Jakarta -
Saat hamil, Bunda perlu lebih hati-hati dalam mengonsumsi obat. Pasalnya, beberapa jenis obat dapat memengaruhi perkembangan janin, meningkatkan risiko cacat lahir, bahkan memicu keguguran jika digunakan tanpa pengawasan dokter. Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk tidak sembarangan minum obat, termasuk obat yang dijual bebas di apotek.
Menurut World Health Organization dan berbagai penelitian medis, penggunaan obat tertentu pada trimester pertama kehamilan merupakan fase paling sensitif karena organ-organ janin sedang berkembang.
15 Obat yang harus dihindari ibu hamil agar tidak keguguran
Berikut daftar obat yang sebaiknya dihindari ibu hamil agar kehamilan tetap aman dan sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Isotretinoin untuk jerawat
Obat jerawat berbahan isotretinoin sangat berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan cacat janin berat dan keguguran. Kandungan ini biasanya ditemukan pada obat jerawat resep dokter.
Bunda yang sedang program hamil atau hamil muda sebaiknya menghentikan penggunaan obat ini dan berkonsultasi dengan dokter kulit.
2. Obat anti nyeri NSAID
Beberapa obat anti nyeri seperti ibuprofen, aspirin dosis tinggi, dan naproxen termasuk golongan NSAID yang berisiko bila dikonsumsi saat hamil, terutama trimester akhir.
Contohnya:
- Ibuprofen
- Naproxen
- Diclofenac
Obat ini dapat meningkatkan risiko perdarahan dan gangguan perkembangan janin.
3. Antibiotik tertentu
Tidak semua antibiotik aman untuk ibu hamil. Ada beberapa jenis yang dapat memengaruhi pertumbuhan tulang dan gigi janin.
Antibiotik yang perlu dihindari:
- Tetracycline
- Doxycycline
- Ciprofloxacin
Jika Bunda sakit dan membutuhkan antibiotik, pastikan penggunaannya sesuai resep dokter.
4. Obat pengencer darah warfarin
Warfarin dapat menyebabkan gangguan serius pada janin, termasuk cacat bawaan dan perdarahan saat kehamilan.
Biasanya dokter akan mengganti obat ini dengan pilihan yang lebih aman bagi ibu hamil.
5. Obat kejang tertentu
Beberapa obat epilepsi memiliki risiko tinggi terhadap perkembangan janin bila tidak diawasi ketat.
Contohnya:
- Valproic acid
- Phenytoin
Meski begitu, ibu hamil dengan epilepsi tidak boleh menghentikan obat sendiri tanpa arahan dokter.
6. Misoprostol
Misoprostol dikenal sebagai obat yang dapat merangsang kontraksi rahim. Penggunaan tanpa indikasi medis dapat memicu keguguran dan perdarahan hebat.
Karena itu, obat ini hanya boleh digunakan di bawah pengawasan tenaga medis.
7. Methotrexate
Methotrexate biasanya digunakan untuk penyakit autoimun dan kanker. Namun, obat ini sangat berbahaya bagi janin karena dapat menghambat pertumbuhan sel.
Obat ini juga diketahui dapat menyebabkan keguguran.
8. Obat tekanan darah golongan ACE inhibitor
Beberapa obat hipertensi tidak aman untuk ibu hamil karena dapat memengaruhi ginjal janin.
Contohnya:
- Captopril
- Lisinopril
- Enalapril
Jika Bunda memiliki hipertensi saat hamil, dokter biasanya akan memberikan alternatif yang lebih aman.
9. Statin penurun kolesterol
Obat kolesterol seperti simvastatin dan atorvastatin sebaiknya dihindari selama kehamilan karena dapat mengganggu perkembangan janin.
10. Obat tidur dan obat penenang
Beberapa obat penenang dapat menyebabkan gangguan pernapasan pada bayi serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
Contohnya Diazepa dan Alprazolam
11. Obat herbal sembarangan
Meski alami, tidak semua herbal aman untuk ibu hamil. Beberapa jamu atau herbal tertentu dapat memicu kontraksi rahim. Bunda sebaiknya tetap berkonsultasi sebelum mengonsumsi herbal apa pun.
12. Obat antijamur oral
Obat antijamur minum seperti fluconazole dosis tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan pada janin.
13. Lithium
Lithium yang digunakan untuk gangguan bipolar dapat meningkatkan risiko kelainan jantung bawaan pada janin bila digunakan saat hamil.
14. Obat kemoterapi
Sebagian besar obat kemoterapi sangat berbahaya untuk perkembangan janin dan dapat menyebabkan keguguran maupun cacat lahir.
15. Obat pelangsing atau diet
Obat penurun berat badan tidak dianjurkan selama kehamilan karena dapat mengganggu nutrisi ibu dan janin.
Kenapa ibu hamil tidak boleh sembarangan minum obat?
Saat hamil, semua yang dikonsumsi ibu bisa ikut memengaruhi janin di dalam kandungan, termasuk obat-obatan. Itulah sebabnya ibu hamil tidak dianjurkan minum obat sembarangan tanpa anjuran dokter, bahkan untuk obat yang dijual bebas sekalipun.
Beberapa kandungan obat dapat menembus plasenta dan masuk ke aliran darah janin. Jika obat tersebut tidak aman untuk kehamilan, dampaknya bisa mengganggu perkembangan bayi hingga meningkatkan risiko keguguran.
Dikutip dari NHS UK, ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi obat tanpa saran tenaga kesehatan karena beberapa jenis obat dapat membahayakan janin. Dilansir dari Mayo Clinic, risiko penggunaan obat selama kehamilan bergantung pada jenis obat, dosis, dan usia kehamilan.
Pada trimester pertama, organ-organ penting janin mulai terbentuk, seperti:
- Otak
- Jantung
- Tulang belakang
- Tangan dan kaki
Di masa ini, paparan obat tertentu dapat menyebabkan gangguan perkembangan atau cacat lahir. Karena itu, dokter biasanya sangat berhati-hati memberikan obat pada ibu hamil muda.
Risiko minum obat sembarangan saat hamil
Berikut beberapa risiko yang bisa terjadi jika ibu hamil asal mengonsumsi obat:
1. Risiko keguguran
Beberapa obat dapat memicu kontraksi rahim atau mengganggu perkembangan janin sehingga meningkatkan risiko keguguran, terutama di awal kehamilan.
2. Cacat lahir pada bayi
Ada obat tertentu yang bersifat teratogenik, yaitu dapat menyebabkan kelainan bawaan pada janin.
3. Gangguan pertumbuhan janin
Penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang dapat memengaruhi berat badan dan pertumbuhan bayi di dalam kandungan.
4. Persalinan prematur
Sebagian obat dapat memicu kontraksi lebih awal sehingga meningkatkan risiko bayi lahir prematur.
5. Gangguan organ janin
Obat tertentu dapat memengaruhi perkembangan:
- Jantung
- Ginjal
- Paru-paru
- Sistem saraf bayi
Tips aman minum obat saat hamil
Agar kehamilan tetap sehat, Bunda bisa melakukan beberapa hal berikut:
- Selalu konsultasi ke dokter sebelum minum obat
- Hindari membeli obat bebas tanpa membaca aturan
- Beri tahu dokter bahwa Bunda sedang hamil
- Jangan percaya mitos obat herbal pasti aman
- Gunakan obat sesuai dosis yang dianjurkan
Demikian penjabaran obat yang harus dihindari ibu hamil agar tidak keguguran. Semoga kehamilan Bunda selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hingga hari persalinan tiba.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
.png)
5 hours ago
3

















































