Trump: AS Mungkin Akan Serang Lagi Pulau Kharg Iran Hanya untuk Bersenang-senang

14 hours ago 11

loading...

Presiden AS Donald Trump ancam akan serang lagi Pulau Kharg Iran hanya untuk bersenang-senang. Pulau Kharg menjadi situs pusat ekspor minyak utama Iran. Foto/ABC News

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut terhadap Pulau Kharg, situs pusat ekspor minyak Iran. Dia juga mendesak banyak negara untuk mengirim kapal perang guna mengamankan Selat Hormuz.

Menurut Trump, serangan AS telah menghancurkan sebagian besar Pulau Kharg dan memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut dapat menyusul.

Baca Juga: Inilah Pulau Kharg, Pusat Ekspor Minyak Iran yang Ingin Direbut Trump

"Kita mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang," kata Trump kepada NBC News, yang dilansir Minggu (15/3/2026).

Pemimpin Amerika itu kemudian mengeklaim bahwa Teheran tampaknya siap untuk membuat kesepakatan untuk mengakhiri konflik. "[Namun] syarat-syaratnya belum cukup baik," ujarnya.

Komentar tersebut menandai peningkatan retorika dari presiden AS, yang sebelumnya mengatakan Amerika hanya menargetkan situs militer di Pulau Kharg. Komentar tersebut juga melemahkan upaya diplomatik, dengan tiga sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintahan Trump telah menolak upaya sekutu Timur Tengah untuk memulai negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang.

Kemampuan Teheran untuk menghentikan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz—jalur utama untuk minyak dan gas dunia—, menimbulkan masalah sulit bagi AS dan sekutunya. Harga energi melonjak karena perang menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar yang pernah ada.

"Negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut, dan kami akan membantu-BANYAK!" tulis Trump dalam unggahan media sosial pada hari Sabtu. "AS juga akan berkoordinasi dengan negara-negara tersebut agar semuanya berjalan cepat, lancar, dan baik."

Saat konflik berlanjut hingga minggu ketiga, kedua pihak tampaknya bersiap untuk pertempuran yang berkepanjangan.

Iran menunjukkan sikap menantang, menolak kemungkinan gencatan senjata apa pun sampai serangan udara AS dan Israel berakhir.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online