loading...
Novo Nordisk Indonesia memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan organisasi profesi kesehatan untuk mencegah obesitas serta meningkatkan layanan bagi anak. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Novo Nordisk Indonesia memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan organisasi profesi kesehatan untuk mencegah obesitas serta meningkatkan layanan bagi anak dengan diabetes tipe 1. Langkah tersebut dilakukan bertepatan dengan Hari Anak Nasional sebagai upaya menekan potensi kerugian ekonomi nasional yang diperkirakan mencapaiRp5.280 Triliun akibat kelebihan berat badan dan obesitas pada anak.
"Masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas kesehatan generasi mudanya. Oleh karena itu, segala upaya dan investasi untuk meningkatkan kesehatan anak harus dimulai sedini mungkin, mulai dari menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat hingga memastikan anak dengan diabetes tipe 1 memperoleh akses pengobatan yang tepat," kata Associate Director Market Access and Public Affairs Novo Nordisk Indonesia, Banarsono Trimandojo seperti dikutip pada Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Dokter Ungkap Merokok dan Obesitas Jadi Penyebab Utama Serangan Jantung di Usia Muda
Banarsono mengatakan investasi pada kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Menurut dia, pencegahan obesitas sejak dini dan penguatan layanan kesehatan bagi anak dengan diabetes tipe 1 menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi beban ekonomi pada masa depan.
Berdasarkan studi Cost of Inaction yang dilakukan bersama University of Lausanne, UNICEF Indonesia, dan Kementerian Kesehatan, kegagalan menerapkan kebijakan yang efektif dalam mencegah obesitas anak berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga USD294 miliar atau sekitar Rp5.280 triliun sepanjang masa hidup kelompok anak yang terdampak. Temuan tersebut sejalan dengan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menunjukkan hampir satu dari lima anak berusia 5–12 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Untuk menekan risiko tersebut, Novo Nordisk bersama UNICEF menjalankan kemitraan melalui tiga pilar utama, yakni penguatan bukti ilmiah, advokasi kebijakan, dan program intervensi berbasis sekolah. Salah satu hasilnya adalah implementasi sistem pelabelan gizi Nutri-Level melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/301/2026 guna membantu masyarakat memilih pangan yang lebih sehat.
Di tingkat lapangan, program "Petualangan Bergizi" yang terintegrasi dengan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) telah menjangkau sekitar 50.000 anak di sembilan provinsi. Program tersebut mencakup edukasi gizi, promosi aktivitas fisik, penyediaan pilihan makanan sehat di kantin sekolah, pengembangan kebun sekolah, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di layanan primer.
.png)

















































