satu-satunya gol balasan Garuda Muda disumbangkan Peres Tjoe (70’).

Setidaknya, ada beberapa catatan menarik yang disajikan Kurniawan Dwi Yulianto saat merumuskan strategi dan komposisi yang diturunkan skuad Garuda Muda. Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

Ekspresi penuh tekanan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menjadi sorotan saat mendampingi Timnas Indonesia U-17 menghadapi Vietnam U-17 pada laga terakhir Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Delta, Minggu (19/4/2026), yang berakhir imbang 0-0 d...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pertahankan Formasi Lama

Timnas Indonesia U-17 tetap turun dengan formasi yang sama seperti dua pertandingan sebelumnya di fase penyisihan Piala Asia U-17 2026. Di atas kertas, Garuda Muda menggunakan format 5-4-1, terutama saat bertahan.

Formasi ini sebetulnya sudah cukup sering digunakan oleh Kurniawan Dwi Yulianto. Sebelum Piala Asia U-17 2026, Garuda Muda juga pernah menerapkan format yang sama ketika terjun di Piala AFF U-16 2026.

Pada dasarnya, formasi ini digunakan untuk menghadapi tim-tim yang lebih kuat, karena memungkinkan jumlah pemain belakang yang lebih banyak. Sedangkan saat menghadapi tim yang lebih lemah atau minimal setara, Garuda Muda kerap memakai 4-3-3.

Perombakan Komposisi Skuad

Yang cukup menarik dari kebijakan Kurniawan Dwi Yulianto pada laga ini ialah berubahnya komposisi pemain Timnas Indonesia U-17. Ada rotasi yang dilakukan Garuda Muda di partai ketiga menghadapi Jepang.

Untuk pos pertahanan, Garuda Muda menurunkan Zidane Chandra dan Made Arbi yang baru pertama kali. bermain di ajang ini. Sedangkan tiga nama lainnya sudah sering dipasang, yakni Matthew Baker, Fariq Rizki, dan Pandu Aryo.

Di lini tengah, ada Alfredo Nugroho yang juga baru pertama bermain. Ia mendampingi Noha Pohan. Lini serang juga mengalami perubahan karena memunculkan Fardan Ary yang pertama kali bermain di Piala Asia U-17 2026 ini.

Upaya Penciptaan Peluang

Skuad Garuda Muda juga masih menggunakan cara-cara sebelumnya untuk bisa menciptakan peluang di lini pertahanan Jepang. Yang pertama, dan juga cukup efektif, adalah melalui skema bola mati.

Skema ini akhirnya menghasilkan satu-satunya gol yang dieksekusi oleh Peres Tjoe. Tendangan bebas dari sisi kanan penyerangan bisa langsung menembus ke gawang Jepang U-17 karena gagal diantisipasi kiper lawan.

Selain itu, serangan balik melalui transisi cepat juga jadi andalan Kurniawan. Sayangnya, hanya ada satu momen di mana Garuda Muda bisa menembus hingga depan kotak penalti lawan, tetapi eksekusinya tak maksimal.

Kelemahan Terekspos

Timnas Indonesia U-17 lagi-lagi gagal memperbaiki salah satu titik kelemahannya di Piala Asia U-17 2026, yakni kelimpungan menghadapi transisi cepat. Hal ini sebetulnya sudah terlihat ketika kalah 0-2 dari Qatar U-17 pada laga sebelumnya.

Ketika itu, Qatar U-17 mampu mencetak dua gol yang semuanya bersumber dari serangan balik. Di laga kontra Jepang U-17, skema ini juga yang membuat gawang Mike Rajasa kebobolan gol kedua dan ketiga.

Hanya saja, yang membedakan adalah transisi Qatar langsung menembus di area tengah, sedangkan Jepang melakukan penetrasi melalui area sayap, kemudian mengirimkan umpan silang ke kotak penalti.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online