loading...
Jajaran Samsung Galaxy S26 Series resmi diperkenalkan secara global dengan mengusung kecerdasan buatan (AI) generasi ketiga yang diklaim lebih proaktif dan adaptif. Foto: Samsung Indonesia
SAN FRANSISCO - Ambisi Samsung untuk mempertahankan takhta di pasar ponsel pintar premium global kembali diuji lewat peluncuran Galaxy S26 Series pada Kamis (25/2/2026). Mengusung jargon “Galaxy AI Paling Intuitif”, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini seolah menabuh genderang perang di tengah stagnasi inovasi perangkat keras yang melanda industri smartphone selama beberapa tahun terakhir.
Di lanskap pasar 2026, konsumen makin kritis. Tren menunjukkan pembeli enggan mengeluarkan dana puluhan juta rupiah jika sekadar disodori pembaruan cip (chipset) dengan desain daur ulang.
Sadar akan hal ini, Samsung tak lagi sekadar berjualan spesifikasi mentah; mereka menjual apa yang diklaim sebagai asisten digital tak kasat mata.
Harga HP ini di Indonesia mulai dari Rp16.499.000 (Galaxy S26, 256 GB) hingga kasta tertinggi Rp31.999.000 (Galaxy S26 Ultra, 1 TB). Angka premium ini tak pelak menuntut pembuktian fungsionalitas absolut, bukan sekadar janji di atas kertas brosur.
Bagi kaum komuter urban yang saban hari menghabiskan waktu di jalan—misalnya mereka yang harus menempuh perjalanan pergi-pulang hingga 120 kilometer ke pusat kota setiap harinya—ponsel pintar dituntut memiliki daya tahan riil dan kemampuan menyortir beban kerja dengan cepat. Samsung mencoba menjawabnya melalui efisiensi daya dan manajemen termal baru.

Model tertingginya, Galaxy S26 Ultra, dipersenjatai cip eksklusif Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Klaim peningkatannya cukup fantastis: kinerja CPU naik 19 persen, GPU meningkat 24 persen, dan NPU (otak utama pemrosesan AI) melonjak hingga 39 persen.
Untuk menjinakkan panas dari chip gahar ini, disematkan Vapor Chamber berdesain baru.
Meski demikian, di saat model Ultra mendapat kasta tertinggi dari Qualcomm, varian Galaxy S26 dan S26+ reguler dikonfirmasi menggunakan chip Exynos 2600 buatan pabrik mereka sendiri.
Keputusan mempertahankan sistem "chip ganda" di seri yang sama ini kerap menjadi pisau bermata dua, memicu polemik mengenai kesetaraan performa dan efisiensi baterai antarvarian.
Di sektor fotografi yang selalu menjadi arena unjuk gigi, Galaxy S26 Ultra tampil beringas. Lensa utamanya mengusung resolusi 200 megapiksel (MP) dengan bukaan F1.4 yang lebih lebar untuk menangkap cahaya esktra, dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS) dan kemampuan pembesaran (zoom) 2x Kualitas Optik.

Lensa utama ini dikawal oleh kamera ultra-wide 50 MP (F1.9), serta sistem telefoto ganda: 50 MP (10x zoom kualitas optik, 5x zoom optik murni, OIS F2.9) dan 10 MP (3x zoom optik, OIS F2.4). Kamera depannya mengandalkan lensa 12 MP (F2.2).
Sementara itu, varian S26 dan S26+ mengalami penyusutan spesifikasi kamera. Keduanya dibekali kamera utama 50 MP (2x Kualitas Optik, OIS F1.8), ultra-wide 12 MP (F2.2), dan telefoto 10 MP (3x zoom optik, F2.4), dengan kamera depan identik 12 MP.
.png)

















































