Prabowo Tiba di Halim usai Lawatan dari Jepang-Korea Selatan

1 day ago 3

PRESIDEN Prabowo Subianto merampungkan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan. Prabowo tiba di Tanah Air pada Kamis dini hari, 2 April 2026.

Kepala Negara dan rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dari bawah tangga pesawat kepresidenan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut ketibaan Prabowo. Selain itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra juga menyambut kedatangan Presiden.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kemudian, ada pula Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayor Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha.

Siaran langsung dari YouTube Sekretariat Presiden menampilkan Prabowo berjabat tangan dengan pejabat yang menyambutnya. Prabowo sempat berbincang dengan Glenny selama beberapa saat, sebelum masuk ke dalam mobil kepresidenan.

Mobil SUV Maung berwarna putih dengan pelat RI 1 itu kemudian meninggalkan Landasan Udara Halim Perdanakusuma.

Presiden Prabowo memulai rangkaian kunjungan kenegaraannya di Jepang pada 29-31 Maret 2026. Di Tokyo, Jepang, Prabowo bertemu Kaisar Jepang Naruhito yang mengundang Prabowo di Istana Kekaisaran. Ia juga melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Takaichi menjamu delegasi Presiden di Istana Akasaka, Tokyo.

Selain itu, Presiden juga menghadiri forum bisnis Indonesia-Jepang yang menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama senilai US$ 23,63 miliar atau sekitar Rp 401,71 trillun.

Prabowo kemudian melanjutkan lawatannya ke Republik Korea. Pada Rabu pagi, 1 April 2026, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Gedung Biru atau Istana Kepresidenan Republik Korea, Seoul.

Presiden Prabowo dan Presiden Lee menyepakati perluasan kemitraan komprehensif Indonesia-Republik Korea ke tingkat tertinggi, yakni menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus. Keduanya menyetujui peningkatan kerja sama di berbagai sektor, termasuk ekonomi, pertahanan, dan akal imitasi (AI).

Lalu, Prabowo juga menyaksikan penandatanganan 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara lembaga pemerintah, hingga 17 MoU antara pelaku bisnis kedua negara senilai US$ 10,268 miliar atau sekitar Rp 174 triliun.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online