Top 10 Vendor Smartphone di India Q1 2026, IDC: Segmen Bawah Anjlok 59%

3 hours ago 1

Selular.ID – Pasar smartphone India mencatat penurunan pengiriman sebesar 4,1 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal pertama 2026 menjadi 31 juta unit, menurut laporan terbaru International Data Corporation (IDC) melalui Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker.

Meski pasar melemah, vivo tetap mempertahankan posisi sebagai vendor smartphone terbesar di India selama periode tersebut.

IDC menyebut perlambatan pasar dipengaruhi kenaikan harga komponen memori global yang mendorong harga perangkat menjadi lebih mahal.

Kondisi tersebut membuat permintaan konsumen, khususnya di segmen entry-level, ikut tertekan setelah periode belanja akhir tahun dan musim festival di India berakhir.

Laporan IDC menunjukkan rata-rata harga jual smartphone atau average selling price (ASP) di India naik 10,4 persen YoY hingga menyentuh rekor baru US$302.

Kenaikan ini terjadi seiring berkurangnya agresivitas promosi dan diskon dari vendor akibat meningkatnya biaya produksi perangkat.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

vivo masih memimpin pasar smartphone India dengan pangsa sekitar 19,6 persen. Posisi kedua ditempati Samsung dengan pangsa 17,1 persen, diikuti OPPO sebesar 15,3 persen.

Apple berada di posisi keempat dengan pangsa sekitar 9,4 persen, sementara Motorola masuk lima besar untuk pertama kalinya dengan kontribusi sekitar 8,9 persen.

IDC mencatat segmen smartphone murah dengan harga di bawah US$100 menjadi yang paling terdampak.

Pengiriman pada kategori tersebut turun drastis hingga 59 persen YoY dan pangsa pasarnya menyusut dari 18 persen menjadi hanya 8 persen.

Sebaliknya, segmen US$100 hingga US$200 justru tumbuh 10 persen karena konsumen mulai bergeser ke perangkat dengan harga lebih tinggi akibat terbatasnya pilihan smartphone murah di pasar.

Fenomena premiumisasi juga semakin terlihat di pasar India. Segmen smartphone premium dengan harga US$400 hingga US$800 tumbuh signifikan selama kuartal pertama 2026.

IDC menyebut konsumen di India mulai mempertimbangkan perangkat kelas menengah dan premium karena faktor fitur, pembiayaan cicilan, hingga dukungan layanan purna jual di toko fisik.

Senior Research Analyst IDC Asia Pacific, Aditya Rampal, mengatakan kenaikan harga memori menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga smartphone di berbagai segmen.

Menurut dia, vendor kini mulai mengandalkan diferensiasi produk, skema pembiayaan, dan strategi premiumisasi dibanding sekadar promosi harga untuk menjaga permintaan pasar.

Selain itu, kanal offline kembali menguat di India. IDC mencatat kontribusi penjualan offline naik menjadi 62 persen pada Q1 2026, sementara kanal online turun menjadi 38 persen.

Konsumen disebut lebih memilih toko fisik untuk mendapatkan program cicilan, tukar tambah perangkat, demonstrasi produk, hingga layanan purnajual secara langsung.

Di sisi lain, sejumlah merek yang kuat di kanal online mengalami tekanan cukup besar.

Realme dilaporkan mencatat penurunan pengiriman hingga 20 persen YoY, sementara POCO turun 14 persen dan iQOO turun 23 persen.

OnePlus menjadi salah satu brand dengan penurunan terdalam di jajaran 10 besar vendor smartphone India.

Top 10 Vendor Smartphone di India Q1 2026 menurut IDC:

  1. Vivo (19,6%)
  2. Samsung (17,1%)
  3. Oppo (15,3%)
  4. Apple (9,4%)
  5. Motorola (8,9%)
  6. Realme (8,8%)
  7. Xiaomi (8,4%)
  8. Poco (3,8%)
  9. iQoo (1,9%)
  10. OnePlus (1,7%)
  11. Lainnya (5,1%)

Secara global, industri smartphone juga menghadapi tekanan serupa. IDC sebelumnya melaporkan pengiriman smartphone dunia turun 4,1 persen YoY menjadi 289,7 juta unit pada Q1 2026 akibat krisis pasokan memori dan kenaikan biaya produksi perangkat.

IDC memperkirakan pasar smartphone India masih akan menghadapi tekanan sepanjang paruh pertama 2026.

Stabilitas harga memori, strategi pembiayaan perangkat, serta momentum promosi festival akhir tahun diperkirakan menjadi faktor penting yang menentukan pemulihan pasar pada semester kedua tahun ini.

Baca Juga: Top 10 Smartphone Menurut AnTuTu April 2026

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online