Dukungan Orang-Orang Terdekat, Langkah Setahap demi Setahap, dan Kerja Keras Berbuah Manis Hector Souto bersama Timnas Futsal Indonesia

11 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - Kesuksesan yang diraih Hector Souto bersama Timnas Futsal Indonesia tidak datang secara instan. Di balik sederet prestasi yang berhasil dipersembahkannya, terdapat perjalanan panjang yang dipenuhi kerja keras, kesabaran, serta dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat.

Pelatih asal Spanyol itu kini menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam perkembangan futsal Indonesia. Sejak dipercaya menangani Timnas Futsal Indonesia pada 2024, Hector Souto berhasil mengantarkan Merah Putih meraih sejumlah pencapaian bergengsi di level regional maupun Asia.

Di bawah arahannya, Indonesia sukses menjuarai ASEAN Futsal Championship 2024, meraih medali emas SEA Games 2025, serta finis sebagai runner-up AFC Futsal Asian Cup 2026. Rentetan hasil tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu pelatih futsal terbaik yang pernah bekerja di Indonesia.

Namun, bagi Hector Souto, semua pencapaian itu merupakan buah dari proses panjang yang telah ia jalani sejak masih muda di kampung halamannya di Spanyol.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Harus Meninggalkan Kampung Halaman demi Mengejar Mimpi

Dalam wawancara eksklusif bersama Bola.com, Hector Souto mengungkapkan bahwa futsal bukan olahraga yang memiliki jalur pengembangan besar di daerah tempat ia tumbuh.

Karena itulah, ia harus meninggalkan lingkungan asalnya demi mencari kesempatan berkembang di level yang lebih profesional.

"Saya merasa sangat beruntung, meski pun di sisi lain juga ada sedikit hal yang kurang menguntungkan. Di desa saya, futsal biasanya hanya dimainkan sampai usia sekitar 14 tahun. Setelah itu para pemain biasanya mulai fokus ke sepak bola dan meninggalkan futsal sepenuhnya, atau hanya memainkannya untuk bersenang-senang," ujar Hector Souto.

"Karena itu, ketika saya berusia 18 hingga 20 tahun, saya harus pergi ke tempat lain untuk menemukan lingkungan yang lebih profesional agar bisa belajar dan berkembang."

Hector sendiri sempat berkarier sebagai pemain futsal hingga usia 22 tahun sebelum akhirnya memutuskan beralih menjadi pelatih. Keputusan tersebut menjadi titik awal perjalanan panjang yang kemudian membawanya melatih berbagai tim di Spanyol, Vietnam, hingga Indonesia.

Dukungan Keluarga Membuat Hector Tetap Membumi

Menariknya, Hector mengaku keluarganya tidak terlalu memahami dunia futsal secara mendalam. Namun justru situasi tersebut membuat dirinya mampu menjaga keseimbangan hidup dan tidak larut dalam tekanan dunia olahraga profesional.

Menurutnya, keluarga dan teman-teman dekat lebih sering membicarakan kehidupan sehari-hari dibandingkan hasil pertandingan atau pencapaian yang ia raih.

"Konsekuensinya, keluarga dan teman-teman saya sebenarnya tidak terlalu memahami dunia futsal. Beberapa kerabat saya bahkan tidak terlalu mengetahui hasil-hasil yang saya raih," kata Hector.

"Menurut saya itu justru hal yang baik karena mereka tidak terus menerus membicarakan futsal. Mereka berbicara tentang hal-hal lain yang menurut saya baik untuk diri saya karena membantu menyegarkan pikiran."

Pelatih berusia 44 tahun itu merasa dukungan tersebut membuatnya tetap rendah hati meski kini menjadi figur yang cukup dikenal publik Indonesia.

"Hal itu membuat saya tetap membumi. Karena jika seperti di Indonesia sekarang, situasinya mungkin berbeda. Bukan semua orang, tetapi banyak orang yang mengenali saya dan itu cukup aneh bagi saya. Karena pada dasarnya saya hanyalah orang biasa yang melakukan hal-hal biasa."

Hector juga menegaskan keluarganya selalu mendukung pilihan karier yang ia ambil sejak awal.

"Ya, kami memang meraih kesuksesan saat ini. Keluarga saya mendukung saya dengan cara yang mereka pahami. Sejak awal mereka tahu bahwa saya ingin menjadi seorang profesional di dunia olahraga."

Meniti Karier Setahap demi Setahap

Sebelum menjadi pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto mengawali semuanya dari level paling bawah. Ia tidak langsung menangani tim besar, melainkan membangun karier secara bertahap selama bertahun-tahun.

Perjalanan itu dimulai dengan melatih rekan-rekannya sendiri, kemudian berlanjut ke akademi usia muda hingga mendapatkan kesempatan bekerja di klub profesional.

"Saya memulai semuanya dari situasi yang sangat sederhana dan rendah hati. Melatih teman-teman yang dulu bermain bersama saya kemudian melatih akademi usia muda lalu dipromosikan menjadi pelatih rehabilitasi di klub profesional," tuturnya.

"Dari pelatih rehabilitasi saya menjadi pelatih fisik, lalu asisten pelatih, kemudian pelatih Timnas Vietnam U-20. Setelah itu bekerja di divisi utama Spanyol. Lalu datang ke Indonesia melatih klub dan akhirnya dipercaya menangani Timnas Futsal Indonesia."

Nama Hector mulai dikenal luas di Indonesia ketika menangani Bintang Timur Surabaya. Bersama klub tersebut, ia sukses mempersembahkan dua gelar Liga Futsal Profesional Indonesia secara beruntun pada musim 2021/2022 dan 2022/2023.

Keberhasilan itulah yang kemudian membuka jalan menuju kursi pelatih Timnas Futsal Indonesia. Kini, setelah berhasil membawa Merah Putih meraih berbagai prestasi internasional, Hector tetap memandang seluruh pencapaiannya sebagai bagian dari proses panjang yang dibangun sedikit demi sedikit.

"Jadi seperti yang bisa dilihat, perjalanan saya selalu berkembang setahap demi setahap. Saat ini saya rasa keluarga saya sangat bahagia dan benar-benar mendukung saya," pungkas Hector Souto.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online