Counterpoint: Pengiriman Chipset MediaTek dan Qualcomm Menurun

12 hours ago 6

Selular.ID – Counterpoint Research melaporkan pasar chipset smartphone global mengalami tekanan pada kuartal pertama 2026.

Dalam laporan terbaru yang dirilis April 2026, pengiriman smartphone system-on-chip (SoC) secara global turun 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut turut berdampak pada dua pemain terbesar industri, MediaTek dan Qualcomm, yang sama-sama mencatat penurunan pengiriman dalam dua digit.

Counterpoint menyebut melemahnya pasar chipset smartphone dipengaruhi oleh krisis pasokan memori yang masih berlangsung.

Keterbatasan pasokan DRAM dan NAND tidak hanya memengaruhi produsen smartphone, tetapi juga vendor chipset yang harus menyesuaikan strategi produk, jadwal peluncuran, hingga alokasi sumber daya untuk pengembangan teknologi baru.

Di tengah kondisi tersebut, segmen smartphone premium masih menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik. Produsen perangkat kelas atas mampu meneruskan kenaikan biaya komponen kepada konsumen, sementara segmen entry-level dan menengah menghadapi tekanan lebih besar karena sensitif terhadap kenaikan harga perangkat.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

MediaTek menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak. Counterpoint menjelaskan bahwa tekanan terbesar datang dari pasar smartphone kelas bawah yang selama ini menjadi salah satu basis utama chipset MediaTek.

Seiring meningkatnya biaya produksi, sejumlah produsen smartphone mulai beralih ke solusi chipset yang lebih murah untuk mempertahankan harga perangkat tetap kompetitif.

Senior Analyst Counterpoint Research, Shivani Parashar, mengatakan bahwa MediaTek juga menghadapi tantangan dari pertumbuhan yang lebih lambat pada segmen menengah dan premium.

Selain itu, penundaan peluncuran chipset Dimensity 9500+ turut memberikan dampak terhadap performa pengiriman perusahaan selama kuartal pertama tahun ini.

Sementara itu, Qualcomm juga mencatat penurunan pengiriman dalam dua digit.

Menurut Counterpoint, perusahaan sebenarnya diuntungkan oleh tren premiumisasi smartphone yang mendorong permintaan chipset kelas flagship. Namun manfaat tersebut tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya.

Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja Qualcomm adalah strategi Samsung yang kembali menggunakan kombinasi chipset Snapdragon dan Exynos pada seri flagship terbarunya.

Selain itu, permintaan yang lebih rendah terhadap sejumlah smartphone premium dari vendor China turut membatasi pertumbuhan pengiriman chipset Qualcomm.

Di sisi lain, beberapa pemain justru berhasil mencatat pertumbuhan. Apple, Samsung, Google, dan UNISOC dilaporkan mengalami peningkatan pengiriman chipset pada periode yang sama.

Counterpoint menilai keberhasilan tersebut didukung oleh integrasi rantai pasok yang lebih kuat sehingga mampu mengurangi dampak gangguan pasokan memori global.

UNISOC menjadi salah satu perusahaan yang mendapat keuntungan dari kondisi pasar saat ini. Vendor chipset asal China tersebut memperkuat posisinya di segmen 4G kelas bawah dan smartphone 5G entry-level.

Dukungan dari sejumlah merek smartphone China, termasuk Redmi dan Poco, membantu meningkatkan pangsa pasar perusahaan selama kuartal pertama 2026.

Laporan Counterpoint juga mengungkap bahwa harga memori meningkat sekitar 50 hingga 55 persen secara kuartalan pada kuartal pertama 2026.

Tren kenaikan tersebut diperkirakan berlanjut pada kuartal kedua, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap biaya produksi smartphone dan chipset.

Selain faktor pasokan memori, industri smartphone global juga menghadapi ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya biaya logistik.

Kondisi tersebut membuat sejumlah produsen menunda peluncuran produk baru, mengurangi jumlah model yang diperkenalkan ke pasar, serta lebih selektif dalam mengalokasikan investasi riset dan pengembangan.

Counterpoint memperkirakan tekanan terhadap pasar chipset smartphone belum akan mereda dalam waktu dekat.

Firma riset tersebut memproyeksikan pengiriman chipset smartphone kembali mengalami penurunan dua digit pada kuartal kedua 2026.

Bahkan, kondisi pasar diperkirakan dapat memburuk pada paruh kedua tahun ini apabila pasokan memori belum kembali normal.

Meski volume pengiriman menurun, persaingan teknologi di industri chipset tetap berlangsung.

Vendor besar seperti Qualcomm dan MediaTek masih melanjutkan pengembangan chipset berbasis proses manufaktur canggih untuk mendukung fitur kecerdasan buatan (AI), efisiensi daya yang lebih baik, serta konektivitas generasi terbaru.

Counterpoint memperkirakan penggunaan teknologi fabrikasi 5 nanometer ke bawah akan terus meningkat sepanjang 2026 meskipun pasar smartphone secara keseluruhan menghadapi perlambatan.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri chipset smartphone tengah memasuki fase penyesuaian. Di satu sisi, permintaan perangkat premium dan fitur AI terus mendorong inovasi.

Di sisi lain, tekanan biaya komponen dan ketidakpastian ekonomi global memaksa vendor chipset maupun produsen smartphone untuk lebih berhati-hati dalam mengelola produksi dan strategi bisnis mereka sepanjang tahun 2026.

Baca Juga: Top 5 Brand Smartphone di India, Counterpoint: Kuartal Terburuk

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online