loading...
CENTCOM sangkal rudal pencegat dari sistem pertahanan Patriot AS yang hancurkan bandara Kuwait sebagaimana klaim IRGC Iran. Foto/Kuwait News Agency
KUWAIT CITY - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim rudal yang menghancurkan Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait pada hari Rabu bukan milik Iran, melainkan rudal pencegat yang ditembakkan sistem pertahanan Patriot Amerika Serikat (AS). Komando Pusat Amerika (CENTCOM) bergegas menyangkal klaim tersebut.
"Klaim itu salah dan bahwa Iran menargetkan bandara dalam serangan yang disengaja, terencana, dan tidak dapat dibenarkan," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Middle East Eye, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Sebelumnya pada hari Rabu, Kuwait membantah bahwa wilayah udaranya digunakan AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Negara Teluk itu juga sependapat dengan narasi Washington bahwa bandaranya dihantam oleh rentetan rudal dan drone berat oleh Iran pada Selasa tengah malam atau Rabu dini hari, yang menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 63 lainnya.
Rekaman video dari bandara menunjukkan kerusakan yang luas, dengan kebakaran berkobar di terminal satu, atap runtuh, dan kepulan asap tebal.
Setelah serangan tersebut, juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait Brigadir Jenderal Saud al-Otayan mengutuk apa yang digambarkannya sebagai "agresi kriminal Iran".
Serangan itu terjadi setelah AS menembaki sebuah kapal tanker minyak kosong yang menurut mereka mencoba singgah di pelabuhan Iran. AS telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai tanggapan atas keberhasilan Teheran merebut kendali Selat Hormuz. Pejabat AS mengatakan Iran menembaki pelaut AS sebagai tanggapan atas serangan itu. AS kemudian melancarkan serangan ke Pulau Qeshm di Iran.
“Sebagai tanggapan atas agresi ini, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, yang menampung helikopter, serta markas besar Armada Kelima AS di Bahrain, menjadi sasaran rudal dan drone oleh pasukan Garda Revolusi,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan di saluran Telegram resminya.
.png)

















































