‘Goodbye’ Kelas Tenda, KBM Segera Normal, Dana Pemulihan 2.372 Sekolah Cair Rp 1,39 Triliun

3 hours ago 3

INFO TEMPO – Ribuan siswa yang belajar di bawah tenda darurat tak lama lagi bisa kembali ke ruang kelas permanen. Berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas PRR) Pemulihan dan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra per 26 April 2026, sebanyak 2.372 sekolah telah menerima penyaluran anggaran revitalisasi tahap pertama.

Jumlah itu sekitar 82 persen dari 2.873 satuan pendidikan yang telah meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan, dengan total anggaran Rp 2,81 triliun. Dana yang telah tersalurkan pada tahap awal ini sebesar Rp 1,39 triliun.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

PKS menjadi instrumen krusial dalam pemulihan fasilitas pendidikan di Sumatra. Tanpa dokumen ini, anggaran negara tidak dapat dicairkan. Saat ini sebanyak 50 sekolah masih menggunakan tenda darurat, 49 sekolah memanfaatkan ruang kelas sementara, dan 6 sekolah lainnya menumpang di fasilitas pendidikan lain. Dengan rampungnya proses administrasi tersebut, pemerintah daerah kini dapat fokus pada eksekusi perbaikan fisik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyebut program ini bukan sekadar renovasi, tetapi peningkatan kualitas. Bangunan baru dirancang tahan gempa, bahkan penambahan fasilitas 7.047 perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital.

“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan menjadi upaya Kemendikdasmen mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul, sekaligus menjadi bukti nyata dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Abdul Mu’ti saat mengunjungi Sumatra Barat, 17 April lalu.

Dari ribuan sekolah yang masuk skema revitalisasi, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan cakupan terbesar, yakni 1.915 unit sekolah dengan nilai bantuan Rp 1,94 triliun. Sumatra Utara di posisi dua dengan 636 unit sekolah dan total bantuan Rp 588 miliar. Adapun Sumatra Barat mencatat 322 sekolah dengan nilai Rp 278 miliar, dengan progres fisik rata-rata telah mencapai sekitar 70 persen.

Ada dua metode revitalisasi. Sebanyak 2.606 sekolah melalui skema swakelola, yang melibatkan langsung pihak sekolah dalam pengawasan pembangunan agar sesuai standar, termasuk ketahanan terhadap bencana. Sementara itu, 267 sekolah dengan kategori kerusakan berat atau kebutuhan relokasi dikerjakan oleh TNI AD.

Hasil revitalisasi mulai terlihat di lapangan. Di antaranya SD Negeri 12 Bintang di Aceh Tengah, SD Negeri 057239 Sekoci di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, serta SMAN 6 Padang yang kini dilengkapi ruang kelas baru, laboratorium, dan fasilitas UKS yang lebih memadai.

Langkah Kemendikdasmen ini merupakan bagian dari Satgas PRR yang gencar mendorong percepatan pemulihan layanan dasar. Kasatgas PRR Tito Karnavian dalam sejumlah kunjungan ke tiga provinsi menegaskan pendidikan harus tetap berjalan.

“Pemulihan sektor pendidikan adalah salah satu prioritas utama, karena menyangkut keberlanjutan pembelajaran generasi muda." kata Tito saat rapat koordinasi pada 27 Januari 2026, dinukil dari Antara. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online