Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dapat Medali Dag Hammarskjold

1 day ago 3

Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian di Libanon akan menerima kenaikan pangkat luar biasa operasi selain perang anumerta (OMSPA) dari Panglima TNI Agus Subiyanto serta medali Dag Hammarskjold.

Merujuk situs Kepolisian PBB, Medali Dag Hammarskjold adalah penghargaan yang diberikan PBB kepada personel penjaga perdamaian yang gugur saat menjalankan tugas dan misi perdamaian. Nama medali ini diambil dari nama Dag Hammarskjold, Sekretaris Jenderal ke 2 PBB ke-2 yang tewas dalam kecelakaan pesawat ketika menjalankan misi perdamaian di Afrika pada 1961.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Selain itu, Agus mengatakan keluarga prajurit yang ditinggalkan juga akan menerima gaji terusan selama 12 bulan ke depan meliputi gaji pokok, uang lauk pauk, dan tunjangan jabatan. “Keluarga juga diberikan pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan,” kata Agus melalui keterangan tertulis pada Rabu, 1 Maret 2026. 

Di luar itu, Agus menyampaikan keluarga tiga prajurit yang gugur juga berhak mendapatkan santunan. Santunan yang diberikan tersebut terdiri atas tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, beasiswa untuk dua anak, santunan kematian dari PBB, sampai santunan gugur dari perbankan. Nilai santunan untuk masing-masing keluarga yaitu sebanyak Rp 1,8 miliar. 

Sebelumnya, tiga prajurit TNI gugur dan lima lainnya terluka dalam dua insiden terpisah di Lebanon Selatan pada 29–30 Maret 2026. Ketiga personel yang tewas antara lain antara lain Kapten Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.

Insiden pertama terjadi di wilayah Adchit al-Qusayr saat ledakan proyektil menghantam area pasukan United Nations Interim Force in Lebanon dan menewaskan satu prajurit yaitu Praka.

Sehari berselang, ledakan kembali terjadi di dekat Bani Hayyan dan menghantam kendaraan patroli, menewaskan Zulmi dan Nur Ikhwan. Rangkaian serangan tersebut menegaskan meningkatnya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian Indonesia di kawasan konflik tersebut.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online