Jakarta -
Tidak hanya disebabkan karena kondisi fisik anak, kemampuan bicara juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan Si Kecil dalam kesehariannya, Bunda.
Menilik dari laman National Institutes of Health (NIH), di usia sekitar 5 tahun, anak biasanya sudah memiliki ribuan kosakata dan mampu menyusun kalimat yang lebih kompleks. Mereka juga mulai bisa mengerti percakapan dengan makna yang lebih luas.
Kemampuan bahasa anak bahkan terus berkembang hingga usia 8 tahun, saat pengucapan kata dan struktur bahasa mereka semakin matang. Namun, kini banyak anak yang justru mengalami keterlambatan dalam berbicara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli menilai, kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan anak saja, tetapi juga kebiasaan yang dilakukan di rumah. Lalu, kebiasaan apa yang bisa memengaruhi kemampuan bicara anak?
Kebiasaan ini diam-diam bisa bikin anak kurang fasih bicara
Dikutip dari The Guardian, seorang ahli leksikografi asal Inggris, Susie Dent, menyebutkan bahwa kosakata pada anak-anak saat ini semakin berkurang. Hal ini terjadi karena kegiatan membaca kini kalah bersaing dengan waktu yang dihabiskan di depan layar.
Dent mengatakan bahwa peran Bunda dan Ayah sangatlah penting dalam mendukung kemampuan bahasa anak. Mulai dari membaca bersama, berbicara, hingga bermain permainan kata di rumah.
Peringatan ini pun muncul di tengah meningkatnya penggunaan layar pada anak-anak, terutama di bawah usia lima tahun. Menurut Dent, kondisi ini sudah mulai terlihat di banyak anak saat ini, Bunda.
"Banyak sekali anak yang kini tertinggal," kata Dent.
"Kesenjangan kosakata semakin besar dan ada persepsi nyata bahwa perkembangan kosakata terganggu dan itu berdampak pada pembelajaran," ujarnya.
Dilansir dari Oxford University Press, disebutkan bahwa dua dari lima siswa mengalami keterlambatan dalam pengembangan kosakata. Kondisi ini pun dikaitkan dengan berkurangnya kebiasaan membaca.
Dalam hal ini, Dent menilai bahwa bukan berarti teknologi harus dihindari sepenuhnya oleh anak. Namun, penggunaannya perlu diarahkan agar tetap memberi manfaat bagi perkembangan bahasa mereka.
"Saya tidak mengatakan sepenuhnya menolak layar," kata Dent.
"Saya pikir teknologi memiliki peran besar dalam meningkatkan kosakata anak-anak, jika digunakan dengan cara yang tepat. Tetapi, saya pikir kemampuan membaca benar-benar terabaikan," sambungnya.
Menurutnya, dunia maya saat ini juga bisa membantu perkembangan bahasa anak. Bahkan, bukan mengurangi bahasa, justru membuatnya menjadi lebih bervariasi, Bunda.
"Ada banyak cara di mana internet sebenarnya membantu. Internet tidak membuat bahasa menjadi sederhana, justru membuatnya lebih beragam. Namun, tetap perlu ada keseimbangan antara terlalu banyak menggunakan bahasa di dunia digital dan menggunakannya dengan cara yang bermanfaat," katanya.
Cara orang tua membantu meningkatkan kosakata anak
Dent yang juga dikenal sebagai presenter di acara Secret Genius kini juga terlibat dalam kampanye baru. Menurut Dent, momen seperti waktu makan menjadi kesempatan yang baik untuk menambah kosakata anak.
Ia menilai bahwa banyak orang kini mulai melupakan keindahan dalam bahasa dan kosakata. Menurutnya, setiap zaman sering menganggap masa lalu itu lebih baik, padahal setiap masa selalu punya tantangannya sendiri.
"Saya rasa kita telah kehilangan sedikit keajaiban itu. Setiap zaman menganggap bahwa zaman keemasan bahasa telah berlalu, dan bahwa semuanya sempurna di masa lalu. Tetapi, saya rasa kita sedang menghadapi tantangan besar saat ini," ujarnya.
Selain itu, Dent juga melihat kebiasaan orang tua yang sering menggunakan gadget saat bersama anak. Tanpa kita sadari, kebiasaan ini bisa berpengaruh pada cara anak belajar berkomunikasi.
"Jelas, anak-anak kita belajar dari kebiasaan kita dan banyak dari kita menerima email pekerjaan di gadget kita, jadi sebenarnya kita bekerja melalui gadget kita. Tetapi, yang dilihat anak-anak adalah kebiasaan kita yang terus-menerus menggunakan gadget, sehingga perhatian kita sering tertuju ke sana, bukan ke mereka," tuturnya.
Lebih lanjut, Dent menilai bahwa kemampuan membaca sangat berpengaruh pada perkembangan kosakata Si Kecil, Bunda. Anak yang terbiasa membaca biasanya punya kemampuan bahasa yang jauh lebih cepat berkembang.
"Bagi saya, kekhawatiran terbesar adalah semakin besarnya jarak antara anak yang terbiasa membaca dan memiliki kosakata yang baik dengan anak yang tidak membaca. Sudah diketahui bahwa anak yang sering membaca akan lebih cepat menguasai kosakata dan perkembangannya juga lebih baik," katanya.
Karena itu, ia menyampaikan masih banyak cara untuk membantu mengembangkan kemampuan bahasa anak. Salah satu cara yang ia sarankan adalah memperbanyak percakapan dan permainan kata dalam keseharian.
"Percakapan dalam kehidupan sehari-hari sangat penting, begitu juga permainan kata. Ini juga bisa membantu perkembangan bahasa, karena banyak permainan kata yang menarik yang bisa ditemukan secara online," ungkap Dent.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
.png)
4 hours ago
1
















































