loading...
Pusat Pemberdayaan Desa Universitas Yarsi menggelar Program PKM di Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Foto/istimewa
BANDUNG - Pusat Pemberdayaan Desa Universitas Yarsi Tahun Anggaran 2025/2026 kembali menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Dalam kegiatan kali ini, Universitas Yarsi menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat di Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Melalui program bertajuk "POC Limbah Perikanan Solusi Budidaya Berkelanjutan Poklahsar Naminasang Farm & Co. Mandalamekar", Universitas YARSI mendorong pemanfaatan limbah perikanan menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Program ini dilaksanakan oleh tim dosen Universitas YARSI yang diketuai oleh Harry Budiantoro, bersama Herika Hayurani, dan Noviendri. Kegiatan ini juga melibatkan enam mahasiswa Universitas YARSI dari Program Studi Akuntansi, Manajemen, dan Teknologi Informasi yang berperan aktif dalam pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dokumentasi, monitoring, serta pemberdayaan masyarakat di Desa Mandalamekar.
Baca juga: FK YARSI Gelar Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Bandang Aceh Utara
Ketua Tim PKM Harry Budiantoro, menjelaskan limbah perikanan, khususnya bangkai ikan, selama ini masih banyak dibuang begitu saja sehingga menimbulkan bau tidak sedap, meningkatkan risiko pencemaran lingkungan, serta berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit. Padahal limbah tersebut memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomi apabila diolah dengan teknologi yang tepat.
Melalui program ini, tim Universitas Yarsi memperkenalkan teknologi fermentasi sederhana yang mengubah limbah ikan menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Teknologi tersebut dipilih karena mudah diterapkan oleh kelompok pembudidaya ikan, tidak membutuhkan peralatan yang rumit, serta memiliki biaya produksi yang relatif rendah. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, POC yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada sektor pertanian maupun sistem pertanian dan perikanan terpadu.
“Tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tim PKM juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada mitra. Materi yang diberikan meliputi pemilahan bahan baku, proses fermentasi, pengendalian kualitas, penyimpanan produk, hingga pemanfaatan POC secara optimal. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian masyarakat dalam mengelola limbah perikanan secara berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
.png)

















































