loading...
Patung Baal dengan simbol Bintang Daud di jidatnya dibakar di lapangan Isfahan pada puncak peringatan Revolusi Islam Iran, 11 Februari 2026. Foto/Iran International
TEHERAN - Selama demonstrasi peringatan 47 tahun Revolusi Islam Iran 1979, para demonstran di beberapa kota membakar patung-patung besar sosok bertanduk dan berkepala banteng dengan simbol Bintang Daud (Magen David) di jidatnya. Patung-patung yang dibakar itu diidentifikasi oleh penyelenggara demonstrasi sebagai “Baal", dewa kuno yang kerap diperbincangkanpenganut Alkitab dan Islam.
Pembakaran tersebut, yang terjadi secara bersamaan di berbagai kota pada 11 Februari 2026, dipresentasikan oleh penyelenggara sebagai protes simbolis yang terkait dengan teori konspirasi daring yang kembali mencuat seputar mendiang pengusaha Jeffrey Epstein dan dugaan pelecehan anak-anak oleh para elite Barat.
Baca Juga: Mengapa Iran Sangat Sulit untuk Ditaklukkan Meski Dikeroyok AS dan Israel? Ini Analisisnya
Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan bahwa patung tersebut mewakili "berhala Baal", yang digambarkan dalam teks-teks keagamaan sebagai dewa palsu yang terkait dengan penyimpangan dari monoteisme.
Para peserta demonstrasi, yang meneriakkan "Matilah Israel" dan "Matilah Amerika", mengatakan bahwa tindakan tersebut melambangkan perlawanan terhadap apa yang mereka gambarkan sebagai sistem Barat yang korup dan ideologi Zionis.
Gambar-gambar yang beredar di media Iran dan asing menunjukkan patung raksasa dengan kepala banteng yang dilalap api di Lapangan Azadi, Teheran. Ada juga gambar yang memperlihatkan angka "666".
Media dan saluran garis keras Iran melaporkan bahwa pembakaran tersebut merupakan referensi simbolis terhadap dokumen-dokumen yang baru-baru ini dirilis oleh Departemen Kehakiman AS terkait dengan Epstein, yang didakwa pada tahun 2019 karena menjalankan jaringan perdagangan seks yang melibatkan gadis-gadis di bawah umur. Epstein meninggal di penjara pada tahun yang sama.
.png)
















































