Google Jelaskan Unduhan AI 4GB di Chrome Usai Dikeluhkan Pengguna

3 hours ago 1

Selular.ID – Google memberikan penjelasan terkait laporan pengguna yang menemukan file AI berukuran sekitar 4GB terunduh otomatis melalui browser Google Chrome.

File tersebut diketahui merupakan bagian dari model AI Gemini Nano yang digunakan untuk mendukung fitur kecerdasan buatan berbasis perangkat atau on-device AI di Chrome 148.

Isu ini mencuat setelah sejumlah pengguna dan peneliti keamanan menemukan folder bernama “OptGuideOnDeviceModel” yang berisi file “weights.bin” di direktori instalasi Chrome.

Temuan tersebut memicu kekhawatiran soal privasi, penggunaan ruang penyimpanan, hingga transparansi karena proses pengunduhan berlangsung tanpa notifikasi yang jelas kepada pengguna.

Peneliti privasi Alexander Hanff, yang dikenal dengan nama “That Privacy Guy”, menyebut Chrome dapat mengunduh model Gemini Nano secara otomatis pada perangkat yang memenuhi spesifikasi tertentu.

Menurut laporan yang beredar, file AI tersebut digunakan untuk mendukung fitur seperti deteksi penipuan, bantuan menulis, autofill berbasis AI, dan pemrosesan AI lokal lainnya di browser Google Chrome.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Google kemudian menjelaskan bahwa model Gemini Nano memang dipakai untuk menghadirkan kemampuan AI yang berjalan langsung di perangkat pengguna, tanpa selalu mengirim data ke server cloud.

Pendekatan ini diklaim dapat meningkatkan privasi karena sebagian proses AI dilakukan secara lokal di perangkat pengguna.

Meski demikian, kritik muncul karena banyak pengguna tidak mengetahui bahwa aktivasi fitur AI tertentu di Chrome dapat memicu unduhan file berukuran besar secara otomatis.

Beberapa laporan menyebut ukuran model dapat mencapai sekitar 4GB, terutama pada perangkat desktop Windows dan macOS.

Kontroversi juga berkembang karena file tersebut disebut akan kembali terunduh meski sudah dihapus secara manual.

Pengguna harus menonaktifkan fitur “On-device AI” atau pengaturan AI terkait di Chrome agar file tidak muncul kembali.

Google menyatakan pengunduhan model AI lokal hanya terjadi ketika fitur tertentu diaktifkan.

Beberapa laporan menyebut mekanisme ini berkaitan dengan opsi peningkatan fitur Chrome dan dukungan AI generatif di browser.

Namun, sejumlah pengamat menilai penyampaian informasi kepada pengguna masih kurang transparan karena tidak ada pemberitahuan eksplisit mengenai besaran file yang akan diunduh.

Model Gemini Nano sendiri merupakan varian AI ringan milik Google yang dirancang untuk berjalan langsung di perangkat pengguna.

Teknologi ini sebelumnya digunakan di perangkat Android dan kini mulai diintegrasikan ke Chrome untuk mendukung fitur AI generatif tanpa ketergantungan penuh pada koneksi cloud.

Google menyebut pendekatan on-device AI dapat membantu mengurangi latensi dan meningkatkan perlindungan data pengguna karena pemrosesan dilakukan secara lokal.

Di sisi lain, sejumlah peneliti privasi mempertanyakan aspek persetujuan pengguna dalam distribusi model AI tersebut.

Alexander menilai praktik pengunduhan otomatis berpotensi menimbulkan persoalan hukum di wilayah Uni Eropa.

Terutama terkait regulasi privasi digital seperti GDPR dan ePrivacy Directive yang mengatur persetujuan pengguna terhadap penyimpanan data di perangkat.

Selain isu privasi, sorotan juga datang dari sisi penggunaan bandwidth internet dan kapasitas penyimpanan perangkat.

Pada laptop dengan SSD berkapasitas terbatas, file AI berukuran beberapa gigabyte dinilai cukup membebani ruang penyimpanan, terutama jika pengguna tidak mengetahui keberadaan file tersebut.

Google belum mengumumkan perubahan besar terkait mekanisme distribusi Gemini Nano di Chrome.

Namun, perusahaan disebut telah menyediakan opsi untuk menonaktifkan fitur AI lokal melalui pengaturan browser.

Baca Juga:Google Chrome Batasi Perangkat untuk Gemini Nano, Minimal RAM 4GB

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Google memperluas integrasi AI generatif ke produk-produknya, termasuk browser Chrome yang saat ini masih menjadi browser desktop dengan pangsa pasar terbesar secara global.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online