loading...
Kesalehan seorang Muslim tidak hanya terlihat dari hubungan vertikalnya dengan Allah SWT, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan dan peduli terhadap sesama manusia. Foto ilustrasi/JIBI dok
Di tengah derasnya arus informasi dan kehidupan yang semakin individualistis, kepekaan terhadap kondisi orang lain menjadi tantangan tersendiri. Beragam persoalan sosial, mulai dari kesulitan ekonomi, musibah, hingga persoalan kemanusiaan, dapat dengan mudah ditemukan di sekitar kita. Namun, tidak semua orang tergerak untuk peduli.
Dalam situasi tersebut, Islam mengajarkan pentingnya membangun kepekaan sosial sebagai bagian dari kehidupan beragama. Ibadah seorang Muslim tidak hanya diwujudkan melalui salat, puasa dan membaca Al-Qur'an, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama.
Dalam Islam, ibadah memiliki cakupan yang luas. Hubungan seorang hamba dengan Allah SWT (habl min Allah) berjalan beriringan dengan hubungan manusia dengan sesama (habl min al-nas). Karena itu, kesalehan seseorang tidak hanya dapat dilihat dari rutinitas ibadah personal, tetapi juga dari bagaimana ia merespons orang lain yang sedang menghadapi kesulitan.
Allah SWT bahkan mengaitkan kepedulian sosial dengan keagamaan dalam Surah Al-Ma'un:
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
"Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin." (QS Al-Ma'un: 1-3)
Baca juga: Praktik Mindfulness dalam Islam, Melatih Kepekaan Sosial dan Menjaga Kesehatan Mental
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ajaran agama memiliki dimensi sosial. Keimanan tidak cukup hanya diwujudkan melalui ritual personal, tetapi juga perlu tercermin dalam kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
Kepekaan Sosial Bagian dari Keimanan
Kepekaan sosial dapat dipahami sebagai kemampuan untuk merasakan, memahami dan merespons kondisi orang lain dengan empati. Dalam Islam, kepedulian terhadap sesama memiliki landasan yang kuat. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa kehidupan seorang Muslim tidak semestinya bersifat individualistis. Seorang Muslim dituntut memiliki kepedulian terhadap kondisi saudaranya dan terdorong membantu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
.png)






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9337844/original/002418600_1788259594-0L5A0298.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4079792/original/044506900_1657030031-IMG_20220705_201041.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336928/original/052082000_1788222063-Gemini_Generated_Image_ctt9wmctt9wmctt9.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336758/original/034311900_1788175118-indo_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337949/original/038835400_1788266026-Muhammad_Isfandyar_Abdillah_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334902/original/057214100_1787904674-1000420049.jpg)


