Jakarta -
Dampak buruk bagi karyawan overworked dan kurang dihargai sering kali tidak langsung disadari. Padahal, tekanan pekerjaan yang terus-menerus dapat membuat seseorang mengalami kelelahan fisik maupun mental.
Tak sedikit karyawan berusaha tetap produktif meski tubuh dan pikirannya sudah terlalu lelah. Semakin besar stres yang ditanggung dan semakin minim apresiasi yang diterima, kondisi ini dapat membuat mereka kehilangan semangat kerja secara perlahan.
Jika dibiarkan terus-menerus, perasaan terlalu banyak bekerja dan kurang dihargai bisa memengaruhi kesehatan, emosi, hingga kualitas hidup seseorang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
11 Dampak buruk karyawan yang overworked dan kurang dihargai
Dengan mengakui tekanan yang diberikan pada diri sendiri, Bunda dapat menciptakan ruang untuk batasan yang lebih produktif, serta pola pikir baru yang menenangkan dan mendukung.
Dilansir dari laman Your Tango, berikut beberapa dampak buruk karyawan overworked dan kurang dihargai:
1. Mudah marah dan frustrasi tentang hal-hal kecil
Sifat mudah tersinggung adalah salah satu tanda kelelahan kerja atau burnout yang paling umum, yang dapat mengindikasikan seseorang merasa terus-menerus terlalu banyak bekerja dan kurang dihargai.
Ketika merasa tidak dihargai dalam upaya mencari perhatian dan pengakuan dari orang lain, Bunda mungkin lebih cenderung memiliki sikap dan pola pikir negatif yang memicu sifat mudah tersinggung ini.
2. Sulit tidur
Bekerja lembur atau merasa tertarik pada pekerjaan sebagai jalan keluar dari masalah pribadi dapat mengurangi waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur.
Rata-rata orang dewasa seharusnya tidur antara 8 hingga 10 jam setiap malam, tetapi ada lebih banyak nuansa dalam hubungan antara keadaan emosional dan pola tidur.
Sebuah studi dari Sleep Medicine menemukan bahwa gangguan kognitif dan emosional yang dipicu oleh kelelahan, baik di lingkungan profesional maupun hubungan pribadi, adalah dua prediktor terbesar bagi durasi dan kualitas tidur seseorang.
3. Sering sakit
Bekerja terlalu keras dengan jam kerja yang panjang dan tugas-tugas yang berat dapat melelahkan secara fisik, berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh dan kesehatan secara umum.
Tubuh cenderung bereaksi negatif terhadap stres jangka panjang dan tekanan emosional dalam berbagai cara, memicu masalah pada sistem pencernaan, kardiovaskular, dan kekebalan tubuh.
Jika seseorang merasa tidak enak badan atau tidak kunjung sembuh dari flu yang mengganggu, mereka mungkin perlu mempertimbangkan kesehatan mental dan emosionalnya.
4. Mendambakan rasa syukur
Mereka sering kali terdorong melakukan tindakan kecil, tetapi kecewa setiap kali itu tidak dibalas atau tidak mendapatkan kebaikan atau ucapan terima kasih.
Membiasakan diri melakukan tindakan kebaikan kecil bermanfaat dengan caranya sendiri, tetapi perasaan positif itu dapat dengan cepat tertutupi ketika merasa tidak dihargai.
5. Takut pergi bekerja
Para pekerja yang dibebani gejala kelelahan kerja (burnout) sering kali merasa takut untuk pergi bekerja setiap hari, diliputi perasaan cemas dan stres kronis yang tidak terhindarkan ketika mereka memikirkan untuk berada di sana.
6. Berbicara negatif kepada diri sendiri
Bunda, orang-orang di sekitar di tempat kerja dapat membentuk realitas dan suasana hati secara keseluruhan.
Jadi, ketika merasa tidak didengarkan, terlalu banyak pekerjaan, dan kurang dihargai dalam interaksi sehari-hari di tempat kerja, hal itu dapat membentuk pola pikir secara negatif, mendorong untuk menggemakan dan mencerna perasaan tidak nyaman serta kritik dari rekan kerja kepada diri sendiri.
Selain sulit konsentrasi dan menyelesaikan tugas, ketika merasa kelelahan dan kurang dihargai, mereka mungkin mulai menunda-nunda pekerjaan.
Sering kali terjadi secara otomatis, penundaan pekerjaan muncul sebagai jalan keluar untuk mendapatkan dopamin atau istirahat, sesuatu yang sulit diprioritaskan oleh orang-orang yang mengalami kelelahan bekerja.
8. Tidak membuat rencana
Pikiran negatif mereka membujuknya untuk membatalkan rencana, dan banyaknya proyek pekerjaan yang tak kunjung usai membuat mereka terlalu stres untuk keluar rumah.
Ini adalah pengalaman yang mungkin pernah dialami setiap orang, baik mereka menyadarinya maupun tidak.
Penulis dan pelatih kehidupan, Dr. Whitney Gordon-Mead, berpendapat bahwa isolasi semacam ini, yang dipicu oleh stres, kecemasan, dan perasaan kewalahan, cenderung memicu siklus ketidaknyamanan yang lebih besar yang hangat memperburuk emosi dan pengalaman negatif.
9. Tidak termotivasi untuk menetapkan tujuan baru
Sulit membayangkan masa depan sering kali merupakan mekanisme pertahanan untuk mengatasi trauma yang belum terselesaikan, terutama pada orang yang mengalami kesulitan emosional.
Mereka tidak mampu menetapkan tujuan baru dan membayangkan kehidupannya di masa depan.
10. Tidak bisa mengendalikan apa yang dibutuhkan
Lantaran kebutuhan mereka selalu tidak terpenuhi dan emosi diabaikan di tempat kerja, wajar jika mereka sulit mengendalikan apa yang dibutuhkan.
Kecemasan dan stres kronis yang terkait dengan hubungan tidak sehat, dapat sangat melelahkan hingga merasa perlu mengambil kendali dengan cara yang tidak sehat dan tidak produktif.
11. Tidak pernah merasa cukup baik
Mereka mungkin mulai percaya bahwa mereka tidak pantas mendapatkan hal baik apa pun. Akibatnya, mereka merasa cemas, terputus, dan menumpuk rasa dendam.
Nah, itulah beberapa dampak buruk bagi karyawan overworked dan kurang dihargai yang dapat Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
.png)
14 hours ago
7

















































