Trump Warning Taiwan Jangan Deklarasi Kemerdekaan: Saya Ingin China Tenang!

3 hours ago 3

loading...

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Taiwan untuk tidak mendeklarasikan kemerdekaan formal karena ingin menenangkan China. Foto/White House

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memperingatkan Taiwan agar tidak mendeklarasikan kemerdekaan formal. Peringatan ini disampaikan setelah dia menyelesaikan kunjungannya ke China, yang presidennya; Xi Jinping, telah mendesaknya untuk tidak mendukung pulau yang memerintah sendiri tersebut.

Trump mengakhiri kunjungan kenegaraan tersebut dengan mengeklaim telah membuat kesepakatan perdagangan yang "fantastis", meskipun detailnya tidak jelas. Dia tampaknya tidak mendapatkan terobosan apa pun dengan China terkait perang yang buntu melawan Iran.

Baca Juga: China Peringatkan Risiko Bentrok Militer dengan AS soal Taiwan, Ini Respons Amerika

Trump mengundang Xi Jinping untuk kunjungan balasan ke Washington pada bulan September, menandakan bahwa kedua pihak kemungkinan akan mencari stabilitas dalam hubungan yang sering kali bergejolak antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Pada isu kunci bagi Xi Jinping, Trump memperjelas bahwa dia menentang deklarasi kemerdekaan oleh Taiwan dan tampaknya mempertanyakan mengapa AS akan membela pulau tersebut jika terjadi serangan.

“Saya tidak ingin ada yang merdeka. Dan, Anda tahu, kita seharusnya menempuh jarak 9.500 mil untuk berperang. Saya tidak menginginkan itu,” katanya kepada program “Special Report with Bret Baier” di Fox News, yang dikutip AFP, Sabtu (16/5/2026).

“Saya ingin mereka tenang. Saya ingin China tenang,” kata Trump.

“Kita tidak ingin berperang, dan jika tetap seperti ini, saya pikir China akan baik-baik saja dengan itu," ujarnya.

AS hanya mengakui Beijing dan tidak mendukung kemerdekaan formal Taiwan, tetapi secara historis tidak secara eksplisit menyatakan menentang kemerdekaan.

Berdasarkan undang-undang AS, Amerika diwajibkan untuk menyediakan senjata kepada Taiwan untuk pertahanannya, tetapi AS masih ambigu mengenai apakah pasukan AS akan datang membantu pulau tersebut jika diinvasi China.

Xi Jinping memulai pertemuan puncak (KTT) bersama Trump dengan peringatan tentang Taiwan, yang Presidennya; Lai Ching-te, menganggap pulau itu sudah merdeka, sehingga deklarasi kemerdekaan tidak diperlukan.

Xi Jinping mengatakan kepada Trump bahwa salah langkah dalam masalah sensitif ini dapat menyebabkan “konflik”.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online