Samsung Tambah Produksi Galaxy Z Fold8 hingga 1 Juta Unit

12 hours ago 4

Selular.ID – Samsung Electronics dilaporkan menambah target produksi Galaxy Z Fold8 sekitar 1 juta unit setelah permintaan awal terhadap ponsel lipat tersebut melampaui perkiraan.

Penambahan produksi itu disebut dilakukan melalui pemesanan komponen tambahan kepada pemasok, menyusul tingginya angka pre-order Galaxy Z Fold8 di sejumlah pasar setelah diperkenalkan pada 22 Juli 2026.

Laporan mengenai tambahan produksi tersebut berasal dari media Korea Selatan ETNews dan dikutip sejumlah media teknologi.

Sebelumnya, Samsung dilaporkan menetapkan target produksi sekitar 2,8 juta unit Galaxy Z Fold8 untuk 2026.

Jika tambahan sekitar 1 juta unit terealisasi, volume produksi model tersebut akan berada di kisaran 3,8 juta unit. Samsung sendiri belum mengumumkan secara resmi perubahan target produksi tersebut.

Permintaan awal terhadap Galaxy Z Fold8 memang menunjukkan performa kuat.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Di Korea Selatan, Samsung mencatat 1,44 juta pre-order untuk seri Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Galaxy Z Flip8 selama periode 28 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Samsung menyebut angka itu sebagai rekor pre-order tertinggi untuk seri smartphone Galaxy di pasar domestiknya.

Galaxy Z Fold8 Jadi Model dengan Target Produksi Terbesar

Sebelum kabar penambahan produksi muncul, Galaxy Z Fold8 memang sudah mendapat alokasi produksi lebih besar dibandingkan dua model foldable Samsung lainnya.

Menurut laporan industri yang dikutip ETNews, Samsung sebelumnya mengalokasikan sekitar 2,8 juta panel untuk Galaxy Z Fold8.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan sekitar 2 juta unit untuk Galaxy Z Fold8 Ultra dan 1,5 juta unit untuk Galaxy Z Flip8.

Pada tahap awal, Samsung disebut menyiapkan volume produksi Fold8 dan Fold8 Ultra dalam jumlah yang relatif berimbang, kemudian menyesuaikannya berdasarkan perkembangan penjualan.

Strategi tersebut berkaitan dengan perubahan desain Galaxy Z Fold8. Berbeda dari generasi sebelumnya, Samsung menghadirkan Fold8 dengan format layar utama berasio 4:3.

Desain ini membuat perangkat lebih lebar ketika dibuka dan ditujukan untuk meningkatkan pengalaman menikmati konten, membaca, serta menggunakan aplikasi pada layar besar.

Samsung memperkenalkan Galaxy Z Fold8 bersama Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Flip8 pada Galaxy Unpacked di London, 22 Juli 2026.

Perusahaan membagi ketiga perangkat berdasarkan kebutuhan pengguna. Fold8 diarahkan untuk pengalaman konten, Fold8 Ultra untuk produktivitas dan performa premium, sedangkan Flip8 mempertahankan konsep perangkat lipat yang lebih ringkas.

Presiden dan CEO Samsung Electronics sekaligus Head of Mobile eXperience (MX) Business, TM Roh, sebelumnya mengatakan lini Galaxy Z generasi terbaru ditujukan untuk mencapai rekor penjualan foldable Samsung.

Menurutnya, Galaxy Z Fold8 membawa potensi permintaan baru melalui format 4:3 yang berbeda dari lini Fold sebelumnya.

Samsung belum menyampaikan target penjualan global secara spesifik. Namun, perusahaan menyatakan Galaxy Z8 Series menjadi bagian dari upaya memperluas pasar ponsel lipat melalui tiga perangkat dengan karakter berbeda.

Pre-order Samsung Tembus Rekor

Data pre-order di Korea Selatan menjadi salah satu indikator yang melatarbelakangi laporan kenaikan produksi tersebut.

Samsung membuka pre-order Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8 di Korea Selatan pada 28 Juli hingga 3 Agustus, sebelum penjualan resminya dimulai 7 Agustus 2026.

Selain mencatat total 1,44 juta pre-order untuk seluruh seri, laporan mengenai distribusi pesanan menunjukkan Galaxy Z Fold8 mendapat porsi besar dari permintaan tersebut.

Sejumlah laporan industri menyebut model Fold8 menyumbang sekitar 70% dari pre-order di Korea Selatan, meski angka tersebut berasal dari laporan media, bukan pengumuman global Samsung.

Di pasar Eropa, Samsung juga melaporkan peningkatan minat terhadap lini Galaxy Z8. Galaxy Z Fold8 disebut menyumbang sekitar 40% dari seluruh pre-order Galaxy Z di kawasan tersebut.

Sementara gabungan pre-order Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra meningkat sekitar 70% dibandingkan generasi Galaxy Z Fold7 di periode yang sebanding.

Angka-angka tersebut penting karena Galaxy Z Fold8 membawa perubahan bentuk yang cukup jelas pada lini Fold.

Samsung menggunakan rasio layar utama 4:3, sementara layar cover berukuran 5,5 inci dan layar utama 7,6 inci.

Perusahaan menyebut format tersebut dirancang untuk memberikan area tampilan yang lebih sesuai untuk konten dan penggunaan layar besar.

Samsung juga membuat perangkat lebih ringan dibandingkan generasi sebelumnya. Galaxy Z Fold8 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dan baterai silicon-carbon berkapasitas 4.800mAh.

Kamera belakangnya terdiri dari kamera utama 50MP dan kamera ultra-wide 50MP, sementara Samsung turut membekali perangkat dengan fitur perekaman video profesional seperti LOG Video, Cinematic LUT, dan APV HDR.

Produksi Bertambah di Tengah Persaingan Foldable

Penambahan target produksi Galaxy Z Fold8 juga berlangsung ketika Samsung memperluas strategi foldable melalui tiga model sekaligus. Sebelumnya, portofolio utamanya hanya terdiri dari lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip.

Galaxy Z Fold8 Ultra kini menempati posisi tertinggi dengan layar utama 8 inci dan fitur yang lebih diarahkan pada produktivitas.

Sementara Galaxy Z Fold8 menggunakan pendekatan yang berbeda dengan bentuk lebih lebar dan rasio 4:3. Galaxy Z Flip8 tetap mengisi kategori perangkat lipat yang lebih kompak.

Samsung mengatakan pendekatan tersebut dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin beragam.

Dalam keterangan saat peluncuran, perusahaan menempatkan Fold8 sebagai perangkat untuk menikmati konten secara lebih imersif, sedangkan Fold8 Ultra ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan produktivitas dan performa tingkat tinggi.

Dari sisi bisnis, perubahan alokasi produksi juga memungkinkan Samsung menyesuaikan pasokan berdasarkan respons pasar.

ETNews sebelumnya melaporkan bahwa Samsung memang menyiapkan skema untuk mengubah rasio produksi antar-model berdasarkan performa penjualan setelah peluncuran.

Samsung juga menghadapi persaingan yang semakin ketat di segmen ponsel lipat.

Produsen smartphone China terus memperkenalkan perangkat dengan desain lebih tipis dan ringan, sementara Apple diperkirakan memasuki pasar foldable pada 2026.

ETNews mencatat bahwa Samsung melihat masuknya pemain baru sebagai faktor yang dapat memperluas pasar foldable secara keseluruhan.

Untuk pasar Indonesia, Galaxy Z Fold8 sudah tersedia dalam program pre-order melalui Samsung Indonesia hingga 13 Agustus 2026.

Perangkat ditawarkan dalam konfigurasi 12GB/256GB seharga Rp28.499.000, 12GB/512GB seharga Rp32.499.000, serta 16GB/1TB seharga Rp40.499.000.

Laporan mengenai tambahan produksi 1 juta unit masih berada pada level informasi rantai pasok dan belum menjadi pengumuman resmi Samsung.

Jika terealisasi, tambahan tersebut akan meningkatkan produksi Galaxy Z Fold8 dari target awal sekitar 2,8 juta unit menjadi sekitar 3,8 juta unit untuk 2026.

Sementara itu, Samsung telah mengonfirmasi tingginya permintaan awal melalui rekor pre-order seri Galaxy Z8 di Korea Selatan dan peningkatan pemesanan di sejumlah pasar.

Baca Juga: Samsung Beberkan Filosofi Desain Humanis di Galaxy Z Series dan Galaxy Watch Terbaru

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online