Mengenal Badal Haji: Pengertian, Syarat dan Tata Cara Pelaksanaannya

9 hours ago 7

loading...

Badal Haji merupakan kegiatan menghajikan orang yang belum haji karena tidak mampu secara fisik. Seperti terkena penyakit atau meninggal sebelum menunaikan ibadah tersebut. Foto ilustrasi/ist

Istilah Badal Haji perlu diketahui dan dipahami oleh setiap umat muslim, supaya dalam praktiknya sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak salah kaprah.

Badal Haji merupakan kegiatan menghajikan orang yang belum haji karena tidak mampu secara fisik. Seperti terkena penyakit atau meninggal sebelum menunaikan ibadah tersebut.

Badal Haji ini umumnya dilakukan untuk mewakilkan atau menggantikan jemaah haji yang uzur secara jasmani dan rohani sehingga tidak dapat melaksanakan wukuf di Arafah .

Hadis yang berkaitan dengan badal haji ini salah satunya adalah riwayat dari Bukhari dan Muslim sebagai berikut.

"Dari Ibnu Abbas dari Al-Fadl: Seorang perempuan dari kabilah Khats'am bertanya kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, ayahku telah wajib haji, tapi dia sudah tua renta dan tidak mampu lagi duduk di atas kendaraan?' Jawab Rasulullah: Kalau begitu lakukanlah haji untuk dia!"

Baca juga: Bukan Sekadar Ibadah, Ini 11 Keutamaan Haji bagi Jamaah dan Keluarganya

Itulah mengapa badal haji ini diperbolehkan untuk dilakukan. Namun mewakili orang untuk menjalankan ibadah haji tidak boleh sembarangan dan harus sesuai syariat.

Syarat dan Hukum Badal Haji

Pada dasarnya empat ulama besar sepakat bahwa seseorang yang akan melakukan badal haji harus pernah menjalankan ibadah haji terlebih dahulu. Karena, bila belum menjalankan haji untuk dirinya, orang yang melakukan badal haji ini akan berdosa.

Hal tersebut berlandaskan hadis riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah berikut.

"Dari Ibnu Abbas pada saat melaksanakan haji, Rasulullah SAW mendengar seorang lelaki berkata, 'Labbaika 'an Syubrumah' Lalu Rasulullah bertanya, 'Siapa Syubrumah?' Lalu dijawab, 'Dia saudaraku atau kerabatku, wahai Rasulullah', jawab lelaki itu. 'Apakah kamu sudah pernah haji?' Rasulullah bertanya. 'Belum' jawabnya. 'Berhajilah untuk dirimu, lalu berhajilah untuk Syubrumah' lanjut Rasulullah."

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online