10 Contoh Cerita Inspiratif Singkat beserta Pesan Moralnya untuk Diceritakan ke Anak

23 hours ago 14

Kisah perjuangan dari orang lain bisa menjadi cerita inspiratif untuk Si Kecil, Bunda. Banyak pesan moral yang bisa didapat dan dipelajari bersama.

Dikutip dari buku Explore Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX oleh Erwan Rachmat, cerita inspiratif adalah cerita yang dapat memberikan inspirasi bagi siapa pun yang membaca atau mendengarnya.

Cerita inspiratif juga dapat berisi langkah-langkah mencapai sukses dan kiat-kiat bangkit dari keterpurukan. Selain itu, dalam sebuah teks inspiratif tentang seorang tokoh, umumnya terkandung ungkapan simpati, kepedulian, empati, atau perasaan pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Contoh cerita inspiratif singkat dan pesan moralnya

Beberapa cerita inspiratif dapat dibacakan bersama anak agar mereka bisa memetik pesan moralnya, Bunda. Berikut contoh-contoh cerita inspiratif tersebut, dikutip dari berbagai sumber:

1. Tiap Orang Memiliki Kisah Hidup

Seorang pemuda berusia 24 tahun sedang berada di kereta api bersama ayahnya. Ia melihat ke luar jendela kereta api. Ia pun berteriak, "Ayah, lihat pohon-pohon itu berjalan!".

Ayahnya tersenyum. Namun pasangan muda yang duduk di dekatnya, memandang pemuda berusia 24 tahun itu berperilaku kekanak-kanakan. Pasangan muda itu melihat si pemuda dengan rasa kasihan. 

Tiba-tiba si pemuda itu kembali berseru, "Ayah, awan itu seperti berlari mengejar kita!".

Akhirnya, si pasangan muda tidak lagi bisa menahan rasa risih mereka. Si pria berkata kepada orang tua si pemuda.

"Mengapa Anda tidak membawa anak Anda ke dokter jiwa, Pak?".

Orang tua itu tersenyum dan berkata, "Saya sudah membawanya ke dokter dan kami baru saja pulang dari sana. Anak saya ini buta sejak lahir. Dia baru saja mendapat donor mata dan baru bisa melihat hari ini."

Pesan moral:

Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Jadi, jangan cepat menghakimi orang lain tanpa mengetahui cerita yang sebenarnya.

Jangan lupa untuk selalu berupaya lebih berempati dan memahami sebelum berbicara dengan orang lain.

2. Tukang Tambal Ban

Pernah suatu ketika, ban motor saya kempis sepulang dari mengikuti pengajian rutin tiap pekan di rumah teman. Saat itu, waktu menunjukkan pukul setengah sebelas malam. 

Malam terasa begitu dingin karena saat itu sedang musim hujan. Akan tetapi, saat itu hujan tidak turun.

Sambil menuntun sepeda motor, saya berjalan menelusuri jalan untuk mencari tukang tambal ban.

"Ada apa, Mas?", tanya seorang pemuda yang duduk-duduk di depan rumah.

"Ban motor saya bocor. Di mana ya tukang tambal ban yang masih buka?", tanya saya.

"Wah, sudah pada tutup semua, Mas. Adanya di dekat jalan raya, tapi cukup jauh," jawabnya.

"Terima kasih, Mas," ucapku penuh semangat dengan rasa senang tak terkira. Tidak apa-apa sampai harus berjalan ke jalan raya, asalkan ban bisa ditambal.

Setengah jam berjalan, akhirnya saya menemukan tukang tambal ban. Tapi, ternyata tukang tambal ban itu sudah tidur dan tidak bisa dibangunkan. 

Ia tetap tidak bangun walaupun sudah saya goyang-goyangkan tubuhnya. Saya mencoba memahaminya. Mungkin ia sudah terlalu capek sehingga digoyang-goyang juga tetap tidak bangun.

Saya mencoba memahaminya. Mungkin tukang ban itu sudah terlalu capek sehingga digoyang-goyang juga tetap tidak bangun.

Perjalanan pun kami lanjutkan. Akhirnya, kami menemukan tukang tambal ban yang sedang menambal ban sebuah motor setelah kami berjalan berkilo-kilo jauhnya. Saya senang luar biasa.

Sambil menunggu tukang tambal ban menyelesaikan pekerjaannya, saya merenung. Betapa mulianya pekerjaan Bapak tukang tambal ban ini. Saya pun baru menyadari betapa pentingnya keberadaan mereka. Coba bayangkan apabila mereka tidak ada.

Pesan moral:

Kita harus selalu menghargai setiap pekerjaan, sekecil apapun. Sebagai contoh, meski sering dianggap sederhana, tetapi dalam situasi tertentu tukang tambal ban justru sangat membantu dan dibutuhkan. 

Sifat sabar dan tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan juga perlu dimiliki. Walaupun harus berjalan jauh dan sempat menemui kegagalan, usaha yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil.

3. Ditolak Masuk Tim Basket

Ketika masih SMA, Angga pernah ditolak untuk ikut tes masuk tim basket di sekolahnya. Alasannya adalah karena badannya yang terlalu pendek. 

Bukan hanya itu saja, ia juga dinilai kurang mahir dalam permainan ini. Angga pun sangat sedih mendengar hal ini, tetapi ia tidak pernah menyerah. Ia selalu berlatih dengan rutin setiap hari di rumah.

Bukan hanya mengatasi masalah tekniknya, namun ia juga melatih fisiknya dengan disiplin setiap hari. Beberapa tahun berikutnya, ia pun kembali mengikuti tes di sekolah dan akhirnya diterima.

Pesan moral:

Kegagalan dan penolakan bukanlah akhir, melainkan awal untuk menjadi lebih baik jika dihadapi dengan sikap yang tepat. 

Kerja keras dan latihan yang konsisten, serta disiplin, akan membuahkan hasil yang baik di kemudian hari.

Cerita tersebut dikutip dari buku Bestie Book Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII, VIII dan IX.

4. Si Itik Buruk Rupa

Nun jauh di sana, ada seekor anak itik yang terlahir berbeda dari saudara-saudaranya. Jika yang lain punya bulu putih bersih, itik ini justru memiliki bulu yang kusam.

Karena penampilan fisiknya berbeda, ia sering diejek dan dijauhi. Ia merasa sedih dan tidak percaya diri.

Itik pergi meninggalkan tempat asalnya dan memilih untuk menjalani hidup sendirian saja. Tentu ini bukan keputusan mudah, ia menghadapi banyak kesulitan dan sering merasa kesepian.

Seiring waktu, itik ini semakin tumbuh dewasa dan penampilannya kian berubah. 

Suatu hari, tak sengaja ia melihat bayangannya di air. Wah, ia terkejut bukan main! Wujud yang dulu terlihat kusam dan sering diejek, kini sudah tumbuh menjadi seekor angsa yang indah.

Setelah menemukan jati diri yang sesungguhnya, angsa pun pergi mencari tempat baru dan bisa diterima dengan baik oleh angsa-angsa lain.

Pesan moral:

Jangan menilai seseorang hanya dari penampilan fisiknya saja. Pahami bahwa setiap orang memiliki keindahan dan waktunya sendiri untuk berkembang.

Cerita ini dikutip dari The Ugly Duckling, oleh Hans Christian Andersen.

5. Marie Curie

Marie Curie lahir dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia sangat suka belajar dan membaca buku, terutama tentang ilmu pengetahuan alam dan sains.

Namun pada masa kehidupannya dulu, perempuan masih sangat kesulitan dalam mendapatkan pendidikan tinggi. Mereka dianggap tidak perlu belajar banyak dan cukup melakukan pekerjaan rumah saja. 

Meski begitu, Marie pantang menyerah dan tetap berusaha keras untuk meraih cita-citanya. Ia tetap rajin belajar, rajin menabung dan mengumpulkan uang supaya bisa melanjutkan belajar ke luar negeri.

Tak sia-sia, Marie pada akhirnya bisa melanjutkan belajar ke luar negeri. Bahkan Marie mendapatkan banyak kesempatan untuk melakukan penelitian.

Proses ini juga tidak mudah, karena Marie harus menghabiskan banyak waktu bahkan sampai berjam-jam di laboratorium dengan alat sederhana.

Ia gemar mencoba hal-hal baru, termasuk mengamati berbagai bahan kimia. Penelitian yang dilakukan Marie sangat sulit dan membutuhkan kesabaran tinggi.

Usaha Marie pun tidak sia-sia. Bersama suaminya, Pierre, Marie menemukan sebuah unsur kimia penting bernama radium. Penemuan ini sangat membantu perkembangan ilmu pengetahuan, terutama di bidang kesehatan.

Marie pun menjadi orang pertama yang mendapatkan dua penghargaan Nobel di bidang berbeda.

Pesan moral: 

Cerita inspiratif Marie Curie menunjukkan bahwa semangat belajar dan kerja keras akan membawa seseorang pada hasil yang besar. Tetaplah berusaha meskipun keadaannya tak selalu mudah.

Ringkasan cerita ini dikutip dari buku Buku, Cinta Kasih, dan Keberanian: Kisah 9 Tokoh Inspiratif Dunia, oleh Indiana.

6. Kisah Florence Nightingale

Florence Nightingale lahir dari keluarga yang kaya dan terhormat. Sejak kecil, ia mendapatkan pendidikan yang baik dan bisa mempelajari banyak hal. 

Tapi meski memiliki banyak fasilitas tersebut, Florence justru memilih jalan yang berbeda. Ia punya hati yang sangat peduli pada orang lain, terutama mereka yang sakit.

Seiring bertambah usia, Florence sangat ingin menjadi perawat dan merasa perlu membantu orang-orang yang membutuhkan.

Sayangnya keinginan tersebut tidak disetujui oleh keluarga Florence, karena pada masa itu pekerjaan perawat dianggap rendah dan tidak cocok untuk perempuan dari keluarga kaya. 

Meski ditentang, Florence tetap teguh pada pilihannya. Ia belajar tentang cara merawat orang sakit dan berlatih dengan sungguh-sungguh. Ia percaya bahwa merawat orang adalah pekerjaan yang mulia.

Ketika terjadi perang, banyak tentara yang terluka dan sakit. Kondisi rumah sakit saat itu sangat kotor dan sempit, sehingga banyak pasien meninggal bukan hanya karena luka tetapi juga karena infeksi.

Florence pun datang untuk membantu. Ia membersihkan rumah sakit, memperbaiki cara perawatan, dan memastikan para pasien mendapatkan makanan yang cukup. Ia juga merawat mereka dengan penuh kasih sayang.

Setiap malam, Florence berjalan menyusuri lorong rumah sakit sambil membawa lampu kecil untuk memeriksa pasien. Para tentara merasa tenang melihatnya datang. 

Hal ini membuat Florence memiliki julukan sebagai 'The Lady with the Lamp' atau wanita dengan lampu.

Berkat kerja kerasnya, banyak nyawa berhasil diselamatkan. Setelah perang, jasanya membuat dunia mulai menghargai profesi perawat sebagai pekerjaan yang penting dan mulia.

Pesan moral:

Menolong orang lain dengan tulus adalah tindakan yang sangat mulia. Jangan malu untuk melakukan kebaikan pada orang lain.

Cerita dikutip dari Florence Nightingale: A Biography, oleh Annie Matheson.

7. Kisah Helen Keller

Helen Keller merupakan seorang penulis yang kisah hidupnya sangat menginspirasi.

Saat lahir, ia bisa melihat dan mendengar dengan baik. Namun saat berusia sekitar 19 bulan, ia terkena penyakit yang membuatnya kehilangan penglihatan dan pendengaran.

Sejak saat itu, dunianya seketika berubah menjadi gelap dan sunyi. Ia tidak bisa berbicara atau memahami orang lain, sehingga efeknya jadi sering merasa marah karena tidak bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan.

Suatu hari, datanglah seorang guru bernama Anne Sullivan. Dengan penuh kesabaran, ia mengajarkan Helen cara berkomunikasi menggunakan sentuhan tangan.

Awalnya sangat sulit. Namun Helen tidak menyerah. Ia terus belajar hingga akhirnya bisa memahami kata-kata, membaca, bahkan menulis.

Dengan proses yang panjang dan sulit, Helen tumbuh menjadi orang hebat. Ia menjadi penulis, pembicara, dan bahkan orang pertama dengan kondisi seperti dirinya yang berhasil lulus kuliah.

Pesan moral:

Keterbatasan bukan halangan untuk meraih mimpi jika kita mau berusaha.

Cerita ini dikutip dari The Story of My Life, oleh Gutenberg.

8. Thomas Edison yang Pantang Menyerah Saat Gagal Berkali-kali

Thomas Edison adalah seorang anak yang sering dianggap 'tidak pintar' di sekolah. Yang menyedihkan, gurunya bahkan pernah mengatakan bahwa ia tidak bisa belajar dengan baik.

Namun, sang ibu selalu percaya pada Edison. Ia mengajarinya sendiri di rumah dan selalu mendukung rasa ingin tahunya.

Saat beranjak remaja, Edison sangat suka bereksperimen. Ia tetap semangat mencoba berbagai hal, meskipun sering gagal. Bahkan, ia pernah gagal ribuan kali saat mencoba membuat lampu.

Alih-alih menyerah, Edison berkata bahwa ia hanya menemukan banyak cara yang tidak berhasil. Ia terus mencoba sampai akhirnya berhasil menciptakan lampu listrik.

Penemuannya membuat hidup manusia menjadi lebih mudah hingga sekarang.

Pesan moral:

Kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Jadi, jangan mudah menyerah saat gagal dalam melakukan sesuatu.

Ringkasan cerita ini dikutip dari buku Buku, Cinta Kasih, dan Keberanian: Kisah 9 Tokoh Inspiratif Dunia, oleh Indiana.

9. Kisah Kelinci dan Kura-kura

Di sebuah hutan, seekor kelinci terkenal sangat cepat. Ia sering menyombongkan dirinya dan menertawakan kura-kura yang berjalan sangat lambat.

Suatu hari, kura-kura merasa lelah diejek. Ia menantang kelinci untuk lomba lari. Kelinci tertawa, tetapi menerima tantangan itu karena merasa pasti akan menang.

Perlombaan pun dimulai. Kelinci berlari sangat cepat dan segera meninggalkan kura-kura jauh di belakang. Melihat itu, kelinci menjadi terlalu percaya diri.

Ia berpikir, "Ah, saya sudah pasti akan menang, lebih baik saya tidur dulu saja deh di sini,".

Kelinci pun tertidur di bawah pohon. Sementara itu, kura-kura terus berjalan perlahan tanpa berhenti.

Saat kelinci bangun, ia terkejut melihat kura-kura sudah hampir mencapai garis akhir. Ia berlari secepat mungkin, tetapi terlambat. Kura-kura memenangkan lomba dengan usaha yang konsisten.

Pesan moral:

Tidak boleh sombong dalam kehidupan sehari-hari. Kerja keras dan konsistensi lebih penting daripada kesombongan, karena bisa berujung pada kegagalan.

Cerita ini dikutip dari Britannica Kids.

10. Angsa Bertelur Emas

Seorang peternak memiliki seekor angsa yang setiap hari bertelur emas. Dalam waktu singkat, peternak itu menjadi kaya-raya.

Namun, lama-kelamaan ia menjadi tidak sabar. Si peternak ingin mendapatkan semua emas sekaligus.

Ia berpikir bahwa di dalam tubuh angsa pasti ada banyak emas. Ia pun memutuskan untuk membelah angsa tersebut.

Namun, setelah dibelah, tidak ada emas di dalamnya. Ia kehilangan angsa yang selama ini memberinya kekayaan dan seketika jatuh miskin.

Peternak itu pun sangat menyesali keserakahannya.

Pesan moral: 

Syukuri apa yang ada dan jangan serakah. Sifat ini justru dapat menghancurkan hal-hal baik yang sudah dimiliki sebelumnya.

Itulah penjelasan tentang berbagai contoh cerita inspiratif dan pesan moralnya, yang bisa dipelajari bersama dengan Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online