Pemuda Muhammadiyah: Indonesia Bisa Jadi PenengahPerang AS-Israel dengan Iran

6 hours ago 6

loading...

Perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran semakin memanas dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Foto/Screenshot video Al Jazeera

JAKARTA - Perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran semakin memanas dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Sebagai anggota Board of Peace (BoP) dan BRICS, Indonesia bisa memainkan perannya sebagai penengah untuk mengurangi ketegangan.

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Hubungan Luar Negeri Emaridial Ulza menilai, Amerika Serikat terdesak begitu juga dengan Iran. Menurut Emaridial, perlu ada penengah dan Indonesia bisa menjadi bagian penting dengan menggalang pertemuan melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau dengan negara Timur Tengah lain sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

”Indonesia dalam posisi berada di Board of Peace bentukan Trump dan juga Indonesia bagian dari BRICS bisa menjadi penghubung walaupun tidak secara langsung minimal niat baik Presiden Prabowo sedikit mengurangi ketegangan dengan segala konsekuensi yang didapatkan,” katanya, Senin (9/3/2026).

Baca juga: Perang AS-Israel vs Iran Diprediksi Berlangsung Lama, Prabowo Bisa Maksimalkan BoP

Emaridial menyebut, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Iran sebagai The Loser of the Middle East dan menggambarkan Iran sudah menyerah kepada negara-negara tetangganya mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Pernyataan yang diunggah di platform Truth Social, tersebut dinilai tidak menganggambarkan situasi geopolitik yang sedang terjadi.

“Pernyataan tersebut tidak lebih dari sekadar retorika politik dan bukan gambaran nyata dari Timur Tengah saat pertempuran berkecamuk. Donald Trump memiliki kebiasaan komunikasi mengambil kemenangan sebagai pesan pertama untuk mencoba menekan lawan secara psikologis,” ujarnya.

Lihat video: Serangan Rudal Iran Picu Gelombang Ledakan Besar di Tel Aviv Israel

Akademisi Associate Professor Uhamka ini juga menyoroti, pernyataan Donald Trump yang mengatakan Iran telah meminta maaf dan menyerah kepada negara tetangga setelah serangan AS dan Israel, dan bahkan menyebut bahwa Iran bukanlah pengganggu Timur Tengah melainkan pecundang Timur Tengah. Serta memberikan ancaman Iran akan menghadapi pukulan sangat keras, membuka kemungkinan penargetan wilayah atau kelompok yang sebelumnya tidak masuk dalam target.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online