Jakarta -
Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi indikator untuk menggambarkan risiko kematian yang dihadapi perempuan selama kehamilan dan persalinan. AKI masih menjadi permasalahan kesehatan global, Bunda.
Kabar baiknya, Angka Kematian Ibu (AKI) di Tanah Air sebenarnya sudah mengalami penurunan. Namun menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp. FER, MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, penurunan ini masih jauh dari target di tahun 2030.
"Kalau ikut SDGs itu (targetnya) harus di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Kalau di bawah 70 artinya harus di bawah 3.500 ibu yang wafat selama hamil dan bersalin. Sekarang kita masih 5.000-an yang meninggal untuk setahun," kata Budi dalam acara Press Conference POGI: Menuju Gerakan Nasional untuk Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) di Jakarta Pusat, belum lama ini.
Budi mengatakan bahwa kematian ibu bisa terjadi karena banyak faktor. Salah satunya adalah usia ibu hamil yang terlalu muda atau terlalu tua. Perempuan yang hamil dan melahirkan terlalu sering juga berisiko untuk mengalami komplikasi kehamilan yang mengancam nyawa.
"Kalau kita mapping dari penyebabnya, 80 persen kematian ibu itu terjadi di fasilitas kesehatan atau rumah sakit, dan sebagian besar terjadi 24 jam pasca persalinan. Artinya, kemungkinan sebagian besar rujukannya terlambat, kasusnya sudah tidak bagus," ujar Budi.
"Penyebab kematian ibu juga terjadi pada perempuan-perempuan usia muda, di umur 19 tahun. Artinya, tidak boleh menikah terlalu cepat atau mengalami teen pregnancy. Kemudian, ada juga unmet need for contraception, yakni perempuan-perempuan yang lebih dari 5 hingga 6 hamil, lalu meninggal. Artinya, harus dilakukan pemahaman bahwa menjaga kesehatan organ reproduksi ya, tidak boleh memiliki anak terlalu banyak, tidak boleh hamil terlalu muda, atau tidak boleh hamil pada usia terlalu tua."
Selain faktor usia, kesiapan mental untuk hamil juga penting. Sebelum hamil, perempuan perlu mempersiapkan kondisi mental hingga fisiknya agar kehamilan berjalan lancar dan bayi lahir sehat.
"Kehamilan mental ini harus dijaga. Hamil ini harus sehat ibunya dan harus nutrisinya baik," ungkapnya.
POGI siapkan program SPRIN untuk menekan AKI
Untuk menekan angka kematian ibu (AKI), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyiapkan program SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia). Gerakan ini diharapkan bisa menjangkau semua perempuan di Indonesia, Bunda.
"SPRIN bukan sekadar program, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk mendorong perubahan nyata dan berkelanjutan. Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa kesehatan perempuan bukan isu sektoral, melainkan fondasi utama pembangunan bangsa. Ketika perempuan sehat dan berdaya, maka keluarga menjadi lebih kuat, generasi yang lahir lebih berkualitas, dan pada akhirnya akan memperkuat daya saing bangsa secara keseluruhan," ungkap Budi.
SPRIN lahir dari fakta bahwa angka kematian ibu di Indonesia masih menjadi sorotan. Saat ini, AKI di Indonesia masih berada di kisaran 189 per 100.000 kelahiran hidup, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.
"Gerakan SPRIN ini fokus untuk menurunkan masalah-masalah dalam kesehatan dann reproduksi, seperti menyematkan ibu, mengatasi stunting, dan kematian bayi," ujar Budi.
Ada 10 fokus utama dalam gerakan SPRIN yang dibuat oleh POGI bekerja sama dengan berbagai lintas sektor, yakni:
- Skrining DNA HPV dan vaksinasi HPV massal
- Edukasi kesehatan reproduksi remaja dan dewasa
- Suplemen mikronutrien bagi semua Ibu Hamil
- Program rencanakan dan kawal kehamilan Indonesia
- Skrining Hb dan zat besi ibu hamil
- Cek kesehatan perempuan menopause
- Podcast Kesehatan reproduksi
- SPRIN Certified - mutu layanan kesehatan reproduksi
- Pendidikan kader SPRIN = SPRINTER
- Finansial sehat untuk reproduksi sehat
Dari 10 fokus tersebut, Budi mengatakan bahwa ada beberapa poin yang tengah difokuskan untuk mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi.
"Ada tiga fokus, yakni suplementasi mikronutrien bagi semua perempuan, merencanakan kehamilan dan mengawalnya sampai persalinan dengan selamat, serta vaksinasi HPV dan skrining untuk kanker serviks bagi semua perempuan di Indonesia," ujarnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
.png)
5 hours ago
3
















































