Drone Shahed 136, Kunci Ketangguhan Iran dalam Perang Melawan Israel dan AS

11 hours ago 8

loading...

Drone Shahed 136 jadi kunci ketangguhan Iran dalam perang melawan Israel dan AS. Foto/X/@VungaEl74

TEHERAN - Ketika ikon moped dan tanda seru muncul di saluran Telegram Ukraina, pesannya jelas: sebuah drone sedang mendekat. Kendaraan udara tak berawak ini, yang digunakan oleh militer Rusia sebagai proyektil, meluncur dengan suara mendesing yang mirip dengan suara sepeda motor atau mesin pemotong rumput.

Kecepatan mereka sebelum benturan, rata-rata sekitar 185 kilometer per jam di udara — lebih rendah daripada rudal — telah memudahkan masyarakat Ukraina untuk mendeteksi jenis senjata ini, yang mampu menghancurkan empat lantai bangunan tempat tinggal dalam sekali serang. Warga Ukraina umumnya menyebut drone bunuh diri ini sebagai "shahed," merujuk pada model buatan Iran yang digunakan oleh Moskow dan sekarang direplikasi di pabrik-pabrik Rusia.

Drone Shahed 136, Kunci Ketangguhan Iran dalam Perang Melawan Israel dan AS

1. Sulit Ditembak

Melansir Le Pais, drone kamikaze yang paling terkenal adalah Shahed 136, drone yang sama yang telah digunakan oleh angkatan bersenjata Iran sejak Sabtu lalu melawan negara-negara Teluk yang bersekutu dengan Amerika Serikat. Senjata ini menawarkan Republik Islam keunggulan kompetitif dalam peperangan karena dua alasan: biaya produksinya yang rendah dan kesulitan untuk menembak jatuh drone tersebut.

Dalam tiga hari pertama konflik yang meningkat di Timur Tengah, yang dimulai pada hari Sabtu dengan serangan terkoordinasi Israel-Amerika terhadap Iran, Teheran meluncurkan lebih dari 1.000 drone terhadap wilayah Negara Yahudi, musuh utamanya, dan negara-negara Arab di kawasan yang menampung aset militer AS.

Uni Emirat Arab menjadi negara yang paling terdampak, dengan lebih dari 600 drone Iran terbang ke arahnya, diikuti oleh Kuwait (hampir 300) dan Israel (sekitar 50). Drone-drone tersebut juga mencapai Qatar (selusin), serta Bahrain dan Yordania.

Sebagian besar proyektil ini telah dicegat oleh pertahanan negara-negara tersebut, tetapi beberapa berhasil mencapai pusat-pusat kota, seperti di Manama, ibu kota Bahrain, dan emirat Dubai. Pada hari Selasa, otoritas Arab Saudi melaporkan bahwa dua kendaraan serang ini menghantam Kedutaan Besar AS di Riyadh, ibu kota negara tersebut.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online