Alasan DKI Hanya Perbaiki 11 dari 22 Sekolah Rusak pada 2026

11 hours ago 9

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta hanya dapat merevitalisasi 11 dari 22 sekolah rusak yang direncanakan diperbaiki pada 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan setelah pemerintah daerah menghadapi pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Kenapa terjadi ini? Karena ada pemotongan DBH, efisiensi, dan sebagainya," kata Pramono saat meninjau SDN Kebayoran Baru Selatan 09 Pagi, Jumat, 24 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pemerintah pusat sebelumnya memangkas dana transfer ke daerah dan DBH untuk Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp15 triliun pada Januari lalu. Dampaknya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026 ditetapkan sebesar Rp 81,32 triliun, lebih rendah dibandingkan proyeksi awal yang mencapai Rp 95,35 triliun.

Pramono menjelaskan, ketika menyusun anggaran 2026 pada tahun sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih merencanakan revitalisasi terhadap 22 sekolah. Namun, setelah terjadi penyesuaian anggaran, hanya tujuh sekolah yang memiliki alokasi dana untuk diperbaiki.

Meski begitu, pemerintah daerah kemudian menambah empat sekolah lain untuk diprioritaskan. Keputusan itu diambil setelah melihat kondisi sejumlah bangunan sekolah yang dinilai sudah tidak layak, termasuk SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang sempat menjadi sorotan setelah kondisi bangunannya viral di media sosial. “Kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” ucap Pramono.

Dengan tambahan tersebut, total terdapat 11 sekolah yang akan ditangani pada 2026. Empat sekolah tambahan yang mendapat prioritas yakni SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi dengan anggaran Rp 48,1 miliar, SMA Negeri 102 Jakarta sebesar Rp 67,5 miliar, SD Negeri Cempaka Putih Barat 03 sebesar Rp 48,4 miliar, serta SD Negeri Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 dengan anggaran Rp 74,1 miliar.

Pramono mengatakan sekolah-sekolah yang belum masuk dalam daftar perbaikan tahun ini akan ditangani pada 2027. Pemerintah, kata dia, tetap melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah agar penanganan dapat diprioritaskan berdasarkan tingkat urgensinya. "Yang sisanya tentunya segera ditangani di tahun 2027," ujarnya.

SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi menjadi salah satu sekolah yang mendapat perhatian karena kondisi bangunannya telah rusak sejak 2024. Pramono memastikan proses rehabilitasi sekolah ini akan dimulai paling lambat September 2026. Pemerintah Jakarta akan menggunakan kombinasi dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan APBD Perubahan untuk membiayai pembangunan ulang sekolah tersebut.

Darin Apriliani berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online