Mitos atau Fakta, Ibu Hamil Anak Laki-laki Jadi Suka Makanan Asin?

12 hours ago 9

Jakarta -

Tak sedikit ibu hamil yang penasaran dengan jenis kelamin janin yang di kandung. Alhasil, beberapa orang menebak jenis kelamin bayi apakah itu laki-laki atau perempuan dari kebiasaan ibu hamil. Salah satunya makanan yang disukai ibu hamil anak laki-laki. 

Konon, ibu yang mengandung bayi laki-laki lebih sering disebut mengidam makanan asin, gurih, atau berprotein tinggi. Tapi, apakah benar makanan yang disukai ibu hamil anak laki-laki bisa menjadi petunjuk jenis kelamin janin? Mitos atau fakta?

Mitos makanan yang disukai ibu hamil anak laki-laki

Ada banyak mitos lama yang mengklaim dapat memprediksi jenis kelamin bayi sebelum lahir. Jika ibu hamil lebih menyukai makanan manis seperti coklat atau es krim, kemungkinan sedang mengandung bayi perempuan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Melansir Parents, menurut para ahli sebenarnya melihat jenis kelamin dari pola mengidam belum ada bukti ilmiahnya. Tetapi meskipun tanda-tanda yang tidak ilmiah ini telah dibantah, tetap saja hal tersebut menjadi cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu. 

Beberapa makanan yang sering dikaitkan dengan kehamilan bayi laki-laki yang dilansir dari berbagai sumber, antara lain:

1. Mengidam makanan asin 

Menurut Medical News Today, beberapa orang percaya bahwa mengidam makanan gurih dan asin saat hamil berarti sedang mengandung bayi laki-laki dan jika Bunda mengidam makanan manis, kemungkinan besar akan mendapatkan bayi perempuan. Keinginan akan makanan asin ini berkisar dari keripik kentang, pretzel, dan kacang-kacangan hingga ayam goreng.

Medical News Today selanjutnya mengakui bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa keinginan makanan tersebut dapat membantu menentukan jenis kelamin bayi.

Sebaliknya, para ahli mengatakan bahwa keinginan khusus ini bisa disebabkan oleh fluktuasi hormonal normal yang dialami selama kehamilan dan juga disebabkan oleh faktor lain seperti kebosanan, kelelahan, atau stres.

2. Acar

Ada juga kepercayaan bahwa perempuan yang sangat menginginkan acar kemungkinan besar akan melahirkan bayi laki-laki. Namun, bukti menunjukkan bahwa keinginan makanan tidak dapat menentukan jenis kelamin bayi yang belum lahir.

Sebaliknya, keinginan selama kehamilan dikaitkan dengan faktor-faktor kompleks, termasuk ketersediaan dan akses terhadap makanan tertentu. Ini berarti bahwa perempuan yang mudah mengakses acar mungkin akan lebih menginginkannya saat hamil dan mereka yang tidak mudah mengaksesnya atau mereka yang belum pernah memakannya tidak akan menginginkannya.

WebMD juga menyarankan bahwa keinginan yang sangat kuat terhadap acar mungkin merupakan indikasi bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak natrium. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), satu potong acar dill (40,4 g) mengandung 326 mg natrium.

Jika Bunda tidak mengonsumsi cukup natrium untuk diri sendiri dan bayi, serta peningkatan volume darah, Bunda mungkin akan menginginkan makanan tinggi garam seperti acar.

Asupan natrium harian yang direkomendasikan kurang dari 2.300 mg per hari untuk orang dewasa. Jika Anda mengalami hipertensi selama kehamilan atau berisiko mengalami preeklamsia, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk lebih membatasi asupan natrium.

3. Keju

Teori lain adalah bahwa perempuan yang menginginkan keju akan memiliki bayi laki-laki. Sayangnya, keinginan makan ini tidak selalu berarti demikian. Sebaliknya, keinginan makan keju mungkin menunjukkan bahwa Bunda tidak mengonsumsi cukup lemak, protein, atau kalsium. Namun, itu bisa jadi tidak berarti apa-apa. Mungkin Bunda hanya ingin makan keju, yang sepenuhnya normal dan tidak apa-apa.

Dilansir dari Betterme.world, kurangnya penelitian dan pengetahuan yang memadai tentang hal ini cukup mengejutkan. Karena di Amerika Serikat saja, diperkirakan 50 hingga 90 persen perempuan mengidam makanan tertentu selama kehamilan.

Apa yang menyebabkan ibu hamil mengidam makanan tertentu?

Penelitian yang membahas keterkaitan mengidam makanan tertentu dengan jenis kelamin bayi memang masih kurang. Namun, para peneliti dari sebuah ulasan yang diterbitkan di Frontiers in Psychology pada 2014 berteori bahwa keinginan makan selama kehamilan dapat disebabkan oleh empat faktor.

1. Perubahan hormonal

Selama kehamilan, tubuh mengeluarkan lebih banyak hormon tertentu daripada biasanya. Hormon-hormon ini bekerja berlebihan, mengubah sensitivitas rasa dan penciuman pada perempuan hamil.

Peneliti memperkirakan hal ini dimaksudkan untuk mencegah konsumsi makanan yang berpotensi beracun selama kehamilan dan juga dapat bertanggung jawab atas perubahan preferensi makanan dan pola konsumsi. 

Perubahan persepsi rasa ini meningkatkan keinginan untuk makanan tertentu dan menciptakan keengganan terhadap makanan lainnya.

2. Kekurangan nutrisi

Kehamilan berarti tubuh Bunda mengandung bayi yang membutuhkan nutrisi dari ibu untuk tumbuh dan berkembang. Apa pun yang Bunda makan dan minum akan dibagi berdua.

Karena itu, Bunda membutuhkan lebih banyak energi, protein, dan nutrisi lainnya, terutama selama trimester kedua dan ketiga. Itulah sebabnya perempuan hamil umumnya makan lebih banyak daripada sebelum hamil.

Sekarang ada teori yang menyatakan bahwa keinginan makan tertentu mungkin berfungsi untuk mencegah atau mengurangi kekurangan nutrisi, atau mungkin hanya mendorong ibu hamil untuk mengonsumsi makanan yang memberikan energi tambahan, baik untuk dirinya maupun bayinya yang sedang tumbuh.

3. Bahan aktif farmakologis dalam makanan yang diinginkan

Para peneliti telah berteori bahwa perempuan hamil terkadang menginginkan makanan tertentu karena makanan tersebut dapat mencegah atau mengurangi gejala kehamilan yang tidak diinginkan, seperti mual dan muntah.

Para peneliti juga mengklaim bahwa enggan mengonsumsi makanan yang menyebabkan mual dan muntah kemungkinan untuk melindungi ibu dan janin dari penyakit bawaan makanan.

Mereka bahkan mengklaim bahwa mual dan muntah, meskipun sangat mengerikan untuk dihadapi, telah dikaitkan dengan hasil kehamilan yang positif. Termasuk risiko keguguran dan kelahiran prematur atau lahir mati yang lebih rendah.

4. Faktor budaya dan psikososial

Banyak perempuan hamil yang ngidam makanan, tetapi ngidam ini tidak akan sama untuk semua orang. Beberapa ngidam makanan tertentu selama kehamilan dapat terkait dengan budaya seseorang atau pengalaman hidup individu mereka.

Perempuan ini mungkin mendambakan makanan yang hanya dikenal dan dimakan dalam budaya mereka, sesuatu yang familiar dan menenangkan mereka. Mereka mungkin juga tidak menyukai makanan yang mengingatkan pada peran atau hal-hal dalam hidup yang tidak mereka sukai, sehingga membawa aspek psikologis.

Dari sini, dapat terlihat bahwa makanan yang disukai ibu hamil dapat disebabkan banyak faktor yang berbeda. Meskipun demikian, beberapa orang percaya bahwa jenis kelamin anak dapat memengaruhi ngidam yang dialami.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online