Warga Ternate Sempat Panik saat Melihat Air Laut Surut

1 day ago 3

Puluhan Warga Pulau Batang Dua, Kota Ternate panik dan berhamburan lari menuju ketinggian menyelamatkan diri setelah melihat air laut surut tiba-tiba pascagempa dengan kekuatan magnitudo 7,6 pada Kamis, 02 April 2026, sekitar pukul 07:48 WIT.

Simon Larasei, 49 tahun, warga Desa Mayau mengatakan, awalnya warga beraktivitas seperti biasa pada pagi tadi. Banyak warga yang berkumpul di pinggir pantai karena ada jadwal kapal. Sejumlah warga ingin naik perahu motor untuk menyeberang untuk menuju kapal yang lepas jangkar tak jauh dari desa. Kepanikan terjadi setelah gempa mengguncang batang dua dan air laut surut tiba-tiba.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Melihat air laut surut tiba-tiba, warga langsung berhamburan lari ke wilayah ketinggian. Banyak yang meninggalkan barang di pinggir pantai sebelum naik kapal,”kata Simon kepada Tempo Kamis 02 April 2026.

Menurut Simon, saat gempa terjadi banyak warga yang berada di luar rumah dan di pinggir pantai. Warga hanya berdiri saat gempa terjadi. Namun kepanikan terjadi saat air laut surut tiba-tiba setelah gempa dan sejumlah orang berteriak memberitahu kemungkinan terjadi tsunami. “Saat itu baru banyak orang lari menyelamatkan diri. Saya juga ikut lari,”ujar Simon.    

Yonce Tumbel, 45 tahun, warga Pulau Lembeh, Bitung Sulawesi Utara yang kebetulan berada di Pulau Batang Dua, Kota Ternate mengungkapkan kepanikan warga terjadi setelah ada teriakan air laut surut tiba-tiba pascagempa. Banyak warga yang berada di pinggir pantai berhamburan lari menuju ketinggian. 

“Posisi saya kebetulan juga berada di pinggir pantai. Saya juga ikut lari setelah diberitahu kalau air laut surut tiba-tiba. Banyak warga saya lihat lari ke wilayah ketinggian,”ungkap Yonce

Rizal Marsaloy, Sekretaris Daerah Kota Ternate mengatakan dengan informasi dari BMKG, pihaknya berharap masyarakat khususnya yang berada di wilayah pesisir, agar waspada dan mengikuti arahan resmi dari Pemerintah Daerah dan otoritas terkait. Warga diminta untuk menjauh dari tepian pantai untuk sementara. 

“Kami juga meminta warga untuk tidak panik dan tetap waspada serta tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi,”kata Rizal kepada Tempo Kamis 2 April 2026. 

Sebelumnya gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang Ternate dan Tidore. Pusat gempa yang terletak pada koordinat 1.25 Lintang Utara – 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer sempat membuat warga panik. Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi Maluku Utara dan Bitung, Manado dan Minahasa Sulawesi Utara.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online