BMKG: Gempa Bitung Berpotensi Tsunami 0,5 hingga 3 Meter

1 day ago 3

KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Teuku Faisal Fathani, mengatakan gempa Bitung yang terjadi pada Kamis pagi, 2 April 2026, berpotensi tsunami dengan ketinggian antara 0,5 hingga 3 meter. 

Faisal mengatakan, hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung dengan status siaga. Hingga pukul 07:00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar 5,5.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Hasil observasi muka air laut, tsunami terdeteksi di tiga lokasi yang baru masuk, yaitu Halmahera Barat pukul 06:08 WIB dengan ketinggian 0,3 meter, kemudian Bitung pada pukul 06:15 WIB pada ketinggian 0,2 meter, dan Minahasa Utara pukul 06:16 WIB dengan ketinggian 0,75 meter,” kata Faisal dalam konferensi pers daring di kantor BMKG, 2 April 2026. 

Faisal mengatakan tsunami diperkirakan masih berlangsung dan BMKG akan terus memonitor.

Faisal menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi yaitu akibat aktivitas subduksi Laut Maluku. 

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” kata Faisal.

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7.6 terjadi di Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, pukul 05:48:16 WIB. Gempa bumi terletak pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara dan 126,27 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.

BMKG merilis deteksi gempa otomatis pada 1 menit 20 detik setelah gempa terjadi. Kemudian peringatan dini pertama dikeluarkan pada 2 menit 50 detik setelah gempa terjadi. “Jadi kurang dari 3 menit BMKG telah memberikan peringatan dini pertama, disusul dengan update peringatan dini kedua 8 menit setelah gempa terjadi,” kata Faisal. 

Gempa dirasakan di Kota Ternate dengan intensitas V-VI MMI. Kemudian di Kota Manado dengan intensitas IV-V MMI. Getaran juga dirasakan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dengan intensitas III MMI. Faisal mengatakan Kabupaten Boalemo dan Pohuwato di Gorontalo juga merasakan getaran dengan intensitas II-III MMI. 

“Hingga saat ini terdapat laporan dampak kerusakan di gedung KONI Sario Manado, Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ujar Faisal. 

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online