John Herdman Sebut Masalah Timnas Indonesia Bukan di Kekurangan Striker, tapi Mentalitasnya yang Harus Diubah!

6 hours ago 1

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai bahwa permasalahan utama skuad Garuda saat ini bukanlah ketiadaan stok penyerang murni, melainkan minimnya mentalitas tim dalam mencetak gol.

Sejak bertugas menangani Timnas Indonesia John Herdman, memang telah banyak mendengar keluhan bahwa skuad Merah Putih tidak memiliki banyak stok penyerang tengah yang andal. Padahal, menurut dia, yang lebih dibutuhkan ialah mentalitas pencetak gol.

“Namun, ada satu hal yang harus kita ubah, yakni mentalitas negara ini. Sebab, kita terus berbicara soal penyerang tengah bernomor sembilan. ‘Timnas Indonesia butuh penyerang tengah’,” kata Herdman kepada awak media di Stadion Madya, Jumat 922/5/2026).

“Menurut saya, Timnas Indonesia butuh mentalitas dalam satu tim bahwa semua orang bisa mencetak gol. Kita harus membangun mentalitas pencetak gol, apakah dia bek sayap, penyerang, gelandang tengah,” imbuhnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bisa Mencetak Gol

Menurut juru taktik asal Inggris itu, Timnas Indonesia harus belajar untuk memahami momentum dalam mencetak gol. Mereka juga harus percaya bisa membantu tim menjebol gawang lawan, tanpa peduli soal posisi bermainnya.

“Kita harus bisa melihat momennya. Kita harus melatih momen tersebut, mempunyai lebih banyak pemain berada di kotak penalti lawan. Harus ada lebih banyak pemain yang percaya mereka bisa masuk ke area untuk mencetak gol,” kata dia.

“Bek tengah bertanggung jawab terhadap set-pieces. Jadi, pelajaran besarnya adalah saya terus mendengar, ‘Di Indonesia, kami tidak memiliki penyerang tengah’. Dan respons dan solusi saya adalah mengubah pola pikir para pemain,” imbuhnya.

Bermain Terlalu Pasif

Dari pengamatan Herdman, Timnas Indonesia memang cenderung terlalu pasif dalam beberapa tahun terakhir. Mereka hanya bertahan dan mengandalkan transisi. Padahal, skuad Garuda bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengeksploitasi pertahanan lawan.

“Semua pemain harus bisa berjuang untuk bisa mencetak gol. Semua pemain ingin menyerang. Karena Timnas Indonesia dalam periode-periode sebelumnya, saya merasa, terlalu pasif. Terlalu pasif,” kata eks pelatih Timnas Kanada itu.

“Hanya bertahan, transisi, bertahan, transisi. Bagi saya, kami membutuhkan lebih banyak pemain yang berpikir, ‘tambah satu’, ‘overload’. Bek tengah, gelandang tengah, bek sayap, mencoba membantu menembus garis pertahanan lawan,” imbuhnya.

Perbaiki di Pemusatan Latihan

Herdman mengakui, skuad Garuda sebetulnya sudah bisa bermain baik di area dua pertiga permainan. Namun, ketika memasuki sepertiga akhir, Timnas Indonesia sering kesulitan. Inilah yang bakal diperbaiki Herdman dalam pemusatan latihan di Jakarta.

“Saya pikir, mereka bermain sangat baik di dua pertiga pertahanan lawan. Namun, di bagian sepertiga akhir masih kurang. Kami akan memperbaiki ini dalam pemusatan latihan. Saya sudah berbicara dengan pemimpin di grup ini,” katanya.

“Mereka harus terhubung untuk menutupi celah tersebut. Ini juga tentang waktu berlari di dalam kotak penalti, zona-zona yang harus kami serang. Jadi, kami akan siap,” lanjut pelatih berusia 50 tahun itu,.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online