Jakarta -
Pejuang ASI memang tidak bisa berleha-leha ya, Bunda. Saat bayi tidur, busui pun sibuk pumping demi stok ASI lebih aman. Nah, busui, yuk buat jadwal kombinasi DBF dan pumping ASI agar seimbang dan cukupi kebutuhan Si Kecil.
ASI menjadi nutrisi terbaik untuk Si Kecil sejak lahir ya, Bunda. Sehingga, dengan berbagai upaya, memenuhi kebutuhan ASI baik dengan menyusui langsung ataupun memompa ASI, ada baiknya tetap selalu menjadi prioritas ya, Bun.
Bunda yang kembali bekerja usai cuti melahirkan berakhir, memang sebaiknya membuat perencanaan dalam pemberian ASI pada Si Kecil. Ketika ditinggal bekerja di mana Bunda tak bisa menyusui langsung, Bunda bisa menerapkan metode pumping sebagai upaya menyetok ASI. Sementara ketika bersama Si Kecil di rumah, metode direct breastfeeding (DBF) bisa menjadi pilihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Menyusui dan memompa ASI mungkin disertai dengan tuntutan yang tidak terduga,” kata Dr. Nikki L. Roberts, seorang dokter kandungan di CareMount Medical di Duchess County, New York. Namun, ia memastikan bahwa sebagian besar orang tua yang menyusui mampu memompa ASI tanpa menghadapi hambatan serius seperti dikutip dari laman Care.
Ya, merawat dan menyusui bayi memang tidaklah mudah, bahkan cukup sulit. Tetapi, Bunda jangan merasa berkecil hati karena di luar sana banyak juga para ibu yang berjuang lebih keras demi mengupayakan hal yang sama untuk anaknya.
Menurut Roberts, kunci sukses dalam menyusui dan memompa ASI ialah dengan menetapkan tujuan yang realistis dan memberi diri banyak kelonggaran. Para ahli merekomendasikan untuk memompa ASI setelah menyusui, tetap bersikap rileks, dan membuat rutinitas yang bersahabat.
Jadwal DBF dan pumping ASI agar seimbang
Bunda yang ingin menerapkan metode kombinasi antara DBF dan pumping ASI, sebaiknya memprioritaskan kebutuhan menyusui bayi terlebih dahulu dan baru memulai memompa setelah menyusui. Berikut ini tips yang bisa dilakukan, Bun:
1. Pompa setelah menyusui
Roberts merekomendasikan untuk menunda pemompaan hingga sekitar dua minggu setelah kelahiran, atau ketika pasokan ASI sudah stabil. “Setelah Bunda siap untuk mulai memompa, susui bayi, lalu pompa setelahnya,” katanya.
Ditambahkan Roberts bahwa sebaiknya menunggu sekitar 30 menit setelah selesai menyusui baru kemudian memompa ASI ya, Bunda.
2. Menyusui sesuai permintaan
Berilah makan bayi sesuai jadwalnya sendiri, bahkan saat Bunda memompa, kata Roberts. Ini artinya, menyusuilah setiap dua hingga tiga jam, termasuk setidaknya sekali di malam hari.
3. Pompa ASI di pagi hari
Banyak orang tua menemukan bahwa mereka menghasilkan lebih banyak ASI di pagi hari. “Jika Bunda tidak dapat memompa setelah setiap kali menyusui, fokuslah pada memompa di pagi hari,” katanya. “Perbedaannya mungkin kecil, tetapi Bunda mungkin menemukan bahwa total volume ASI yang dihasilkan lebih besar.”
4. Gunakan mood booster untuk meningkatkan ASI
Ada banyak metode yang digunakan orang tua untuk mengurangi stres saat memompa ASI, termasuk mendengarkan musik, meditasi, visualisasi dengan melihat foto bayi saat berjauhan dan lainnya.
5. Hindari stres
Mengharapkan kesempurnaan dalam memompa ASI dapat menyebabkan stres, saran Roberts. Untuk itu, ia berbagi bahwa jumlah ASI yang dipompa mungkin tidak selalu konsisten jumlahnya dan bahkan bisa berubah seiring waktu. Meski sulit menerima realitanya, para orang tua perlu menerima kondisi tersebut dan mencoba untuk tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan tetaplah bersikap positif.
6. Siapkan perlengkapan memompa ASI
Siapkan perintilan untuk memompa ASI mulai dari pompa ASI, flensa pompa, pelindung payudara, kantong ASI, dan sebagainya, sebelum mulai pumping. Liz Whalen, seorang ibu dari Little Neck, New York, merekomendasikan untuk memiliki beberapa bagian pompa ASI cadangan jika ada yang hilang atau rusak. Ia juga berbagi trik yang mengubah segalanya yang telah ia pelajari.
“Saya membaca di forum menyusui tentang bagaimana pentingnya memasukkan semua bagian pompa ASI ke dalam kantong plastik kedap udara dan menyimpannya di lemari es sampai sesi memompa berikutnya,” katanya. “Sebelumnya, saya selalu mencuci bagian-bagian pompa ASI setelah setiap kali memompa, jadi itu adalah penemuan yang mengubah hidup saya.”
7. Buat jadwal menyusui dan memompa ASI yang bersahabat
Setiap orang tua tentu memiliki aktivitas masing-masing sehingga Bunda bisa menyesuaikan dengan rangkaian kegiatan harian dengan agenda mengASIhi bayi. Berikut ini contoh jadwal yang bisa dijadikan panduan Bunda:
- 6 pagi - menyusui
- 7 pagi - memompa ASI
- 9 pagi - menyusui
- 12 siang - menyusui
- 1 siang - memompa ASI
- 3 siang - menyusui
- 6 sore - 8 malam (menyusui/menidurkan bayi)
- 10 malam - memompa ASI
Agar berjalan lancar, ada baiknya Bunda tidak melakukannya sendirian. Berkonsultasilah pada konselor laktasi jika mengalami kesulitan dalam memompa ASI.
“Memiliki spesialis yang mengamati dan memberikan rekomendasi dapat membantu dalam situasi yang berpotensi membuat frustrasi,” katanya.
Selain itu, Bunda juga bisa mendapatkan dukungan dari kelas menyusui, atau terhubung dalam komunitas sesama pejuang ASI via online, saran Roberts.
Semoga inforasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
.png)
10 hours ago
5
















































