Spesifikasi Kapal Induk Garibaldi, Raksasa Laut Milik Indonesia

9 hours ago 9

loading...

Kapal induk Giuseppe Garibaldi. Foto/seaforces.org

JAKARTA - Nama Giuseppe Garibaldi kembali menjadi perhatian setelah kapal induk ringan milik Italia tersebut masuk dalam rencana pengalihan kepada Indonesia. Kapal bernomor lambung C551 ini bukan kapal induk raksasa seperti kapal kelas Nimitz atau Gerald R. Ford milik Amerika Serikat. Namun, selama puluhan tahun Garibaldi menjadi salah satu kapal penting dalam kekuatan laut Italia.

Menariknya, kapal yang dibangun pada era 1980-an ini memiliki kombinasi kemampuan yang cukup unik. Kapal induk ini mampu membawa pesawat tempur lepas landas pendek dan mendarat vertikal, mengoperasikan helikopter, menjalankan fungsi komando, serta memiliki persenjataan untuk mempertahankan diri.

Lalu seperti apa sebenarnya spesifikasi kapal induk Garibaldi?

1. Panjang 180 Meter, Bobot Hampir 14.000 Ton

Giuseppe Garibaldi (C 551) dibangun di galangan Monfalcone, Italia. Peletakan lunas dilakukan pada 26 Maret 1981 dan kapal diluncurkan pada 4 Juni 1983. Garibaldi kemudian masuk dinas Angkatan Laut Italia pada 30 September 1985.

Menurut data resmi Marina Militare, kapal ini memiliki panjang 180,2 meter. Lebarnya mencapai 23,4 meter pada garis air dan sekitar 30,4 meter pada dek penerbangan. Sarat airnya sekitar 6,7 meter.

Dalam kondisi penuh, displacement Garibaldi tercatat sekitar 13.850 ton. Setelah modernisasi, sejumlah sumber mencatat bobotnya dapat mencapai sekitar 14.150 ton.

Angka tersebut menunjukkan Garibaldi sebenarnya tergolong kapal induk ringan. Ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan kapal induk Amerika Serikat yang bobotnya bisa mencapai lebih dari 100.000 ton.

Namun justru ukuran yang relatif kompak menjadi salah satu karakteristik Garibaldi. Kapal ini dirancang untuk menjalankan berbagai misi tanpa membutuhkan ukuran kapal induk superbesar.

2. Ditenagai Empat Turbin Gas LM2500

Untuk menggerakkan kapal seberat belasan ribu ton tersebut, Garibaldi menggunakan sistem COGAG (Combined Gas and Gas).

Mesinnya terdiri dari empat turbin gas Fiat/General Electric LM2500. Total tenaga yang dihasilkan mencapai sekitar 60,4 MW atau lebih dari 80.000 tenaga kuda.

Tenaga tersebut disalurkan melalui dua poros menuju baling-baling kapal. Kecepatan maksimumnya mencapai sekitar 30 knot, atau sekitar 56 kilometer per jam. Sementara jarak jelajahnya mencapai sekitar 7.000 mil laut pada kecepatan 20 knot.

Dengan kemampuan tersebut, Garibaldi bukan kapal yang lambat. Untuk sebuah kapal induk ringan, kecepatan 30 knot memberikan fleksibilitas cukup besar ketika kapal harus berpindah kawasan operasi.

3. Bisa Membawa Hingga 18-20 Pesawat

Inilah bagian paling menarik dari Garibaldi.

Kapal ini dirancang sebagai light aircraft carrier dengan kemampuan mengoperasikan pesawat STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing) dan berbagai jenis helikopter.

Dalam konfigurasi operasionalnya, Garibaldi dapat membawa sekitar 18-20 pesawat, tergantung jenis dan konfigurasi misi. Marina Militare menyebut sejumlah jenis pesawat yang dapat dioperasikan antara lain AV-8B Plus Harrier II, EH101, SH90A dan AB212.

AV-8B Harrier II menjadi salah satu pesawat paling penting dalam sejarah operasional Garibaldi. Pesawat ini memiliki kemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal sehingga tidak membutuhkan catapult seperti yang digunakan kapal induk besar Amerika Serikat.

Dek penerbangannya memiliki panjang sekitar 173,8 meter.

Konsep inilah yang membuat Garibaldi menarik. Kapal tidak perlu memiliki ukuran seperti kapal induk superbesar untuk membawa pesawat tempur. Pesawat STOVL memungkinkan operasi penerbangan dilakukan dari kapal dengan dek yang relatif pendek.

4. Bukan Sekadar Kapal Pembawa Pesawat

Garibaldi sejak awal tidak dirancang hanya sebagai “bandara terapung”.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online