BDx dan PLN Amankan Pasokan Listrik 1,2 GW

15 hours ago 9

Selular.ID – BDx Data Centers dan Perusahaan Listrik Negara atau PLN menandatangani serangkaian komitmen pasokan listrik yang membawa total kapasitas daya yang telah disepakati mencapai 1,2 gigawatt (GW).

Kesepakatan yang diumumkan di Jakarta pada 3 Juni 2026 itu menjadi komitmen pasokan listrik terbesar yang pernah diperoleh operator pusat data di Indonesia dan ditujukan untuk mendukung pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), cloud, serta layanan digital berskala besar.

Kesepakatan tersebut mencakup alokasi pasokan listrik sebesar 788 MVA untuk kampus pusat data CGK4 milik BDx di Jatiluhur, Jawa Barat, peningkatan kapasitas listrik fasilitas CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan, hingga sekitar 60 MVA, serta pengamanan kapasitas daya hingga 385 MVA untuk pengembangan kampus pusat data CGK5 di kawasan Suryacipta, Jawa Barat.

CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan pasokan listrik yang andal dan dapat ditingkatkan kapasitasnya menjadi fondasi utama bagi pembangunan infrastruktur digital modern, khususnya untuk mendukung kebutuhan komputasi AI yang terus berkembang.

“Pasokan listrik yang andal dan scalable merupakan fondasi utama bagi pengembangan AI dan digital infrastruktur di Indonesia. Profesionalisme dan dukungan operasional PLN berperan penting dalam mendukung perluasan kapasitas kami di Jakarta dan Jawa Barat,” kata Agus Hartono Wijaya dalam keterangan resmi.

Penandatanganan perjanjian dilakukan dalam seremoni resmi di Jakarta yang dihadiri jajaran manajemen senior kedua perusahaan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dari pihak PLN hadir antara lain Direktur Retail dan Niaga Adi Priyanto, EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise Dini Sulistyawati, serta sejumlah pejabat operasional dan pelanggan strategis PLN.

Sementara BDx diwakili langsung oleh Agus Hartono Wijaya sebagai CEO BDx Indonesia.

Kolaborasi antara BDx dan PLN mencerminkan meningkatnya kebutuhan energi untuk menopang pertumbuhan pusat data modern.

Seiring berkembangnya teknologi AI generatif, komputasi awan, dan analitik data skala besar, kebutuhan daya pusat data meningkat signifikan dibandingkan generasi fasilitas sebelumnya.

Menurut BDx, total portofolio pasokan listrik sebesar 1,2 GW yang telah diamankan bersama PLN akan menjadi fondasi bagi pengembangan jaringan pusat data hyperscale dan AI di Indonesia.

Istilah hyperscale merujuk pada fasilitas pusat data berskala sangat besar yang dirancang untuk melayani kebutuhan komputasi perusahaan teknologi global, penyedia layanan cloud, dan platform digital dengan jutaan pengguna.

Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan perusahaan listrik negara tersebut berkomitmen mendukung industri digital strategis melalui penyediaan infrastruktur energi yang andal dan dapat berkembang mengikuti kebutuhan industri.

“Kolaborasi kami dengan BDx mencerminkan peran PLN dalam mendorong pertumbuhan AI dan ekonomi digital Indonesia secara tangguh dan berkelanjutan,” ujar Adi Priyanto.

Pusat perhatian dalam pengembangan infrastruktur BDx saat ini berada pada kampus pusat data CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat. Fasilitas tersebut disebut sebagai kampus pusat data pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi NVIDIA DGX-Ready.

Sertifikasi ini menunjukkan kesiapan infrastruktur untuk mendukung penerapan sistem komputasi AI berbasis GPU kelas tinggi yang digunakan dalam pelatihan model AI dan beban kerja komputasi intensif.

BDx menyebut CGK4 memiliki kapasitas hingga 650 megawatt yang dirancang selaras dengan sumber energi terbarukan.

Fasilitas tersebut juga telah mendukung implementasi GPU NVIDIA H100 yang banyak digunakan dalam pengembangan model AI generatif dan aplikasi komputasi berkinerja tinggi.

Selain CGK4, BDx juga mengembangkan CGK3 di Jakarta Selatan yang dirancang untuk mendukung komputasi berdensitas tinggi.

Fasilitas ini mengadopsi teknologi liquid cooling atau pendinginan cair, sebuah pendekatan yang semakin banyak digunakan untuk menangani panas dari prosesor AI generasi baru yang membutuhkan konsumsi daya lebih besar.

BDx menyebut CGK3 dipersiapkan untuk mendukung platform AI generasi berikutnya, termasuk sistem berbasis NVIDIA GB200 yang dirancang untuk kebutuhan pelatihan dan inferensi AI skala besar.

Di sisi lain, kampus pusat data CGK5 di Suryacipta memperluas kapasitas hyperscale BDx di Indonesia dengan kapasitas hingga 300 MW.

Fasilitas ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membangun jaringan pusat data terintegrasi yang dapat melayani kebutuhan perusahaan global maupun organisasi lokal yang membutuhkan infrastruktur digital berdaulat di dalam negeri.

Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Jawa Barat Martindar Jalu Respati menilai pertumbuhan permintaan AI dan layanan digital memerlukan sinergi antara penyedia infrastruktur digital dan sektor energi nasional.

Menurutnya, dukungan terhadap pengembangan pusat data berskala besar tidak hanya memperkuat ekosistem digital nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia sebagai salah satu pusat teknologi dan AI di kawasan Asia Tenggara.

Dengan tambahan kapasitas yang telah diamankan melalui kerja sama strategis bersama PLN, BDx memperkuat posisinya sebagai salah satu operator pusat data terbesar di Indonesia.

Infrastruktur yang tengah dikembangkan di Jakarta dan Jawa Barat akan menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan AI, cloud, dan transformasi digital yang terus berkembang di berbagai sektor industri nasional.

Baca Juga: BDx Data Centers Bangun Pusat Data AI Dengan Komputasi Terakselerasi NVIDIA

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online