Puasa Arafah 2026: Jadwal, Niat, Tata Cara, Hukum dan Keutamaan

12 hours ago 11

Puasa Arafah 2026 menjadi salah satu amalan sunah yang banyak dinantikan umat Muslim menjelang Idul Adha. Tidak sedikit dari Bunda yang mulai mencari informasi lengkap seputar jadwal, niat, hingga tata cara menjalankan ibadah ini dengan benar.

Mengetahui kapan puasa Arafah 2026 sangat penting agar pelaksanaannya sesuai dalam kalender Hijriah. Selain mendatangkan pahala besar, puasa sunah ini juga dikenal memiliki keutamaan luar biasa bagi umat Islam yang mengerjakannya.

Dalam artikel ini, Bunda akan menemukan panduan lengkap mengenai puasa Arafah 2026, mulai dari hukum, bacaan niat puasa Arafah, tata cara, hingga manfaat spiritualnya. Dengan penjelasan yang ringkas dan mudah dipahami, ibadah puasa Arafah 2026 pun dapat dijalani dengan lebih tenang dan khusyuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa itu puasa Arafah? 

Mengutip dari buku Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari oleh K.H. Muhammad Habibillah, puasa Arafah merupakan ibadah puasa sunah yang dikerjakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, tepat saat jemaah haji sedang menjalani wukuf di Padang Arafah. Karena berlangsung bersamaan dengan salah satu rangkaian puncak ibadah haji, puasa sunah ini memiliki makna yang sangat istimewa bagi umat Islam.

Pelaksanaan puasa Arafah dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan amalan ini karena memiliki keutamaan besar, sehingga banyak umat Muslim memanfaatkannya sebagai momen untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jadwal puasa Arafah 2026

Bagi Bunda yang mulai mencari tahu puasa Arafah 2026 tanggal berapa, ibadah sunah ini diperkirakan dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026. Menurut situs detikcom, penentuan tersebut mengacu pada perkiraan Hari Raya Idul Adha 1447 H yang dalam Kalender Hijriah Kementerian Agama RI diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, sehingga puasa Arafah dilakukan sehari sebelumnya, tepat pada 9 Zulhijah.

Meski demikian, jadwal puasa Arafah 2026 tersebut masih dapat berubah karena pemerintah tetap akan menetapkan awal Zulhijah melalui sidang isbat. Oleh sebab itu, Bunda sebaiknya tetap menunggu pengumuman resmi agar pelaksanaan puasa Arafah 2026 sesuai dengan ketetapan yang berlaku.

Hukum puasa Arafah

Dalam buku Rahasia Fikih Puasa karya Mohammad Hafid LC M.H.,  dijelaskan bahwa hukum puasa Arafah termasuk sunah. Artinya, umat Muslim akan memperoleh pahala apabila menjalankannya, tetapi tidak berdosa jika tidak melaksanakannya.

Keutamaan puasa Arafah 2026 juga disebutkan dalam hadits riwayat Muslim berikut ini:

“عن أبي قتادة قال : إن النبي صلى الله سئل عن صوم يوم عرفة فقال: يكفر السنة الماضية والسنة الباقية”

Artinya: "Dari Abi Qatadhah berkata: sesungguhnya Nabi besar Muhammad saw pernah ditanya tentang puasa hari arafah, beliau bersabda: ia dapat membebaskan dosa lalu dan dosa yang akan datang." (HR. Muslim 1162).

Meski memiliki banyak keutamaan, hukum puasa Arafah hanya dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sementara itu, jemaah haji tidak disunahkan berpuasa karena Rasulullah SAW juga tidak melaksanakannya saat berhaji, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Bukhari dan Muslim.

Selain agar tubuh tetap kuat menjalani rangkaian ibadah haji, waktu wukuf di Arafah juga lebih dianjurkan diisi dengan doa dan ibadah lainnya yang memiliki pahala besar. Karena itulah, hukum puasa Arafah bagi jemaah haji tidak disunahkan, sedangkan bagi Muslim yang tidak berhaji sangat dianjurkan untuk mengerjakannya.

Niat puasa Arafah 2026 lengkap Arab, Latin, dan artinya

Sebelum melakukan ibadah apapun itu, umat Muslim dianjurkan untuk membaca niat terlebih dahulu. Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah yang harus diucapkan niatnya.

Dilansir dari Buku Pintar Muslim dan Muslimah karya Rina Ulfatul Hasanah, berikut ini niat puasa Arafah 2026 yang bisa Bunda lafalkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةٌ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu ṣauma 'arafata sunnatan lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat puasa Arafah, sunah karena Allah ta'ala."

Tata cara puasa Arafah yang benar

Puasa Arafah 2026 dilaksanakan mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam, sama seperti puasa sunah maupun wajib pada umumnya. Agar ibadah puasa berjalan lebih nyaman dan sesuai anjuran, Bunda juga perlu memahami tata cara puasa Arafah dengan tepat.

Berikut ini adalah tata cara puasa Arafah yang akan dilakukan pada 9 Dzulhijjah:

  1. Membaca niat puasa Arafah pada malam hari atau sebelum Subuh.
  2. Makan sahur sebagai salah satu sunah puasa agar tubuh lebih kuat menjalani puasa seharian dan mendapatkan keberkahan.
  3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri.
  4. Berbuka saat waktu Magrib telah tiba atau saat matahari terbenam.

Keutamaan puasa Arafah dalam Islam

Seperti ibadah-ibadah lainnya, puasa Arafah juga memiliki sejumlah keutamaan besar bagi yang melakukannya. Mengutip dari Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-Hari karya KH. Muhammad Habibillah, berikut keutamaan puasa Arafah bagi umat Islam yang melaksanakannya:

1. Diampuni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang

Puasa Arafah dikenal sebagai salah satu amalan sunah yang memiliki pahala besar. Ibadah ini dipercaya menjadi jalan untuk memperoleh pengampunan dosa selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang. Keutamaan tersebut dijelaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sejumlah hadis berikut:

وَسُبِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ.

Artinya: "Dan beliau (Rasulullah) ditanya mengenai puasa pada hari Arafah, maka beliau menjawab, 'Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang'." (HR Muslim)

Hadis lain juga menyebutkan besarnya keutamaan puasa Arafah sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنَّهُ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ.

Artinya: "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim)

2. Terbebas dari api neraka

Menjalankan puasa Arafah dipercaya membawa keutamaan besar bagi umat Muslim, salah satunya menjadi jalan untuk mendapatkan perlindungan dan terbebas dari siksa api neraka. Keistimewaan hari Arafah bahkan disebut langsung oleh Rasulullah SAW sebagai waktu ketika Allah SWT paling banyak memberikan pembebasan kepada hamba-Nya dari neraka dibanding hari-hari lainnya.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ.

Artinya: "Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah." (HR Muslim)

3. Doa yang paling baik

Hari Arafah dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan doa. Pada hari istimewa ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah karena doa-doa yang dipanjatkan memiliki keutamaan besar. Tak hanya itu, menjalankan puasa Arafah juga dijanjikan pahala yang begitu mulia.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan tentang keutamaan doa di hari Arafah. Beliau bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Artinya: "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan, sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan, 'La ilaha illallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syaiin qadir' (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah, kecuali Allah semata; tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)." (HR Tirmidzi)

Siapa saja yang dianjurkan menjalankan puasa Arafah?

Puasa Arafah 2026 menjadi salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Ibadah ini dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Banyak umat Islam memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Selain memiliki nilai pahala yang besar, puasa Arafah juga dipercaya membawa banyak keutamaan bagi orang yang menjalankannya dengan ikhlas. Amalan sunah pada puasa Arafah 1447 H ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus menyambut datangnya Idul Adha dengan hati yang lebih bersih dan penuh ketakwaan. Dengan demikian, umat Muslim yang tidak sedang haji sangat dianjurkan untuk puasa Arafah.

Apakah orang yang sedang haji boleh puasa Arafah?

Bagi jemaah haji, para ulama umumnya berpendapat bahwa puasa Arafah tidak disunahkan karena dapat mengurangi stamina saat menjalani wukuf di Arafah. Meski demikian, dalam buku Syarah Fathal Qarib Diskursus Ubudiyah Jilid Satu susunan Tim Pembukuan Mahad Al-Jamiah Al-Aly UIN dijelaskan bahwa jemaah haji yang berniat mengakhirkan waktu wukuf hingga malam hari tetap diperbolehkan berpuasa selama tidak ada keraguan mengenai tanggal yang sedang dijalani, apakah 9 atau 10 Zulhijah.

Apabila masih terdapat keraguan terkait penentuan tanggal, maka puasa tidak dianjurkan, termasuk jika diniatkan sebagai puasa qadha maupun kafarat sebagaimana pendapat al-Ramli. Namun, Al Jaujari memiliki pandangan berbeda yang membolehkan jemaah haji tetap menjalankan puasa meskipun berada dalam kondisi ragu.

Ali Musthafa Siregar dalam buku Fikih Puasa juga menjelaskan beberapa ketentuan mengenai pelaksanaan puasa Arafah bagi jemaah haji, di antaranya:

  1. Jemaah haji yang telah berada di Arafah sejak siang hari dianjurkan untuk tidak menjalankan puasa. Bahkan, sebagian ulama menilai berpuasa dalam kondisi tersebut hukumnya makruh karena dikhawatirkan mengurangi kekuatan saat beribadah.
  2. Apabila jemaah haji tiba di Arafah pada malam hari tetapi masih dalam keadaan safar atau sedang sakit, maka hukumnya sama seperti yang datang pada siang hari, yaitu tidak disunahkan berpuasa.
  3. Sementara itu, jemaah yang sampai di Arafah pada malam hari dalam kondisi sehat dan tidak sedang musafir tetap dianjurkan melaksanakan puasa Arafah 2026 atau puasa Arafah 1447 H.

Perbedaan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah

Melansir dari laman Baznaz, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah merupakan amalan sunah yang dikerjakan pada bulan Dzulhijjah. Kedua ibadah ini memiliki keutamaan besar bagi umat Muslim yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilakukan sehari setelahnya, yaitu 9 Dzulhijjah. Menjelang puasa Arafah 2026, banyak dari Bunda yang mulai mencari jadwal dan tata cara pelaksanaannya agar ibadah sunah yang satu ini tidak terlewat.

Puasa Tarwiyah berkaitan dengan persiapan jemaah haji sebelum menjalani wukuf di Padang Arafah. Amalan sunah ini juga dipercaya menjadi salah satu ibadah yang dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.

Sementara itu, puasa Arafah dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Keutamaannya sangat besar karena diyakini dapat menghapus dosa dua tahun sekaligus mendatangkan ampunan serta rahmat Allah SWT.

Amalan yang dianjurkan pada hari Arafah selain puasa

Hari Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dipercaya umat Muslim sebagai hari baik karena bertepatan dengan momen jemaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah. Oleh karena itu, umat Muslim yang tidak melaksanakan haji dianjurkan untuk puasa Arafah Mei 2026.

Selain puasa Arafah, ada juga amalan-amalan lainnya yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari Arafah tiba. Adapun amalan lain yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

1. Perbanyak berdoa

Umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan hari Arafah dengan memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT. Pasalnya, hari tersebut disebut sebagai salah satu waktu paling utama untuk memanjatkan doa agar lebih mudah dikabulkan.

Anjuran ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Syu'aib dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

Artinya: "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR Tirmidzi, hasan menurut Syekh Al-Albani)

2. Membaca doa Arafah

Di antara amalan yang dianjurkan saat Hari Arafah, terdapat satu doa yang memiliki keutamaan besar untuk sering dibaca. Doa ini memuat pengagungan kepada Allah SWT dan berasal dari hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi. Berikut lafaznya:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Arab latin: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, Zat yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Di tangan-Nyalah segala kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR Ahmad & Tirmidzi, dari Kakek Amir bin Syu'aib).

3. Puasa Arafah

Bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, menjalankan puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan. Ibadah yang dilakukan pada 9 Zulhijah ini memiliki keutamaan besar, yakni menjadi jalan pengampunan dosa dari Allah SWT, baik untuk kesalahan di masa lalu maupun yang akan datang.

Adapun hadits yang menyatakannya adalah sebagai berikut:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ ؛ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً، وَصَوْمُ عَاشُوْرَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Artinya: "Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharam) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

4. Perbanyak takbir tiap selesai salat

Saat menjalani wukuf di Padang Arafah, umat Muslim yang menunaikan ibadah haji dianjurkan untuk lebih sering melafalkan bacaan talbiyah serta takbir. Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa takbir mulai dibaca sejak selepas Subuh pada 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan Hari Arafah, dan terus dilantunkan sampai berakhirnya hari-hari tasyrik.

'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata, "Kami pagi-pagi bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari Mina menuju Arafah, di antara kami ada yang bertalbiyah dan di antara kami ada yang bertakbir." (HR Muslim)

5. Meningkatkan ibadah dan amal saleh 

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk waktu yang paling istimewa di sisi Allah SWT. Pada hari-hari tersebut, setiap amal kebaikan yang dilakukan umat Muslim memiliki keutamaan besar dan sangat dicintai oleh-Nya, termasuk amalan di hari Arafah. Rasulullah SAW bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ

Artinya: "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah)." (HR Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)

Hal yang membatalkan puasa Arafah

Puasa Arafah 2026 akan dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah sebelum Hari Raya Idul Adha dimulai. Layaknya ibadah puasa lainnya, puasa Arafah juga bisa batal jika Bunda melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Berikut ini hal-hal yang bisa membatalkan puasa dan wajib Bunda hindari saat melaksanakan puasa Arafah:

  • Makan dan minum 
  • Muntah dengan sengaja
  • Berhubungan badan suami-istri
  • Sengaja mengeluarkan sperma
  • Memasukkan sesuatu ke dalam rongga mulut
  • Keluar darah haid atau nifas

Bunda, itulah penjelasan lengkap mengenai puasa Arafah. Semoga informasi ini bisa membantu Bunda dan keluarga dalam mempersiapkan ibadah puasa Arafah dan ibadah lainnya dengan baik dan benar. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online