WALI Kota Solo Respati Ardi menyatakan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) tidak berlaku untuk pegawai yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Dengan demikian, jam pelayanan publik dipastikan tetap berjalan normal.
“WFH ini arahan dari pemerintah pusat demi efisiensi. Tapi kami pastikan WFH tidak berlaku bagi pegawai yang memberikan pelayanan. Jam pelayanan publik tidak akan berkurang,” ujar Respati, Jumat, 3 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kebijakan WFH setiap hari Jumat sebelumnya diumumkan pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya efisiensi kerja dan penghematan energi di lingkungan instansi pemerintah. Penerapan kebijakan tersebut dengan tetap menyesuaikan pelaksanaannya pada kebutuhan layanan di masing-masing daerah.
Respati menjelaskan, Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat perihal penerapan WFH setiap Jumat. Dia menegaskan, kebijakan tersebut akan disesuaikan tanpa mengganggu layanan kepada masyarakat. “Kami masih menunggu instruksi pelaksanaan teknis, meskipun pengumuman dari pemerintah pusat sudah ada. Untuk WFH setiap hari Jumat tentunya akan kami sesuaikan dengan peraturan pusat,” katanya.
Menurut Respati, WFH hanya diberlakukan bagi ASN yang pekerjaannya dapat dilakukan secara remote atawa jarak jauh. Sementara itu, pejabat struktural hingga tingkat lurah tetap diwajibkan hadir di kantor karena bersinggungan langsung dengan pelayanan publik. “WFH ini arahan dari Pemerintah Pusat demi efisiensi,” ujar dia.
Ia menambahkan, kebijakan serupa juga tidak berlaku untuk sektor pendidikan dan layanan kesehatan. Kegiatan belajar-mengajar di sekolah serta pelayanan di Puskesmas tetap dilakukan secara tatap muka. “Pelayanan langsung di Puskesmas maupun pendidikan di sekolah tetap berjalan normal,” kata Respati.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, telah menerapkan sistem kerja work from anywhere (WFA) sebulan sekali setiap hari Rabu sebagai bagian dari upaya efisiensi dan fleksibilitas kerja. Kebijakan tersebut telah berjalan selama dua bulan dan akan tetap dilanjutkan. "WFA setiap sebulan sekali di hari Rabu yang selama ini ada tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Respati juga mendorong ASN untuk menggunakan transportasi umum, sepeda, atau kendaraan non-mesin saat berangkat kerja sebagai langkah penghematan energi, sekaligus mengurangi penggunaan mobil dinas. “Kami terus mendorong bike to work dan mengurangi penggunaan mobil dinas. Ini sekaligus mendukung gaya hidup sehat bagi ASN,” kata Respati.
Dengan penyesuaian ini, Pemerintah Kota Solo berharap ASN tetap produktif tanpa mengurangi pelayanan publik maupun pendidikan. Respati menegaskan, efisiensi kerja melalui WFH dan WFA bukan berarti mengurangi pelayanan, melainkan memaksimalkan pemanfaatan teknologi dan fleksibilitas kerja bagi ASN.
.png)















































