loading...
Presiden Donald Trump menolak anggapan bahwa AS akan gunakan bom nuklir untuk melenyapkan peradaban Iran. Foto/The National Interest
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara ketika ditanya seorang jurnalis di Gedung Putih apakah Amerika akan menggunakan bom nuklir untuk melenyapkan peradaban Iran. Dia menegaskan tidak akan menggunakan senjata tersebut dan mengecam itu sebagai pertanyaan bodoh.
Penegasan Trump itu disampaikan hari Kamis waktu Washington. Awalnya, seorang jurnalis mengingat peringatan keras Trump terhadap Iran pada 7 April bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali" jika Teheran tidak menerima persyaratan dari Amerika. Peringatan itu telah dikecam para tokoh Amerika sebagai apokaliptik dan berpotensi genosida.
Baca Juga: Viral! Trump Diklaim Ingin Gunakan Kode Nuklir terhadap Iran tapi Dicegah Jenderal Tertinggi AS
“Mengapa pertanyaan bodoh seperti itu diajukan? Mengapa saya harus menggunakan senjata nuklir ketika kita telah sepenuhnya, dengan cara yang sangat konvensional, menghancurkan mereka tanpa itu? Tidak, saya tidak akan menggunakannya,” kata Trump.
"Senjata nuklir seharusnya tidak pernah diizinkan untuk digunakan oleh siapa pun," katanya lagi.
Trump menggunakan kesempatan itu untuk sekali lagi mengeklaim tentang skala kerusakan Iran akibat serangan militer AS, sambil menyatakan bahwa upaya mempersenjatai kembali apa pun oleh Teheran selama gencatan senjata dapat dihentikan dalam sekitar satu hari jika perlu.
Dia juga mengatakan bahwa dirinya bisa membuat kesepakatan segera, tetapi menginginkan kesepakatan yang “abadi".
“Saya ingin membuat kesepakatan terbaik. Saya bisa membuat kesepakatan sekarang juga...tetapi saya tidak ingin melakukannya. Saya ingin kesepakatan itu abadi,” kata Trump.
.png)
















































