BRI Super League: Kalah dari Bhayangkara FC, Pelatih Isenmulang FC Kritik dan Pertanyakan Kepemimpinan Wasit

16 hours ago 7

Bola.com, Lampung - Kekalahan Isenmulang FC dari tuan rumah Bhayangkara FC meninggalkan catatan tak sedap bagi pelatih tim tamu, Mundari Karya.

Bertanding di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (19-9-2029), Isenmulang FC kalah dua gol tanpa balas.

Ini merupakan kekalahan beruntun ketiga tim asal Kalimantan Tengah itu setelah taklukm masing-masing 1-4 dari Bali United dan menyerah 0-4 dari Arema FC.

Tanpa mengemas sebiji poin pun, tim promosi yang musim lalu bernama Adhyaksa FC tersebut masih belum beranjak dari dasar klasemen sementara BRI Super League 2026/2027.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap perkembangan pemanggilan pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Daftar pemain disebut hampir final, tetapi masih ada 2–3 pemain yang harus dipantau karena masalah cedera. Herdman juga menyoroti penampi...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pertanyakan Kepemimpinan Wasit

Isenmulang FC sebenarnya tampil oke. Meski hanya menguasai 32 persen permainan, Vinicius Baiano dkk. sempat merepotkan tuan rumah terlebih di babak pertama.

Pertahanan yang rapi dan solid membuat penyerang-penyerang Bhayangkara FC baru bisa mencetak gol pada menit ke-56 via Allano Lima dan ditutup lewat aksi Teuku Ichsan pada menit ke-90+5.

Usai pertandingan, Mundari Karya tak kuasa melontarkan isi hatinya terkait kinerja wasit.

Mantan pemain Timnas Indonesia era 1980-an itu berharap ke depannya kepemimpinan wasit bisa lebih baik lagi.

"Saya pikir kedua tim pertandingannya bagus sekali. Cuma saya pertanyakan kepemimpinan wasit. Terus terang agak kecewa dengan kepemimpinan wasit karena pertandingan ini benar-benar sangat menarik. Kedua tim juga menampilkan permainan dengan bagus. Terutama tim saya banyak perubahan, bagaimana mengantisipasi bola-bola crossing," ujar Mundari Karya.

Wasit Kurang Jeli

Menurut Mundari Karya, akibat keputusan wasit, serangan-serangan balik yang dilancarkan Isenmulang FC terbuang sia-sia lantaran beberapa kali dihentikan oleh wasit.

"Tetapi, saya dalam pertandingan ini enggak mengerti, wasit juga kurang jeli. Terutama dalam melakukan aturan-aturan yang harus dia taati. Jadi, banyak serangan-serangan balik yang harus kami lakukan jadi nggak punya kesempatan karena disetop wasit. Nah, ini yang menjadi pertanyaan. Kami berharap kepemimpinan wasit dalam pertandingan yang sangat bagus ini wasit juga harus lebih bagus. Jadi, intinya seperti itu," tutur Mundari Karya.

"Kami berharap di pertandingan ke depan nanti juga dipimpin wasit yang bagus sehingga pertandingan bisa lebih menarik," imbuh mantan pelatih PSPS Pekan Baru dan Barito Putera itu.

Kembali ke Tuah Pahoe

Selanjutnya, Isenmulang FC akan bersua Persebaya Surabaya pada 10 Oktober 2026.

Rencananya, Isenmulang FC sudah bisa menggelar laga kandangnya di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Seperti diketahui, tim berjuluk Laskar Tambun Bungai ity untuk sementara berkandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, ekses kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online