Kisah Julaibib, Sahabat Miskin yang Rezekinya Berubah Setelah Menikah

10 hours ago 10

loading...

Julaibib dikenal sebagai salah satu prajurit Muslim yang ikut dalam peperangan. Meski demikian, kehidupannya jauh dari kemewahan bahkan bisa disebut miskin, akan tetapi Rasulullahlah yang menikahkan dia dengan seorang wanita dari keluarga kaya raya. Foto

Sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam ini bukanlah sosok yang gagah atau kaya. Bernama Julaibib dan ia bukanlah sosok yang diperhitungkan di tengah masyarakat Arab kala itu. Ia miskin, berwajah kurang rupawan, tidak memiliki rumah, harta, bahkan tidak jelas berasal dari kabilah mana.

Di tengah masyarakat yang kala itu sangat menjunjung tinggi nasab, kabilah, rupa dan kekayaan, kondisi tersebut membuat Julaibib kerap dipandang sebelah mata. Namun, Rasulullah SAW justru melihat sesuatu yang berbeda. Bagi Nabi, kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh harta, rupa maupun kedudukan sosial.

Bahkan, Rasulullah SAW pernah berusaha mencarikan jodoh untuk sahabatnya tersebut. Dari sinilah bermula kisah penuh hikmah tentang Julaibib yang akhirnya menikahi putri salah satu pemuka masyarakat.


Rasulullah Tawarkan Julaibib untuk Menikah

Julaibib dikenal sebagai salah satu prajurit Muslim yang ikut dalam peperangan. Meski demikian, kehidupannya jauh dari kemewahan.

Suatu hari, Rasulullah SAW mendatangi Julaibib dan bertanya:

“Julaibib, tidakkah kau ingin menikah?”

Julaibib tersenyum. Ia kemudian menjawab, “Siapakah orang yang ingin menikahkan putrinya denganku yang seperti ini, wahai Rasulullah?”

Baca juga: 5 Janji Allah tentang Rezeki Setelah Menikah, Jangan Takut Miskin

Rasulullah SAW kembali menanyakan hal yang sama. Julaibib pun memberikan jawaban serupa sembari tersenyum.

Namun, Rasulullah tidak menyerah.

Pada hari berikutnya, Nabi mengajak Julaibib mendatangi rumah salah seorang pemuka masyarakat. Sesampainya di sana, Rasulullah SAW menyampaikan maksud kedatangannya.

“Aku ingin melamar putri kalian.”

Mendengar perkataan Rasulullah, sang pemilik rumah tentu merasa sangat gembira. Namun, Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa lamaran tersebut bukan untuk dirinya.

“Jika bukan untukmu, wahai Rasulullah, lantas untuk siapa?” tanyanya.

“Untuk Julaibib,” jawab Rasulullah SAW.

Sang pemuka masyarakat pun terkejut.

“Julaibib?”

“Ya, untuk Julaibib,” tegas Rasulullah.

Ia kemudian meminta izin untuk membicarakan lamaran tersebut terlebih dahulu dengan istrinya.

Terkejut Mendengar Lamaran

Ketika sang ayah menyampaikan lamaran Rasulullah kepada istrinya, awalnya sang istri merasa sangat bahagia.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online