1 Lot BTC Berapa? Memahami Satuan dan Minimal Pembelian Bitcoin

13 hours ago 5

Berbeda dengan saham atau forex, Bitcoin tidak diperdagangkan dalam satuan “lot” di pasar spot. Kripto dibeli per satuan koin atau bahkan pecahannya, sehingga tidak ada aturan baku “1 lot BTC = sekian”. Satu-satunya konteks di mana istilah “lot” muncul untuk BTC adalah pada produk turunan (futures/kontrak berjangka), di mana satu lot atau satu kontrak mewakili sejumlah BTC tertentu yang ditetapkan oleh masing-masing bursa.

Kalau kamu sampai di artikel ini karena mencari “1 lot BTC berapa”, kemungkinan kamu terbiasa dengan trading saham. Mari kita luruskan konsepnya agar tidak keliru.

Kenapa Bitcoin Tidak Pakai Satuan Lot?

Di pasar saham Indonesia, 1 lot saham sama dengan 100 lembar. Satuan lot dipakai karena saham diperdagangkan dalam kelipatan tertentu. Di forex, “lot” juga punya ukuran standar (1 lot standar = 100.000 unit mata uang dasar).

Kripto seperti Bitcoin dirancang berbeda. BTC bersifat divisible atau bisa dipecah menjadi bagian yang sangat kecil. Kamu tidak perlu membeli 1 BTC utuh. Kamu bisa membeli 0,001 BTC, 0,0005 BTC, atau bahkan senilai puluhan ribu rupiah saja. Karena itulah konsep “lot” tidak berlaku di perdagangan spot Bitcoin. Untuk memahami asal-usul istilah ini, kamu bisa baca arti lot dalam trading.

Satuan Terkecil Bitcoin: Mengenal Satoshi

Bitcoin punya satuan terkecil yang disebut satoshi, dinamai dari pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto. Pembagiannya adalah sebagai berikut:

1 BTC = 100.000.000 satoshi (seratus juta satoshi).

Artinya, 1 satoshi sama dengan 0,00000001 BTC. Inilah yang membuat Bitcoin sangat fleksibel: kamu bisa memiliki dan mentransfer BTC dalam pecahan yang sangat kecil. Selengkapnya bisa kamu pelajari di artikel satoshi, unit terkecil Bitcoin.

SatuanNilai dalam BTC
1 BTC1
1 mBTC (milli-bitcoin)0,001
1 bit (micro-bitcoin)0,000001
1 satoshi0,00000001

Kalau di Futures, 1 Lot BTC Berapa?

Pada perdagangan kontrak berjangka (futures), beberapa bursa memang memakai istilah “kontrak” atau “lot”. Ukurannya tidak seragam dan ditentukan oleh masing-masing platform. Sebagai gambaran umum, ada bursa yang menetapkan 1 kontrak setara 0,001 BTC, ada pula yang setara 1 BTC atau nilai dolar tertentu.

Karena itu, jika kamu menemukan istilah “lot” pada BTC, selalu periksa spesifikasi kontrak di platform yang kamu gunakan. Tidak ada standar universal yang berlaku untuk semua bursa. Perdagangan futures juga memiliki risiko jauh lebih tinggi dibanding spot karena umumnya menggunakan leverage.

Berapa Minimal Beli Bitcoin?

Kabar baik untuk pemula: kamu bisa mulai membeli Bitcoin dengan modal kecil. Di banyak platform kripto Indonesia, termasuk Pintu, pembelian bisa dimulai dari sekitar Rp11.000 saja. Kamu tidak perlu menunggu punya cukup uang untuk membeli 1 BTC utuh yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Pendekatan membeli sedikit demi sedikit secara rutin ini dikenal sebagai Dollar Cost Averaging (DCA), strategi yang populer di kalangan investor pemula untuk meratakan harga beli dari waktu ke waktu.

Pertanyaan Seputar Satuan Bitcoin (FAQ)

Apakah harus beli 1 BTC penuh?

Tidak. Bitcoin bisa dibeli dalam pecahan kecil, bahkan hanya senilai puluhan ribu rupiah, tanpa perlu membeli 1 BTC utuh.

1 lot BTC berapa rupiah?

Di pasar spot tidak ada satuan lot untuk BTC, jadi pertanyaan ini tidak berlaku. Nilainya bergantung pada berapa BTC yang kamu beli dikali harga pasar saat itu. Di produk futures, nilainya tergantung ukuran kontrak masing-masing bursa.

Apa satuan terkecil Bitcoin?

Satuan terkecil Bitcoin adalah satoshi, yaitu 0,00000001 BTC. Satu BTC setara dengan 100 juta satoshi.

Kesimpulan

Jadi, jawaban atas “1 lot BTC berapa” adalah: Bitcoin di pasar spot tidak menggunakan satuan lot. BTC dibeli per koin atau pecahannya hingga satuan terkecil bernama satoshi (1 BTC = 100 juta satoshi). Istilah lot hanya relevan di produk futures dengan ukuran kontrak yang berbeda-beda tiap bursa. Buat pemula, kamu bisa mulai berinvestasi Bitcoin dengan modal kecil lewat aplikasi Pintu.

Disclaimer: Konten ini bersifat edukasi dan bukan merupakan saran finansial. Aset kripto memiliki risiko tinggi dan harga dapat berfluktuasi. Lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online