KEMENTERIAN Haji dan Umrah melaporkan jemaah haji Indonesia yang meninggal di Madinah, Arab Saudi bertambah menjadi tujuh orang pada Sabtu, 2 Mei 2026. Dua jemaah yang baru wafat adalah Siti Sri Rahayu Sanusi dari kloter SOC-12 asal Kabupaten Pekalongan dan Endar Jaya Purwadi dari kloter BPN-01 asal Kota Samarinda.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenhaj Mohammad Hasan Afandi menyampaikan pemerintah duka cita atas wafatnya dua jemaah tersebut. “Semoga almarhum dan almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Hasan dalam keterangan pers pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sementara itu, lima jemaah yang telah wafat lebih dulu di antaranya Nursidah, 58 tahun, dari Kabupaten Gowa, Kamariah Dul Tayib berusia 85 tahun dari Surabaya, dan Rodiah, 68 tahun, asal Solo, Jawa Tengah. Kemudian, dua lainnya ialah Tukiman, 51 tahun dari Bengkulu dan Dawanus Mahmud Muhammad Hasim, 51 tahun, asal Batam.
Di samping itu, Hasan memaparkan jemaah yang jatuh sakit setibanya di Tanah Suci juga terus bertambang. Berdasarkan laporan dari layanan kesehatan di Madinah pada 2 Mei 2026, tercatat sebanyak 5.576 jemaah menjalani rawat jalan. Angka itu naik signifikan dari 4.246 jemaah haji pada 1 Mei 2026.
Pada saat yang sama, Hasan mengatakan saat ini sebanyak 105 haji jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 125 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. “Saat ini, 39 jemaah masih menjalani perawatan di RSAS,” ucap dia.
Hingga hari ke-12 operasional penyelenggaraan haji, Kementerian Haji mencatat sebanyak sebanyak 175 kloter dengan 68.082 jemaah haji dan 697 petugas kloter telah diberangkatkan ke Madinah. Dari jumlah itu, sebanyak 19 kloter dengan 7.387 jemaah dan 76 petugas telah lebih dulu tiba di Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah sebelum puncak haji nanti.
Hasan mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kondisi fisik di tengah cuaca panas. Jemaah juga diminta tidak membawa barang berlebihan, mengatur waktu ke Masjidil Haram, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan.
“Fokus kami adalah memastikan jemaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai ketentuan, dan seluruh layanan haji berlangsung aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” tutur Hasan.
.png)
















































