Jakarta -
Asupan vitamin sangatlah diperlukan pejuang ASI untuk mendukung kebutuhan gizi, salah satunya adalah kandungan selenium. Yuk, cari tahu serba-serbi selenium dan ibu menyusui, mulai dari manfaat, dosis dan sumber terbaik yang bisa dipenuhi dalam asupan harian.
Selenium mungkin tidak terlalu familiar didengar sebagai bagian dari mineral penting untuk ibu menyusui. Padahal, selenium menjadi salah satu zat yang memberikan banyak manfaat lho, Bunda, untuk menunjang kesehatan selama masa menyusui.
Apa itu selenium?
Dari berbagai rangkaian vitamin penting untuk kesehatan tubuh ibu menyusui, selenium menjadi salah satunya, Bunda. Selenium merupakan mineral yang ditemukan secara alami di tanah, air, dan beberapa makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, selenium juga bisa ditambahkan ke beberapa makanan untuk meningkatkan nilai gizinya. Jika kesulitan memenuhinya secara langsung, suplemen selenium pun banyak tersedia di pasaran.
Selenium sendiri disebut sebagai mineral jejak. Artinya, tubuh hanya membutuhkan sedikit selenium untuk berfungsi dengan baik. Selain selenium, mineral jejak lainnya termasuk di antaranya tembaga dan yodium.
Pentingnya selenium untuk tubuh
Tubuh memang membutuhkan mineral selenium guna menunjang kesehatan dan fungsinya dengan baik. Ini karena selenium merupakan bagian penting dari protein yang dikenal sebagai selenoprotein.
Zat ini sangat penting untuk kesehatan dan bisa membantu mengendalikan stres oksidatif yakni ketika terlalu banyak radikal bebas beredar di tubuh, membantu sistem kekebalan tubuh, serta mendukung pembentukan DNA.
Selain itu, selenium juga membantu menyehatkan usus, membantu pengaturan tiroid, membantu fungsi otak, dapat membantu meringankan konsekuensi dari banyak penyakit kardiovaskular, dan berperan dalam kesehatan reproduksi, seperti dikutip dari laman Kinfertility.
6 Manfaat selenium untuk tubuh
Selenium memang begitu pentingnya bagi tubuh. Tidak heran, manfaat yang diberikan dari selenium pun sangatlah beragam, Bun. Berikut beberapa manfaatnya setelah selenium masuk ke dalam tubuh:
1. Mendukung sistem kekebalan tubuh
Ada banyak bukti bahwa selenium memang diperlukan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap berfungsi dengan baik. Ini dikarenakan selenium dapat meningkatkan jumlah sel darah putih dalam tubuh yang dibutuhkan untuk melawan penyakit dan infeksi.
2. Baik untuk kesehatan otak
Selenium diketahui dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan penelitian juga menunjukkan bahwa, bersama dengan antioksidan lainnya, selenium dapat meningkatkan daya ingat.
Dalam sebuah penelitian tahun 2011, pasien diberi sejumlah vitamin dan mineral termasuk vitamin C, seng, dan selenium untuk menilai dampaknya pada fungsi kognitif. Hasilnya, mereka yang mengadopsi suplementasi antioksidan aktif benar-benar menunjukkan skor daya ingat yang lebih baik.
3. Menyehatkan usus
Selenium juga diketahui dapat meningkatkan kesehatan usus, Bun. Sebuah tinjauan menyebutkan pentingnya selenium untuk menyeimbangkan flora mikroba di usus dan membantunya menghindari masalah kesehatan
4. Membantu kesehatan reproduksi
Selenium merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi baik pada laki-laki maupun perempuan. Pada perempuan, kekuatan antioksidan selenium dapat mendukung kesehatan rahim, dan selama kehamilan, selenium dapat menjaga pertumbuhan dan ekspresi gen janin, perkembangan kelenjar susu, dan pertumbuhan plasenta.
5. Mendukung kesehatan tiroid
Selenium sebagian besar disimpan di jaringan otot seseorang. Tetapi, kelenjar tiroid sebenarnya memiliki konsentrasi terbesar dari zat tersebut. Sebagian besar selenoprotein didistribusikan di kelenjar tiroid dan penting untuk berbagai tugas, termasuk metabolisme hormon tiroid, mengatur keseimbangan radikal bebas dan antioksidan, serta menjaga sel dalam keadaan stabil.
6. Bermanfaat sebagai antioksidan
Tubuh mengandung sejumlah molekul tidak stabil yang dikenal sebagai radikal bebas. Molekul-molekul ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui hal-hal seperti merokok, radiasi UV, dan polusi.
Namun, tubuh juga dapat menghasilkan antioksidan secara cukup agar menjaga radikal bebas tetap terkendali. Jika tidak, hal tersebut dapat menyebabkan stres oksidatif. Dalam hal ini, selenium merupakan antioksidan yang efektif di mana dapat melindungi tubuh dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas.
Berapa dosis selenium yang dibutuhkan per hari?
Kebutuhan selenium setiap orang memang berbeda satu sama lain ya, Bunda. Ini biasanya disesuaikan pada usia dan apakah mereka sedang hamil atau menyusui.
Untuk mereka yang berusia 14 tahun ke atas, disarankan untuk mendapatkan 55 mcg per hari. Jika sedang hamil, kebutuhan yang direkomendasikan yakni sekitar 60 mcg dan saat menyusui, tingkatan asupannya naik menjadi 70 mcg setiap harinya.
Ketahui sumber selenium terbaik
Memenuhi kebutuhan harian selenium bisa didapatkan dari asupan harian yang kaya gizi. Di antaranya kacang brasil yang per porsinya sekitar 6-8 butir kacang mengandung sekitar 544 mcg selenium.
Bunda juga bisa memenuhinya melalui ikan tuna sirip kuning dalam satu porsi sekitar 85 gr ikan ini mengandung 92 mcg selenium.
Jika ingin memenuhi dari sumber ikan lainnya, Bunda juga dapat memenuhinya lewat sarden kalengan yang per porsinya sekitar 85 gram mengandung 45 mcg selenium. Selain itu, Bunda juga bisa memilih udang (mengandung 40 mcg per porsi 85 gram), dan hati sapi (28 mcg per porsi 85 gram).
Oh iya, Bunda, jenis makanan laut dan jeroan lainnya juga cukup tinggi kandungan seleniumnya. Namun, dari unggas, biji-bijian, dan telur sudah dapat memberikan jumlah yang cukup bagi Bunda.
Suplementasi selenium juga bisa jadi pilihan terutama jika Bunda memiliki kadar selenium yang rendah. Namun, para ahli sendiri merekomendasikan bagi para ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan selenium utamanya dari makanan.
Saat menyusui, kebutuhan selenium menjadi lebih besar dari kehamilan. Ini dikarenakan selenium juga diberikan kepada bayi melalui ASI yang Bunda berikan. Itulah sebabnya Bunda perlu meningkatkan asupan selenium harian. Jadi, tetap semangat memilih asupan sehat serta kandungan makanan yang mengandung selenium untuk menunjang kesehatan tubuh dan asupan ASI ya, Bunda.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda. Tetap semangat mengASIhi!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
.png)
16 hours ago
10

















































