Warna ASI Steffi Zamora Jadi Sorotan, Ini Ciri-ciri ASI yang Baik

4 hours ago 3

Jakarta -

Steffi Zamora sedang menikmati masa-masa menjadi ibu menyusui untuk anak pertamanya bersama Nino Fernandez.

Dalam sebuah unggahan, Steffi membagikan unggahan yang memperlihatkan dirinya menyimpan stok ASI (air susu ibu) di kulkas untuk anaknya.

Steffi kemudian mengungkapkan cerita bagaimana dirinya harus makan telur organik omega minimal 4 biji setiap hari.

"Yang wajib aku makan setiap hari: Telur organic omega (minimal 4) biasanya aku bisa sampe 6-8," tulis Steffi di Instagram, Senin (11/5)


Tak hanya itu, Steffi juga mengaku sangat suka minum susu kacang almond. Ia pun berujar sering mengkonsumsi daging, agar memperkaya protein.

"Terus aku suka bgt minum almond milk (yang fresh bukan yg kemasan) aku jg sering makan daging (biasanya aku makan daging sapi kaya steak, sop iga, dll. pokoknya harus banyakin makan protein," ujar Steffi.

ASI Steffi ZamoraASI Steffi Zamora/ Foto: Instagram

Namun, hal yang menjadi sorotan pengguna media sosial adalah ASI Steffi yang berwarna kuning.

Banyak yang menilai bahwa ASI berwarna kuning memiliki nutrisi yang baik untuk bayi.

Air Susu Ibu atau ASI menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi, terutama pada awal kehidupannya.

Bukan cuma soal mengenyangkan, kualitas ASI juga berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang, daya tahan tubuh, hingga kesehatan anak di masa depan.

Menurut Kementerian Kesehatan RI⁠, ASI mengandung energi, nutrisi, serta antibodi penting yang membantu melindungi bayi dari berbagai penyakit.

Bayi yang mendapat ASI secara optimal juga disebut cenderung memiliki kecerdasan lebih baik dan risiko obesitas maupun diabetes yang lebih rendah saat dewasa.

Lalu, seperti apa ciri-ciri ASI yang berkualitas baik?

ASI Berwarna Kuning Keemasan

Warna kuning keemasan biasanya muncul pada kolostrum, yaitu ASI pertama yang diproduksi tubuh ibu. Teksturnya cenderung lebih kental dan kaya nutrisi.

Kolostrum mulai diproduksi sejak trimester kedua kehamilan dan umumnya keluar pada hari-hari awal setelah bayi lahir. Kandungan antibodi dalam kolostrum sangat tinggi sehingga penting untuk daya tahan tubuh bayi.

ASI Berwarna Putih atau Sedikit Kebiruan

Memasuki beberapa minggu setelah persalinan, tubuh ibu mulai menghasilkan ASI matur atau ASI matang. Warnanya dapat berubah menjadi putih bening atau sedikit kebiruan dengan tekstur lebih encer.

Perubahan warna tersebut tergolong normal karena kandungan lemak dalam ASI bisa berubah sepanjang hari dan mengikuti kebutuhan bayi yang terus berkembang.

Warna ASI Bisa Berubah karena Makanan

Sebagian ibu mungkin pernah melihat warna ASI berubah menjadi kehijauan, kemerahan, atau merah muda. Kondisi ini bisa dipengaruhi makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Selama perubahan warna berasal dari makanan sehat dan tidak disertai tanda gangguan kesehatan, kondisi tersebut masih dianggap normal. Namun, ibu tetap perlu waspada jika warna berubah akibat darah, pewarna buatan, atau infeksi tertentu.

Aroma ASI Tidak Menyengat

ASI berkualitas umumnya memiliki aroma lembut mirip susu sapi. Aroma sedikit asam juga bisa muncul setelah ASI dibekukan dan dicairkan kembali.

Namun jika baunya terlalu asam atau menyengat, ibu perlu lebih berhati-hati karena kualitas ASI bisa saja sudah menurun.

Rasanya Cenderung Manis

ASI normal memiliki rasa manis alami karena kandungan laktosa di dalamnya. Rasa tersebut dapat sedikit berubah tergantung makanan yang dikonsumsi ibu menyusui.

Tekstur ASI Lebih Cair

Banyak ibu khawatir saat melihat ASI tampak encer. Padahal, tekstur cair justru normal karena ASI mengandung laktosa dan nutrisi penting lain yang dibutuhkan bayi.

Jenis ASI tertentu juga mengandung lemak lebih tinggi sehingga terasa lebih creamy.

Tanda ASI Berkualitas Bisa Dilihat dari Kondisi Bayi

Kualitas ASI tidak hanya dinilai dari warna atau aromanya saja. Tumbuh kembang bayi juga menjadi indikator penting.

  1. Berat Badan Bayi Naik Stabil
    Kenaikan berat badan yang sesuai grafik pertumbuhan menunjukkan bayi mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dari ASI.
  2. Bayi Menyusu dengan Baik
    Bayi baru lahir biasanya menyusu sekitar 8-12 kali sehari. Saat memasuki fase pertumbuhan pesat, frekuensi menyusu bisa meningkat.
    Produksi ASI yang mampu mengikuti kebutuhan bayi menjadi salah satu tanda ASI dalam kondisi baik.
  3. Pencernaan Bayi Lancar
    Bayi yang mendapatkan cukup ASI umumnya memiliki frekuensi buang air kecil dan besar yang normal. Popok bayi juga akan lebih sering diganti karena sistem pencernaannya berjalan lancar.

(ikh/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online