Pangeran Mohammed bin Salman Minta Bantuan AS untuk Serang Houthi, tapi Amerika Menolak

2 hours ago 3

loading...

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kanan) dilaporkan meminta bantuan AS untuk menyerang kelompok Houthi Yaman. Foto/SPA

RIYADH - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dilaporkan telah menelepon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dua kali pada hari Kamis dan mendesaknya untuk melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman. Upaya Riyadh minta bantuan Washington itu diungkap para pejabat Amerika kepada Axios.

Menurut laporan tersebut, Trump menolak permintaan Pangeran MBS, dan para pejabat AS menyatakan bahwa pemerintahannya tidak berniat mengambil tindakan militer langsung terhadap Houthi saat ini.

Baca Juga: Mengapa 'NATO Islam' Tak Menolong Arab Saudi dari Serangan Houthi Yaman?

Laporan tersebut diterbitkan pada hari Jumat atau beberapa jam sebelum AFP—mengutip seorang pejabat pemerintah setempat dan para saksi mata—melaporkan bahwa kelompok Houthi telah menguasai sebuah pulau di Laut Merah yang terletak di tengah jalur pelayaran Bab al-Mandeb. Hal ini memaksa militer pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi untuk mundur dan menandai keberhasilan upaya kelompok pemberontak tersebut dalam menguasai wilayah itu.

Menurut laporan Axios, telah terjadi perubahan sikap pihak Arab Saudi, dari sebelumnya menghadapi Houthi sendirian menjadi semakin gencar mencari dukungan AS. Namun, sejumlah sumber menyebutkan bahwa para pejabat militer dan sipil AS telah menyampaikan kepada pihak Riyadh bahwa Trump ingin tetap fokus pada Iran dan Selat Hormuz sembari menghindari pembukaan front konflik baru.

MBS, menurut laporan Axios, pertama kali menelepon Trump untuk memberikan informasi mengenai pergerakan maju Houthi menuju kota pesisir Mocha, lalu menelepon kembali beberapa jam kemudian untuk mendesak AS agar memerintahkan serangan. Kelompok Houthi yang didukung Iran kemudian merebut kota tersebut, sehingga memperkuat posisi tawar mereka atas Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

Trump menolak permintaan Arab Saudi tersebut, namun seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Axios bahwa AS akan memberikan data intelijen dan data penargetan terkait Houthi kepada pihak Riyadh.

Menurut pejabat tersebut, terdapat sekitar 200 personel militer AS yang saat ini berada di Arab Saudi untuk memberikan dukungan. "Amerika Serikat berfokus pada perlindungan kepentingan keamanan nasional utama kami—seperti menjamin kebebasan navigasi di Laut Merah," ujar seorang pejabat senior pemerintah AS kepada Axios.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online