Deja Vu Malut United: Terpeleset di Putaran Kedua, Mampukah Laskar Kie Raha Bangkit Lagi?

8 hours ago 5

Bola.com, Jakarta - Malut United kembali menjalani musim yang penuh dinamika di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Setelah tampil mengejutkan pada musim debut, kini mereka kembali berada dalam persaingan papan atas BRI Super League 2025/2026.

Hingga pekan ke-29, Laskar Kie Raha menempati posisi lima besar dengan koleksi 46 poin. Capaian ini menjaga peluang mereka untuk kembali bersaing menuju papan atas klasemen hingga akhir musim.

Menariknya, situasi ini terasa seperti pengulangan musim lalu. Pada pekan yang sama edisi sebelumnya, Malut United juga berada di posisi kelima, bahkan dengan poin sedikit lebih banyak, yakni 47.

Saat itu, mereka mampu menutup kompetisi di tiga besar. Kini, pertanyaan besar muncul, apakah tim asuhan Hendri Susilo mampu mengulang pencapaian tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tren Menurun di Putaran Kedua

Performa Malut United sebenarnya cukup solid di paruh pertama musim. Mereka sempat bertengger di posisi keempat dengan 34 poin hasil dari sepuluh kemenangan, empat imbang, dan tiga kekalahan.

Namun, laju mereka melambat di putaran kedua. Dari 12 pertandingan, Malut United hanya mengumpulkan 12 poin dengan rincian tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan enam kekalahan.

Kemenangan yang diraih pun datang saat menghadapi tim papan bawah seperti Persik, Persijap, dan Madura United. Saat menghadapi tim papan tengah hingga atas, mereka kesulitan menjaga konsistensi.

Kekalahan dari Bhayangkara FC, Persib, Persija, Dewa United, Bali United, hingga Persebaya menunjukkan adanya penurunan performa. Bahkan, tiga laga terakhir berakhir dengan kekalahan beruntun.

Tantangan Berat dan Harapan Kebangkitan

Situasi makin berat karena sebagian kekalahan justru terjadi di kandang sendiri, Stadion Gelora Kie Raha. Kondisi ini menjadi pukulan tersendiri dalam upaya mereka menjaga posisi di papan atas.

Meski demikian, peluang untuk bangkit masih terbuka. Lima laga tersisa akan menjadi penentu, termasuk dua pertandingan kandang melawan PSBS dan Persita, serta tiga laga tandang menghadapi Persis, PSIM, dan Borneo FC.

Gelandang Malut United, Wbeynar Angulo, mengakui timnya sedang berada dalam fase sulit. Ia menyebut kondisi ini berdampak pada seluruh elemen tim.

“Deretan kekalahan dan hasil negatif membawa kami ke situasi sulit. Tentu kondisi ini juga sulit bagi semua pemain, fans, dan semua orang yang mendukung Malut United,” ujar Angulo.

Namun, ia tetap menyimpan keyakinan timnya mampu keluar dari tekanan. Pengalaman musim lalu menjadi modal penting untuk menghadapi situasi saat ini.

“Kami perlu bangkit bersama dan berusaha memenangi pertandingan. Malut United memiliki pengalaman keluar dari masa sulit dan kami harus melakukannya lagi sekarang,” ucapnya.

Evaluasi Total

Menurut Angulo, kemenangan pada laga berikutnya menjadi target utama untuk mengembalikan kepercayaan diri tim. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk tetap percaya pada masa depan klub.

“Malut United adalah tim yang selalu kami perjuangkan. Jangan menyerah, klub ini pantas mendapatkan banyak hal positif di masa depan,” tuturnya.

Pelatih Hendri Susilo juga sudah menyiapkan langkah evaluasi untuk memperbaiki performa tim. Ia menilai masih banyak aspek yang harus dibenahi menjelang akhir musim.

“Kami akan melakukan evaluasi total. Menurut saya, banyak aspek yang perlu diperbaiki untuk menatap lima laga sisa ke depan,” jelasnya.

Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online