Kenapa Kucing Sering Mendekati Manusia? Ini Penjelasannya Menurut Islam

8 hours ago 7

Jakarta -

Kucing merupakan hewan peliharaan yang banyak disukai orang karena tingkah lakunya yang lucu dan menggemaskan. Kehadiran mereka di sekitar manusia sering kali membawa suasana hangat. Tak jarang, sebagian orang suka memanggil hewan ini untuk mendekat.

Namun, ada kalanya hewan ini tiba-tiba mendekat dengan sendirinya, bahkan kepada orang yang belum mereka kenal sekalipun. Hal ini kerap membuat orang bingung dan bertanya-tanya. Apakah ada dalil atau penjelasan tertentu menurut pandangan Islam tentang fenomena ini?

Alasan Kucing Mendekati Manusia Menurut Islam

Sebenarnya, tidak ada dalil khusus yang menjelaskan alasan kucing mendekati manusia. Meski demikian, manusia dianjurkan untuk memperlakukan kucing dengan baik ketika hal itu terjadi.

Kucing adalah hewan yang hanya mengandalkan insting, berbeda dengan manusia yang dikaruniai akal budi oleh Allah. Maka dari itu, sudah sepatutnya kita memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang sebagai bentuk menyayangi sesama makhluk ciptaan Allah, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar al-Haitami berikut:


وَيُسْتَحَبُّ إكْرَامُهُ وَيَجِبُ عَلَى مَالِكِهِ إطْعَامُهُ إنْ لَمْ يَسْتَغْنِ بِخَشَاشِ الْأَرْضِ

Artinya: "Dianjurkan memuliakan (merawat dengan sungguh) kucing. Dan wajib bagi pemiliknya memberikan makan kepadanya jikalau kucing itu tidak bisa mencari makan sendiri." (Al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra hal. 240).

Anjuran ini juga berkaitan dengan salah satu sifat sahabat nabi yang dikenal sangat menyayangi kucing. Ia adalah Abdurrahman bin Sakhr. Kecintaannya yang begitu besar kepada kucing membuatnya mendapat julukan Abu Hurairah yang berarti "Ayah dari Kucing Kecil".

Lebih lanjut, dalam buku Hafshoh dan Uba karya Aisyah Zakiyah, Rasulullah saw. bersabda:

ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

Artinya: "Kasihanilah siapa yang ada di bumi ini, niscaya kalian dikasihani oleh yang ada di langit." (HR. Tirmidzi 1924)

Hadis ini secara tidak langsung menekankan bahwa memperlakukan kucing dengan lembut saat mereka mendekat sama dengan mempraktikkan ajaran Rasulullah untuk mengasihi sesama makhluk bumi.

Kucing Dalam Pandangan Islam

Dalam Islam, kucing dianggap sebagai hewan yang suci dan tidak najis. Merujuk dari hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah saw. bersabda:


إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ

Artinya: "Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita." (HR. Bukhari)

Rasulullah saw. sendiri dikenal sangat menyayangi kucing. Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa Rasulullah pernah membiarkan kucing minum dari air yang hendak digunakan Nabi untuk berwudhu.

Hal ini juga menandakan bahwa kucing merupakan hewan yang bersih. Air liurnya pun dianggap tidak kotor dan bebas dari najis, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:

"Kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas sisa makanan, serta air liurnya adalah suci. Air liurnya bahkan bersifat membersihkan. Hidupnya lebih bersih dari manusia." (HR Malik)

Jadi, jika seekor kucing mendekat dan menjilat seseorang, hal tersebut tidaklah kotor. Bahkan, jilatannya juga tidak membatalkan wudhu karena air liurnya tidak tergolong najis.

(Astrid Riyani Atmaja/arm)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online