Sudah banyak diketahui bahwa rokok memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Bukan hanya pada pelaku, kebiasaan merokok juga merugikan orang lain, terutama anak-anak. Tak sedikit, sakit yang diderita anak pun akibat paparan asap rokok, Bunda.
Meskipun kita tidak merokok, asap yang terhirup atau terpapar secara tidak langsung justru yang lebih berbahaya. Asap rokok pasif diketahui mengandung lebih dari 50 zat kimia yang dapat menyebabkan kanker.
Pada orang dewasa, risikonya begitu besar. Apalagi, pada bayi dan anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Melansir dari Smoke Free, asap rokok pasif lebih membahayakan bayi dan balita, bahkan memicu berbagai penyakit yang mengancam nyawa mereka, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada batas minimum paparan asap rokok pasif pada anak. Berapapun jumlahnya yang masuk ke dalam tubuh, dapat menimbulkan berbagai risiko penyakit. Berikut beberapa penyakit pada anak akibat paparan rokok yang perlu diketahui para orang tua.
9 Penyakit anak yang disebabkan paparan rokok
Asap rokok pasif yang sangat berbahaya dapat mengakibatkan berbagai penyakit. Berikut ini sejumlah sakit pada anak akibat terpapar asap rokok pasif dilansir dari American Lung Association:
1. Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)
SIDS merupakan kematian bayi yang tidak terduga dan sulit dijelaskan. SIDS juga diketahui sebagai salah satu penyebab utama kematian bayi yang sehat di bawah usia satu tahun. Sementara itu, SIDS sendiri bisa disebabkan oleh paparan asap rokok pasif, dengan tercatat 120 kematian di AS setiap tahunnya.
2. Kanker paru-paru
Seperti yang kita tahu, angka kematian akibat kanker paru-paru begitu tinggi, Bunda. Salah satu penyebab utama penyakit ini adalah paparan asap rokok pasif. Setiap tahunnya di AS, sekitar 4.120 kematian orang dewasa yang terpapar asap rokok pasif terjadi akibat kanker paru-paru.
3. Penyakit jantung
Menghirup udara kotor yang dipenuhi asap rokok dapat membuat jantung melemah dan akhirnya memengaruhi kesehatan. Diketahui, asap rokok pasif telah menyebabkan 15.1540 kematian akibat penyakit jantung di AS.
4. Stroke
Paparan asap rokok pasif dapat meningkatkan risiko kematian dan kecacatan akibat stroke sebesar 20 hingga 30 persen. Dengan begitu, stroke juga dapat dipicu oleh paparan asap rokok pasif.
5. Serangan asma
Asma merupakan penyakit kronis yang berisiko mengancam nyawa penderitanya. Apabila penderita asma terkena paparan asap rokok, maka kondisinya akan semakin parah dan memburuk hingga menyebabkan serangan asma.
6. Penyakit saluran pernapasan bagian bawah
Pada bayi dan balita yang terpapar asap rokok pasif, risiko terkena penyakit pernapasan semakin besar. Beberapa di antaranya adalah bronkitis dan pneumonia, penyakit yang tak jarang menimbulkan kekhawatiran pada orang tua karena kasusnya yang cukup tinggi.
7. Infeksi atau gangguan telinga
Asap rokok dapat menyebabkan anak terkena infeksi telinga bagian tengah. Kasusnya ditemukan sekitar 790.000 anak mengalami infeksi telinga setiap tahunnya.
8. Bayi dengan berat badan lahir rendah
Asap rokok pasif dapat memengaruhi Si Kecil sejak di dalam kandungan, Bunda. ibu hamil yang terpapar asap rokok memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah, yang meningkatkan risiko cacat lahir atau infeksi.
9. Pertumbuhan paru-paru yang tidak optimal
Paru-paru bayi mulai berkembang di dalam rahim dan akan terus berkembang di masa kanak-kanak. Paparan asap rokok pasif dapat menghambat pertumbuhan tersebut dan membuat paru-paru anak tidak mampu berkembang sepenuhnya.
Mulailah hidup sehat dan berhenti merokok.
Melihat betapa berbahayanya asap rokok yang dihirup orang lain, maka mulailah untuk berhenti merokok. Di samping tidak baik untuk kesehatan, kebiasaan merokok juga berpotensi untuk ditiru oleh anak.
Karenanya, kita sebagai orang tua perlu memberikan contoh yang sehat dan baik kepada anak. Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua:
- Jaga rumah dan mobil untuk bebas dari asap rokok. Pasalnya, anak-anak lebih banyak menghirup asap rokok pasif di rumah atau di dalam mobil daripada di tempat lain.
- Pastikan asisten rumah tangga (ART), babysitter, dan staf di tempat penitipan anak tidak merokok.
- Pilihlah restoran bebas asap rokok saat sedang pergi makan malam atau makan siang.
- Hindari mengunjungi tempat-tempat yang memperbolehkan merokok.
- Mengedukasi anak untuk menjauhi asap rokok pasif.
Demikian penjelasan mengenai sejumlah sakit yang diderita anak akibat paparan asap rokok. Semoga informasi ini menjadi pengingat dan bermanfaat untuk para orang tua.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
.png)
7 hours ago
14













































